YOGYAKARTA, POPULI.ID – Ribuan umat Muslim memadati Alun-Alun Selatan Yogyakarta pada Jumat pagi (6/6/2025) untuk melaksanakan Salat Iduladha.
Sejak pukul 06.30 WIB, atau sekitar setengah jam sebelum pelaksanaan dimulai, jemaah telah berdatangan membawa perlengkapan ibadah masing-masing dan memenuhi area lapangan.
Salat dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan suasana yang penuh khidmat. Langit cerah pagi juga turut mendukung kekhusyukan ribuan jemaah yang khusyuk melaksanakan rukun salat bersama.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Mardjoko Idris dalam khutbahnya menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Ia mengingatkan bahwa gema takbir yang dikumandangkan sepanjang hari-hari besar ini merupakan bentuk pengakuan bahwa segala kemuliaan hanya milik Allah.
“Kita harus menyadari bahwa tak ada alasan untuk menyombongkan diri, apalagi kepada Sang Pencipta,” ujar Mardjoko dari atas mimbar.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung fenomena gaya hidup yang serba instan. Menurutnya, banyak orang tergoda untuk mendapatkan kekayaan secara cepat tanpa proses yang benar, sehingga rela menempuh jalan keliru.
“Ketika semangat kerja keras diabaikan, tidak sedikit yang tergelincir dalam tindakan seperti korupsi atau manipulasi demi hasil instan,” imbuhnya.
Keraton Tegaskan Tak Ada Larangan Salat Id di Alun-Alun Selatan
Sebelum pelaksanaan Salat Ied, sempat muncul kabar di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya larangan penggunaan Alun-Alun Selatan untuk Salat Iduladha tahun ini.
Namun isu tersebut segera dibantah langsung oleh pihak Keraton Yogyakarta melalui pernyataan resmi dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono.
Dalam surat bernomor 00388/KHPP/Dulkangidah.V/JE.1958.2025, Keraton secara jelas menyatakan bahwa kegiatan Salat Iduladha 2025 tetap diperkenankan digelar di Alun-Alun Selatan. Surat ini merupakan balasan atas permohonan dari panitia PHBI Kemantren Kraton.
“Saya memberi izin pelaksanaan Salat Ied Iduladha di atas tanah milik Karaton, yakni Alun-Alun Kidul,” tulis GKR Condrokirono dalam surat yang ditujukan kepada Ketua PHBI Kemantren Kraton.
Selain menyatakan pemberian izin, GKR Condrokirono juga menekankan pentingnya koordinasi antara panitia dengan unsur pemerintah setempat, seperti Mantri Pamong Praja, lurah Kalurahan Patehan dan Panembahan.
Ia mengingatkan agar kegiatan berjalan tertib dan memperhatikan aspek keamanan serta kebersihan.
“Silakan juga berkoordinasi dengan kepolisian agar kegiatan berlangsung aman dan lancar,” pesannya.
Warga Tetap Antusias, Tradisi Salat Id di Alun-Alun Terjaga
Antusiasme masyarakat pagi tadi menjadi bukti kuat bahwa Alun-Alun Selatan masih menjadi lokasi favorit umat Muslim untuk merayakan Iduladha.
Meski sempat muncul kabar simpang siur, kejelasan sikap dari pihak Keraton memberi ketenangan tersendiri bagi warga.
Dengan izin resmi dan pelaksanaan yang tertib, Salat Iduladha di Alun-Alun Selatan kembali berlangsung khusyuk dan penuh makna. Tradisi ibadah ini pun terus hidup sebagai bagian dari kekayaan budaya dan spiritual Yogyakarta.












