• Tentang Kami
Wednesday, August 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sepasang Mahasiswa di Sleman Telantarkan Orok, Sebelum Dikubur Bayi Sempat Alami Kekerasan

Polisi mengamankan sepasang kekasih yang berstatus mahasiswa terkait kasus menelantarkan bayi di kawasan Ngemplak, Sleman.

Gregorius BramantyobyGalih PriatmojoandGregorius Bramantyo
August 6, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dua tersangka kasus penelantaran bayi hingga meninggal saat dihadirkan di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025).

Dua tersangka kasus penelantaran bayi hingga meninggal saat dihadirkan di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Polisi meringkus sepasang kekasih asal Temanggung usai diduga menelantarkan bayi yang baru lahir hingga kemudian meninggal pada Sabtu (26/7/2025). Bayi tersebut dikubur di kebun depan indekos pelaku di Ngemplak, Sleman.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Matheus Wiwit, mengatakan kasus tersebut terungkap dari laporan warga adanya temuan bayi yang ditelantarkan di wilayah Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (25/7/2025). Atas temuan tersebut, polisi menyelidiki sejumlah klinik bersalin hingga rumah sakit di sekitar area tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan informasi mencurigakan dari sebuah klinik di Condongcatur, Depok, Sleman. Di mana ada seorang perempuan yang memeriksakan diri usai melahirkan namun tanpa membawa bayinya pada Sabtu (26/7/2025).

“Yang menjadi kejanggalan adalah perempuan tersebut periksanya hanya sendiri, tidak ada yang mengantar dan tidak membawa bayinya,” kata Wiwit di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025).

Polisi lalu mendalami informasi tersebut. Dari hasil penyelidikan, petunjuk mengarah ke perempuan yang tinggal di indekos kawasan Sleman.

Perempuan berinisial JA (20) tersebut berhasil ditemukan di indekosnya di Jalan Candi Gebang, Wedomartani, Ngemplak. Ia berasal dari Temanggung, Jawa Tengah dan sedang berkuliah di sebuah kampus swasta di Sleman.

Kepada polisi, JA mengaku melahirkan bayinya pada 26 Juli 2025. Bayi hasil hubungan dengan kekasihnya berinisial AGR (22) yang juga berasal dari Temanggung itu meninggal beberapa saat usai dilahirkan. Bayi tersebut lalu dikubur di kebun pisang yang berada di depan indekos tempat mereka tinggal.

“Bayi dikubur oleh seorang laki-laki yang merupakan pacar dari perempuan yang periksa tadi di kebun pisang yang ada di depan kos tersebut,” ujar Wiwit.

Polisi lalu mendatangi lokasi bayi itu dikuburkan dan menemukan jasadnya. Kedua tersangka diringkus pada Rabu (30/7/2025).

Kepada polisi, mereka mengaku bayi itu sudah dikuburkan di kebun pisang di depan indekos JA.

Dari para pelaku, polisi mengumpulkan barang bukti berupa satu kunci paralon dengan bahan besi berukuran kurang lebih 25-30 sentimeter.

“Kunci tersebut digunakan pelaku untuk menggali tanah untuk menguburkan bayi di kebun pisang,” ungkap Wiwit.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti satu sprei dan satu jaket warna hitam.

Wiwit mengungkapkan, pelaku melakukan perbuatan tersebut lantaran panik memiliki anak di luar nikah. Kedua pelaku masih berstatus sebagai mahasiswa saat peristiwa itu terjadi.

“Panik karena belum menikah tapi sudah mempunyai anak,” ucapnya.

Kasubnit PPA Polresta Sleman, Ipda Arum Sari, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut sempat hidup selama satu jam dalam kondisi normal usai dilahirkan. Namun dari pemeriksaan medis, ditemukan adanya unsur kekerasan terhadap bayi. Polisi masih mendalami lebih lanjut peran dari masing-masing pelaku.

“Saat dilahirkan bayi dalam kondisi normal, menangis. Kemudian meninggal dan dikuburkan. Dalam keterangan medis memang ada unsur kekerasan. Masih dalam pendalaman kami untuk keterangan dari pelaku,” beber Arum.

Atas perbuatannya, pelaku JA dan AGR dijerat dengan pasal secara bersama-sama melakukan penelantaran anak sesuai Pasal 77B jo 76B dan atau kekerasan anak 80 jo 76C UU No.17/2016 perubahan kedua UU RI No.23/2002 tentang perlindungan anak jo pasal 55 KUHPidana. Keduanya terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Tags: Bayibayi dikuburmenelantarkanNgemplakSleman

Related Posts

Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

August 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

August 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

August 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

August 3, 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi.

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

July 28, 2026
Polisi menunjukkan barang bukti pencurian motor di wilayah Tempel, Sleman, DIY, Senin (27/7/2026).

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

July 28, 2026
Next Post
Nelayan Gunungkidul Diminta Waspadai Gelombang Tinggi Selama Tiga Hari ke Depan

Gelombang Tinggi Hantam Kawasan Pesisir DIY, Diprediksi Terjadi hingga 9 Agustus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.