• Tentang Kami
Wednesday, May 20, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Mahfud MD Sebut Pelarangan Film Pesta Babi Langgar Konstitusi dan Ciptakan Kesan Otoritarianisme Baru

Mahfud menekankan bahwa persoalan di Papua sangat sensitif terhadap intervensi internasional secara geopolitik. Ia menilai film seperti "Pesta Babi" seharusnya menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 20, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cuplikan trailer film Pesta Babi.

Cuplikan trailer film Pesta Babi. [Instagram/@greenpeaceid]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, angkat bicara terkait maraknya aksi pelarangan pemutaran dan diskusi film dokumenter berjudul “Pesta Babi” di sejumlah daerah.

Mahfud menegaskan bahwa tindakan aparat atau oknum yang menghalangi ekspresi publik tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap undang-undang dan konstitusi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bongkar Krisis Integritas Peradilan, Mahfud MD: Seperti Kejar Setoran dan Sarat Keanehan

Sederet Fakta Film Pesta Babi yang Picu Kontroversi: Dari Isu Papua Hingga Pembubaran Nobar

Film “Pesta Babi” sendiri merupakan dokumenter yang mengulas tentang dugaan eksploitasi besar-besaran terhadap kekayaan alam di tanah Papua. Mahfud menilai, tindakan membungkam pemutaran film ini justru merusak profesionalisme institusi keamanan itu sendiri.

“Pelarangan itu, aparat atau oknum aparat yang melakukan itu, itu melanggar undang-undang dan seharusnya ditindak,” tegas Mahfud dalam siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, dikutip Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan bahwa langkah represif tersebut memicu persepsi negatif di masyarakat.

“Menjadikan munculnya kesan bahwa ini otoritarisme baru,” ungkapnya.

Mahfud menjelaskan bahwa kebebasan berpendapat telah dijamin secara rinci dalam amandemen Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pada Pasal 28 A hingga J. Menurutnya, setiap warga negara berhak mengekspresikan kesan atas fakta-fakta yang terjadi di tengah masyarakat melalui media apa pun, termasuk film dokumenter.

Ia juga membandingkan fenomena ini dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di masa lalu terkait pelarangan buku. Mahfud mengingatkan bahwa penyitaan atau pelarangan karya tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh aparat tanpa adanya putusan pengadilan.

“Melarang buku beredar tanpa putusan hakim nggak boleh. Jadi bukan soal isi, hal yang sama bisa terjadi dengan film,” jelas Mahfud.

Terkait pernyataan pemerintah melalui Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, yang mengklaim tidak ada kebijakan pelarangan, Mahfud menuntut langkah konkret. Ia melihat adanya ketidaksingkronan antara pernyataan pemerintah pusat dengan tindakan aparat di lapangan.

Mahfud mensinyalir adanya praktik silent code atau budaya saling mendiamkan di lingkup pemerintahan.

“Jangan didiamkan kalau pemerintahnya memang mau berwibawa, kecuali memang mau silent code. Berdiam-diam melindungi, diam-diam saling mendiamkan,” tuturnya.

Ia mendesak agar dilakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa yang memberikan instruksi pelarangan di berbagai daerah, seperti di Mataram atau Ternate.

Mahfud menekankan bahwa persoalan di Papua sangat sensitif terhadap intervensi internasional secara geopolitik. Ia menilai film seperti “Pesta Babi” seharusnya menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola wilayah, bukan justru dilarang.

Menurut Mahfud, perlindungan terhadap masyarakat adat Papua harus dilakukan dengan pendekatan kasih sayang, bukan represi.

“Kalau kita nggak bisa melindungi mereka dengan sayang, bagaimana kita bisa menghalangi misalnya intervensi asing yang mungkin malah akan merugikan kita terhadap kelangsungan Papua sebagai bagian dari NKRI,” pungkasnya.

Selama empat tahun menjabat sebagai Menko Polhukam, Mahfud mengaku tidak pernah melakukan pelarangan terhadap diskusi buku maupun pemutaran film, karena menurutnya kanal aspirasi publik harus tetap dibuka demi menjaga stabilitas nasional.

Tags: Mahfud MDPapuapelarangan pemutaran filmpesta babipolitikYusril Ihza Mahendra

Related Posts

Mahfud MD memberikan pandangannya mengenai sistem penegakan hukum di Indonesia yang jauh dari rasa adil

Bongkar Krisis Integritas Peradilan, Mahfud MD: Seperti Kejar Setoran dan Sarat Keanehan

May 14, 2026
Cuplikan trailer film Pesta Babi.

Sederet Fakta Film Pesta Babi yang Picu Kontroversi: Dari Isu Papua Hingga Pembubaran Nobar

May 12, 2026
Tom Lembong saat berbicara di podcast Akbar Faizal Uncensored.

Tom Lembong Kritik Penegakan Hukum Saat Ini, Sebut Aparat Dipersenjatai untuk Politik

May 7, 2026
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Soroti Mutilasi Video Ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM: Upaya Adu Domba Antar Umat Beragama

May 2, 2026
Keberadaan Joko Widodo yang membayangi pemerintahan Presiden Prabowo, keduanya pun santer disebut sebagai matahari kembar

Dari Koalisi ke Otonomi, Rocky Gerung Sebut Prabowo Tak Butuh Jokowi Lagi

April 16, 2026
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sentilan Seskab Teddy soal istilah inflasi pengamat dalam channel YouTube-nya Terus Terang

Balas Sindiran Inflasi Pengamat Seskab Teddy, Mahfud MD: Ada Juga Inflasi Jabatan

April 15, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Satu diantara SMA terbaik di Bantul yakni SMA N 1 Bantul

10 SMA Terbaik di Bantul, Rekomendasi bagi Pencari Sekolah

June 4, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.