SLEMAN, POPULI.ID – Tiga kelompok peternak di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman mendapatkan bantuan alat pengolah kotoran hewan (kohe) menjadi pupuk organik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Bantuan alat bernilai Rp50 juta untuk masing-masing kelompok itu bersumber dari program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sleman melalui APBD Kabupaten Sleman. Bantuan itu diajukan masyarakat melalui Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Surana, sejak 2025 lalu dan terealisasi pada tahun ini (2026).
Tiga kelompok ternak yang mendapatkan bantuan mesin pencacah dan penyaring kotoran hewan tersebut berada di Desa Wedomartani, Umbulmartani, dan Sindumartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY. Guna memastikan alat dapat beroperasi optimal, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman turut menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan dan penggunaan alat dengan menghadirkan teknisi langsung dari pihak produsen. Pelatihan itu dilaksanakan di kandang milik Kelompok Ternak Rukun, Dusun Morangan, Desa Sindumartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Senin (21/9/2026).
Ketua Kelompok Ternak Rukun Morangan, Rahmat Ahmadi, menyambut gembira hadirnya bantuan mesin pengolah kotoran hewan tersebut. Ia mengungkapkan, gagasan mengajukan bantuan alat itu berawal dari keluhan para anggota kelompok terkait anjloknya harga jual kambing dalam beberapa tahun terakhir, meski populasi ternak mereka terus meningkat.
Melihat kondisi tersebut, 20 peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak Rukun berinisiatif mencari peluang pendapatan alternatif di luar penjualan hewan ternak. Salah satunya dengan mengoptimalkan limbah kotoran menjadi pupuk organik yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Selama ini kotoran ternak belum diolah dan hanya dijual mentah atau gelondongan seharga Rp13.000 per karung. Dalam setahun, kotoran yang dihasilkan kelompok kami bisa mencapai dua hingga tiga truk. Dengan adanya mesin chopper dan penyaring ini, kotoran dapat diolah menjadi pupuk terfermentasi yang nilainya bisa melonjak hingga ratusan ribu rupiah,” ujar Rahmat, Senin (21/9/2026).
Guna memastikan efektivitas operasional alat, Kelompok Ternak Rukun telah membentuk struktur manajemen khusus yang membagi tugas anggota sebagai operator mesin, tim pemasaran, hingga tim pencari bahan baku. Pasalnya, untuk memenuhi kapasitas produksi mesin, pihak kelompok berniat merangkul dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok ternak lain di wilayah Desa Sindumartani yang selama ini belum memiliki fasilitas pengolahan limbah.
“Atas nama kelompok, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Surana yang telah memberikan bantuan alat pengolah pupuk ini. Kami berharap kerja sama seluruh warga dapat terjalin dengan baik sehingga keberadaan alat ini bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga peternak,” tuturnya.
Lurah Sindumartani, Anang Zamroni, menilai hadirnya hibah alat pengolah pupuk organik menjadi angin segar bagi digitalisasi dan modernisasi sektor pertanian di wilayahnya. Menurut dia, bantuan dari pokir dewan tersebut menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini terkendala tingginya harga mesin di pasaran.
Anang menjelaskan, sebelum adanya mesin pengolah, sebagian besar kotoran hewan langsung diangkut dan ditabur ke sawah tanpa melalui proses pengolahan yang benar. Pola tradisional tersebut dinilai berisiko merusak dan memicu kematian pada tanaman hortikultura seperti cabai, akibat proses fermentasi susulan di dalam tanah yang menghasilkan suhu panas.
“Dengan adanya alat ini, kotoran diproses dan difermentasi terlebih dahulu sebelum disebar, sehingga nutrisi yang masuk ke tanah benar-benar siap diserap tanaman tanpa risiko merusak bibit,” terang Anang.
Lebih lanjut, Anang berharap peningkatan produksi pupuk organik lokal mampu menekan ketergantungan para petani di Sindumartani terhadap penggunaan pupuk kimia sintesis seperti urea. “Penggunaan pupuk organik tidak hanya sekali pakai, tetapi efek pembenahan hara tanahnya bertahan untuk beberapa kali masa tanam. Hal ini tentu jauh lebih efisien dari segi biaya. Mudah-mudahan adanya hibah mesin ini bisa mendorong efisiensi pemupukan sekaligus meningkatkan tingkat kesejahteraan kelompok ternak di Sindumartani secara berkelanjutan,” tutupnya. (Dewi Rukmini)




![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



