• Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Selang Sehari Bupati Sleman Minta Maaf Soal Keracunan MBG, Kejadian Lagi di Berbah

Nyaris berurutan, ratusan siswa di Mlati dan Berbah alami gejala keracunan yang diduga muasalnya setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis atau MBG

byGalih Priatmojo
August 27, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seorang siswa SMP di Sleman tengah dilarikan ke puskesmas usai diduga keracunan MBG, Rabu (13/8/2025)

Seorang siswa SMP di Sleman tengah dilarikan ke puskesmas usai diduga keracunan MBG, Rabu (13/8/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Hanya selang sehari setelah Bupati Sleman Harda Kiswaya memberi arahan terkait keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG di Mlati, kejadian serupa terjadi di kawasan Berbah.

Diberitakan populi.id, sebanyak 137 siswa SMP 3 Berbah mengalami gejala keracunan berupa mual hingga diare.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Berbah, Siti Rochmah menyebut gejala keracunan tersebut muncul diduga usai para siswa mengonsumsi MBG pada Selasa kemarin.

“Dari 378 siswa dan 2 guru yang menerima makanan MBG, terdapat 137 siswa yang mengeluhkan mual dan diare. Namun, kata Rochmah, yang benar-benar sakit dengan diare hanya sekitar 29 siswa, sementara sisanya mengalami gejala mual ringan. Tidak ada guru yang melaporkan gejala serupa,” terangnya, Rabu (27/8/2025).

Menu yang diberikan pada program MBG tersebut terdiri dari nasi kuning, telur dadar potong, abon, kering tempe, timun, dan jeruk.

Menyikapi kejadian tersebut, sekolah langsung berkoordinasi dengan wali murid untuk memberikan informasi dan memastikan kondisi anak-anak.

“Semua siswa sudah kembali sehat dan pulang ke rumah masing-masing,” ucap Rochmah.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Khamidah Yuliati, menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah terkendali.

“Insya Allah situasi sudah aman dan terpantau,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Yuliati menjelaskan bahwa para siswa yang menunjukkan gejala keracunan makanan telah mendapat penanganan medis dari tenaga kesehatan Puskesmas yang langsung turun ke lokasi sekolah. Sebanyak sembilan petugas medis dikerahkan untuk menangani kasus tersebut.

Dari total siswa yang mengalami gejala keracunan, tercatat sebanyak 137 orang. Dua dari mereka dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun kondisinya kini sudah membaik dan mereka menjalani rawat jalan.

“Tidak ada siswa yang perlu dirawat di rumah sakit,” katanya.

Ia menyebut, gejala yang dialami para siswa diduga muncul setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG. Namun, penyebab pasti dari keracunan ini masih belum bisa dipastikan.

“Diduga berkaitan dengan MBG, tapi penyebab pastinya belum diketahui,” tambah Yuliati.

Data Dinkes Sleman per 27 Agustus 2025 pukul 12.50 WIB menunjukkan bahwa sebanyak 378 siswa dan 2 guru telah menerima makanan dari program ini. Dari jumlah tersebut, 135 siswa dan 2 guru diduga mengalami gejala keracunan. Dari yang terdampak, satu orang dirujuk ke RSUD Prambanan, dua ke Puskesmas Berbah, dan 66 orang mendapatkan perawatan di sekolah oleh petugas Puskesmas.

Bupati Harda Minta Izin Penyedia MBG Dicabut

Sebelumnya Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat usai terjadi keracunan di Mlati. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG yang menjadi bagian dari program nasional.

“Yang jelas, ini harus jadi bahan evaluasi. Saya harap ada kolaborasi yang lebih kuat antara Pemkab Sleman dan Badan Gizi Nasional agar kejadian ini tidak terus terulang. Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Harda kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan sejak proses awal. Termasuk penunjukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG, sistem pengawasan, dan kepastian bahwa makanan yang disajikan benar-benar higienis. Ia juga menyoroti potensi penyalahgunaan dalam bentuk sub-kontrak penyediaan MBG yang bisa mengurangi kualitas makanan.

“Jangan-jangan disub-subkan. Kalau iya, bagaimana pengawasannya? Kalau tidak dikontrol dengan baik, ya timbul kejadian seperti ini. Maka regulasi dan pengawasan harus diperketat agar MBG benar-benar aman dan layak dikonsumsi,” tegasnya.

Harda menyatakan bahwa apabila ditemukan penyedia MBG yang terbukti lalai, maka tindakan tegas harus diambil, termasuk pencabutan izin kepada SPPG.

“Kalau sudah berulang kali terjadi ya dicabut izinnya saja. Tidak usah ewuh pekewuh, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, generasi masa depan,” ujarnya.
Tags: BerbahBupati Slemanharda kiswayakeracunanMakan Bergizi GratisMBGMlatiSMP Negeri 3 Berbah

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

May 31, 2026
Resmikan Jalan di Gamping, Bupati Sleman Puji Semangat Gotong Royong Warga

Resmikan Jalan di Gamping, Bupati Sleman Puji Semangat Gotong Royong Warga

May 31, 2026
ilustrasi uang Rupiah yang diwacanakan bakal dilakukan redenominasi

Kritik Narasi Pemerintah Soal Optimisme Ekonomi, Pakar: Buktikan Secara Ilmiah

May 21, 2026
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

May 13, 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Bupati Harda Kiswaya Minta Tata Kelola Daycare Diperbaiki

May 11, 2026
Next Post
Rekrutmen 1,3 Juta PPPK: Solusi Sementara atau Masalah Baru?

Rekrutmen 1,3 Juta PPPK: Solusi Sementara atau Masalah Baru?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.