• Tentang Kami
Thursday, May 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Tom Lembong Kritik Penegakan Hukum Saat Ini, Sebut Aparat Dipersenjatai untuk Politik

Tom menyoroti bagaimana para menteri sering kali harus menghadapi konsekuensi hukum sendirian atas kebijakan yang sebenarnya diputuskan secara kolektif dalam rapat kabinet.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 7, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tom Lembong saat berbicara di podcast Akbar Faizal Uncensored.

Tom Lembong saat berbicara di podcast Akbar Faizal Uncensored. [tangkapan layar channel YouTube Akbar Faizal Uncensored]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, melontarkan kritik tajam terhadap profesionalisme penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya telah melenceng menjadi instrumen politik.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena kriminalisasi terhadap pejabat publik yang didasari oleh konstruksi hukum yang dianggapnya tidak masuk akal atau konyol.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kritik Pernyataan Purbaya, Tom Lembong Sebut Sikap Optimisme Pemerintah Soal Ekonomi Berbahaya

Dari Koalisi ke Otonomi, Rocky Gerung Sebut Prabowo Tak Butuh Jokowi Lagi

Dalam sebuah siniar di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Tom menyatakan bahwa pada periode pemerintahan sebelumnya, terdapat keputusan dari pimpinan untuk menggunakan aparat sebagai alat kepentingan tertentu.

“Di periode pemerintahan sebelumnya, itu akhirnya diambil sebuah keputusan oleh pimpinannya bahwa aparat itu akan dipersenjata,” ujar Tom dikutip Kamis (7/5/2026).

Ia menilai langkah tersebut cenderung digunakan untuk tujuan politik, seperti menggeser pimpinan partai politik atau menghukum anggota koalisi yang tidak sejalan.

Tom menyoroti bagaimana para menteri sering kali harus menghadapi konsekuensi hukum sendirian atas kebijakan yang sebenarnya diputuskan secara kolektif dalam rapat kabinet. Ia menyayangkan sikap pimpinan yang seolah membiarkan para pembantunya menghadapi masalah hukum tanpa pembelaan yang semestinya.

“Kebijakan itu dibuat secara bersama dalam rapat kabinet. Sulit menghindari perasaan bahwa banyak dari kami akhirnya menjadi seperti tumbal,” tegasnya.

Ia menceritakan pengalamannya sendiri di mana dukungan atau pernyataan dari presiden baru muncul setelah dirinya dinyatakan bebas melalui proses hukum.

Menurutnya, hal ini menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab kolektif dari pimpinan terhadap kebijakan yang telah dikoordinasikan sebelumnya dengan berbagai pihak, termasuk menteri koordinator dan presiden.

Selain kasus pribadinya, Tom Lembong secara khusus menyinggung kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, terkait aksi korporasi di Goto (Gojek). Mengingat ia menggunakan pengacara yang sama dengan Nadiem, Tom mengaku memahami substansi perkara tersebut dan menilai konstruksi hukumnya sangat bermasalah.

Ia mencontohkan tuduhan terkait konversi utang menjadi saham senilai Rp 800 miliar yang justru dianggap sebagai aliran dana pribadi ke kantong Nadiem.

“Konstruksi hukumnya terlalu sulit untuk cari kata-kata yang sopan, terlalu semerawut, terlalu konyol. Konsep-konsep dijungkirbalikkan,” kata Tom.

Menurutnya, mekanisme tersebut adalah aksi korporasi yang sangat normal dan patuh pada Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT).

“Padahal bagi semua dunia usaha itu sangat-sangat jelas itu aksi korporat, yaitu transaksi antar-korporasi. Enggak ada keterlibatan individu di situ,” tambahnya.

Sebagai pakar investasi, Tom memperingatkan bahwa ketidakprofesionalan aparat penegak hukum yang sering membuat “sensasi” dengan menyasar tokoh-tokoh high profile sangat merusak citra Indonesia di mata dunia.

Ia menyebut bahwa investor besar seperti GIC Singapore hingga dana pemerintah Abu Dhabi terus memantau perkembangan hukum di Indonesia. Ketidakpastian hukum ini, menurutnya, memberikan sentimen negatif yang sangat besar di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang rapuh.

“Apa yang terjadi dengan Nadiem itu sangat-sangat berdampak negatif kepada sentimen antara investor-investor tersebut di saat kita lagi butuh banget sama mereka,” pungkasnya.

Ia mendesak agar penegakan hukum kembali dilakukan secara sistematis dan profesional guna menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan global.

Tags: Akbar Faizal UncensoredNadiem Makarimpenegakan hukumpolitikTom Lembong

Related Posts

Tom Lembong memberikan kritik terhadap sikap pemerintah menyikapi kondisi ekonomi saat ini

Kritik Pernyataan Purbaya, Tom Lembong Sebut Sikap Optimisme Pemerintah Soal Ekonomi Berbahaya

May 7, 2026
Keberadaan Joko Widodo yang membayangi pemerintahan Presiden Prabowo, keduanya pun santer disebut sebagai matahari kembar

Dari Koalisi ke Otonomi, Rocky Gerung Sebut Prabowo Tak Butuh Jokowi Lagi

April 16, 2026
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sentilan Seskab Teddy soal istilah inflasi pengamat dalam channel YouTube-nya Terus Terang

Balas Sindiran Inflasi Pengamat Seskab Teddy, Mahfud MD: Ada Juga Inflasi Jabatan

April 15, 2026
Mahfud MD dalam program acaranya bertajuk Terus Terang

4 Catatan Mahfud MD Soal Penegakan Hukum hingga Tata Kelola Sosial di Indonesia

February 18, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Menegakkan Hukum dengan Akal dan Hati

February 4, 2026
Ilustrasi politik di balik wacana Pilkada melalui DPRD

Soroti Pilkada Melalui DPRD, Mada Sukmajati: Ada Mens Rea

January 19, 2026
Next Post
Tom Lembong memberikan kritik terhadap sikap pemerintah menyikapi kondisi ekonomi saat ini

Kritik Pernyataan Purbaya, Tom Lembong Sebut Sikap Optimisme Pemerintah Soal Ekonomi Berbahaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.