SLEMAN, POPULI.ID – Sebanyak 45 orang menjadi korban keracunan makanan yang diduga karena mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG). Hingga Senin (7/9/2026) siang, sekitar 45 siswa telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Turi.
Panewu Anom Turi Mohammad Yunan mengatakan, sejumlah sekolah yang siswanya mengalami gejala tersebut antara lain SD Muhammadiyah Balerante 1, SD Muhammadiyah Balerante 2, dan SMPN 3 Turi. Sementara itu, TK Indriyasana disebut tidak jadi mengonsumsi makanan MBG. Selain itu, sejumlah siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Turi juga mendatangi Puskesmas Turi untuk mendapatkan penanganan. Sementara itu, 2 orang disebut dirawat di RSUD Sleman.
Yunan menjelaskan, makanan MBG yang dibagikan kepada sekolah-sekolah tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto. Pihaknya telah melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah yang menerima makanan dari SPPG tersebut.
“Untuk sementara ini kami memantau sekolah yang mendapat makanan dari SPPG itu. Kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari Puskesmas,” ujar Yunan.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengondisikan armada ambulans yang tergabung dalam forum ambulans se-Kapanewon Turi. Armada tersebut disiagakan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membawa siswa ke fasilitas kesehatan.
Gejala keracunan mulai dirasakan sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, para siswa mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan sekitar pukul 07.30 WIB.
Kepala SMPN 3 Turi, Widayati, mengatakan pihak sekolah sempat melakukan pengecekan terhadap makanan yang datang sebelum dibagikan kepada para siswa. Pengecekan tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kita kemudian seperti biasanya mengikuti SOP dulu sebelum mendapat jatah MBG, salah satunya adalah sampel yang diuji bapak ibu yang piket hari ini dan aman,” kata Widayati.
Setelah sampel dinyatakan aman, petugas piket kemudian mengumumkan kepada masing-masing kelas untuk mengambil jatah MBG. “Dari petugas piket mengumumkan setiap kelas yang piket kelas mengambil jatah MBG-nya di kelasnya masing-masing,” imbuhnya.
Adapun menu MBG yang diterima siswa terdiri dari nasi bola-bola daging, sayur kol dan wortel, edamame, serta semangka kuning. Namun, setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan berbagai gejala. Dugaan sementara, gejala tersebut berkaitan dengan menu bola-bola daging yang disajikan.
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Puskesmas Turi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Kemudian anak-anak kami menghubungi SPPG, koordinasi, kemudian juga langsung menghubungi ke puskesmas untuk mengirimkan ambulans,” ungkap Widayati.
Pusing dan Muntah
Salah satu orang tua siswa, Budiyarti (36), mengaku putranya yang bersekolah di SMPN 3 Turi sempat mengalami pusing setelah mengonsumsi makanan MBG. Ia mengetahui adanya kejadian tersebut setelah melihat sejumlah ambulans berada di depan sekolah. Ia kemudian bergegas menuju sekolah untuk memastikan kondisi anaknya.
“Saya tidak tahu. Tadi pagi orang tua saya sedang sakit. Sampai jalan situ banyak ambulans. Saya tanya ada apa. Kata orang tua siswa lainnya ada keracunan MBG,” katanya.
Sesampainya di sekolah, Budiyarti melihat daftar siswa yang mengalami gejala. Ia kemudian memastikan nama putranya, Alif Riski, tercantum dalam daftar tersebut.
Menurut pengakuan anaknya, Alif sempat mengalami pusing dan muntah satu kali. Ia juga menyebut makanan yang dikonsumsinya berupa olahan daging.
“Saya tanya, sempat pusing sedikit dan muntah satu kali. Katanya makan bola-bola daging,” ujarnya. (Hadid Pangestu)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



