• Tentang Kami
Sunday, December 7, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sepasang Mahasiswa di Sleman Telantarkan Orok, Sebelum Dikubur Bayi Sempat Alami Kekerasan

Polisi mengamankan sepasang kekasih yang berstatus mahasiswa terkait kasus menelantarkan bayi di kawasan Ngemplak, Sleman.

Gregorius BramantyobyGalih PriatmojoandGregorius Bramantyo
August 6, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dua tersangka kasus penelantaran bayi hingga meninggal saat dihadirkan di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025).

Dua tersangka kasus penelantaran bayi hingga meninggal saat dihadirkan di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Polisi meringkus sepasang kekasih asal Temanggung usai diduga menelantarkan bayi yang baru lahir hingga kemudian meninggal pada Sabtu (26/7/2025). Bayi tersebut dikubur di kebun depan indekos pelaku di Ngemplak, Sleman.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Matheus Wiwit, mengatakan kasus tersebut terungkap dari laporan warga adanya temuan bayi yang ditelantarkan di wilayah Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (25/7/2025). Atas temuan tersebut, polisi menyelidiki sejumlah klinik bersalin hingga rumah sakit di sekitar area tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pimpin DPC PDIP Sleman, Danang Maharsa: Doakan Saya

Mengabdi 23 Tahun Sebagai Honorer di Pemkab Sleman, Maryadi Terima SK PPPK Paruh Waktu

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan informasi mencurigakan dari sebuah klinik di Condongcatur, Depok, Sleman. Di mana ada seorang perempuan yang memeriksakan diri usai melahirkan namun tanpa membawa bayinya pada Sabtu (26/7/2025).

“Yang menjadi kejanggalan adalah perempuan tersebut periksanya hanya sendiri, tidak ada yang mengantar dan tidak membawa bayinya,” kata Wiwit di Mapolresta Sleman, Rabu (6/8/2025).

Polisi lalu mendalami informasi tersebut. Dari hasil penyelidikan, petunjuk mengarah ke perempuan yang tinggal di indekos kawasan Sleman.

Perempuan berinisial JA (20) tersebut berhasil ditemukan di indekosnya di Jalan Candi Gebang, Wedomartani, Ngemplak. Ia berasal dari Temanggung, Jawa Tengah dan sedang berkuliah di sebuah kampus swasta di Sleman.

Kepada polisi, JA mengaku melahirkan bayinya pada 26 Juli 2025. Bayi hasil hubungan dengan kekasihnya berinisial AGR (22) yang juga berasal dari Temanggung itu meninggal beberapa saat usai dilahirkan. Bayi tersebut lalu dikubur di kebun pisang yang berada di depan indekos tempat mereka tinggal.

“Bayi dikubur oleh seorang laki-laki yang merupakan pacar dari perempuan yang periksa tadi di kebun pisang yang ada di depan kos tersebut,” ujar Wiwit.

Polisi lalu mendatangi lokasi bayi itu dikuburkan dan menemukan jasadnya. Kedua tersangka diringkus pada Rabu (30/7/2025).

Kepada polisi, mereka mengaku bayi itu sudah dikuburkan di kebun pisang di depan indekos JA.

Dari para pelaku, polisi mengumpulkan barang bukti berupa satu kunci paralon dengan bahan besi berukuran kurang lebih 25-30 sentimeter.

“Kunci tersebut digunakan pelaku untuk menggali tanah untuk menguburkan bayi di kebun pisang,” ungkap Wiwit.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti satu sprei dan satu jaket warna hitam.

Wiwit mengungkapkan, pelaku melakukan perbuatan tersebut lantaran panik memiliki anak di luar nikah. Kedua pelaku masih berstatus sebagai mahasiswa saat peristiwa itu terjadi.

“Panik karena belum menikah tapi sudah mempunyai anak,” ucapnya.

Kasubnit PPA Polresta Sleman, Ipda Arum Sari, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut sempat hidup selama satu jam dalam kondisi normal usai dilahirkan. Namun dari pemeriksaan medis, ditemukan adanya unsur kekerasan terhadap bayi. Polisi masih mendalami lebih lanjut peran dari masing-masing pelaku.

“Saat dilahirkan bayi dalam kondisi normal, menangis. Kemudian meninggal dan dikuburkan. Dalam keterangan medis memang ada unsur kekerasan. Masih dalam pendalaman kami untuk keterangan dari pelaku,” beber Arum.

Atas perbuatannya, pelaku JA dan AGR dijerat dengan pasal secara bersama-sama melakukan penelantaran anak sesuai Pasal 77B jo 76B dan atau kekerasan anak 80 jo 76C UU No.17/2016 perubahan kedua UU RI No.23/2002 tentang perlindungan anak jo pasal 55 KUHPidana. Keduanya terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Tags: Bayibayi dikuburmenelantarkanNgemplakSleman

Related Posts

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa

Pimpin DPC PDIP Sleman, Danang Maharsa: Doakan Saya

December 6, 2025
Bupati Sleman Harda Kiswaya dan sejumlah kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri pemberian surat keputusan (SK) PPPK paruh waktu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (3/12/2025).

Mengabdi 23 Tahun Sebagai Honorer di Pemkab Sleman, Maryadi Terima SK PPPK Paruh Waktu

December 3, 2025
Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kamis (7/8/2025)

Pemotongan Bukit Pendekan Viral Disorot, Bupati Sleman Perintahkan DLH dan Dispertaru Periksa Izinnya

December 2, 2025
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Hadapi Nataru, Bupati Sleman Harda Kiswaya Minta Perbaikan Jalan Ditingkatkan

December 2, 2025
Kecelakaan maut di kawasan Jalan Laksda Adisutjipto, Sleman, Selasa (2/12/2025)

Tabrakan Maut di Jalan Laksda Adisutjipto Libatkan Mobil dan Pemotor, 3 Orang Meninggal

December 2, 2025
Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Shodiqul Qiyar

Mengenal Shodiqul Qiyar: Menapaki Jalan Panjang dari Tukang Pasang Gipsum hingga Kursi Dewan

November 28, 2025
Next Post
Nelayan Gunungkidul Diminta Waspadai Gelombang Tinggi Selama Tiga Hari ke Depan

Gelombang Tinggi Hantam Kawasan Pesisir DIY, Diprediksi Terjadi hingga 9 Agustus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.