SLEMAN, POPULI.ID – Pengguna jalan Ring Road Utara Sleman, khususnya di kawasan Gamping, perlu bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas, Jumat (29/8/2025) malam ini.
PT Adhi Karya akan melakukan pekerjaan pemutaran kepala pilar (pierhead) tol Jogja–Solo menggunakan metode sosrobahu, sehingga jalur utama di sekitar proyek akan ditutup sebagian.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, sistem contraflow diberlakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 01.00 WIB.
Hanya lajur sisi selatan yang akan dibuka, sementara sisi utara ditutup total selama pekerjaan berlangsung.
“Contraflow hanya berlaku semalam. Kendaraan besar tetap bisa lewat, tapi kami imbau agar tetap berhati-hati dan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelas Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, Kamis (28/8/2025).
Setelah pemutaran pierhead selesai, proyek Tol Jogja–Solo segera memasuki tahap pemasangan girder di kawasan Ring Road Utara mulai 1 September 2025.
Pekerjaan dilakukan malam hari pukul 22.00–05.00 WIB agar tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas.
Total akan dipasang 40 balok girder sepanjang 40 meter, menggunakan crane berukuran besar yang membutuhkan ruang di bahu jalan.
Karena itu, penutupan maupun pengalihan arus akan diberlakukan secara tentatif sesuai kondisi lapangan.
Rute alternatif sudah disiapkan, antara lain:
– Kendaraan berat dari arah barat ke timur dialihkan ke Ring Road Selatan melalui Jalan Wates–Gamping.
– Jika simpang Kronggahan ditutup, kendaraan dari arah barat diarahkan ke Flyover Jombor lalu ke Jalan Magelang.
“Selama memungkinkan, kami akan tetap menggunakan contraflow agar penutupan jalan bisa diminimalkan,” tambah Agung.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, terutama pada malam hari.
Sterilisasi area proyek dilakukan demi menjaga keselamatan pengendara maupun pekerja konstruksi.
Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman ini nantinya akan menjadi jalur penting penghubung antarwilayah, sehingga tahapan konstruksi dipercepat meski menimbulkan dampak sementara pada arus lalu lintas.