• Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Antisipasi Keracunan MBG, Guru Besar UGM Tekankan Hal Ini

Presiden Prabowo sebut angka keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya sebesar 0,00017, akan tetapi bahaya akan keracunan makanan ini tetap mengancam para siswa.

byredaksi
October 4, 2025
in headline, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN,POPULI.ID – Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) saat ini menjadi kekhawatiran orang tua siswa. Sebab, semakin hari jumlah siswa yang menjadi korban keracunan semakin bertambah.

Meskipun, Presiden Prabowo Subianto menyatakan angka keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya sebesar 0,00017, akan tetapi bahaya akan keracunan makanan ini tetap mengancam para siswa.

BERITA MENARIK LAINNYA

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

Dalam menanggulangi ancaman bahaya perlu adanya evaluasi yang menyeluruh dari hulu hingga hilir bahkan terhadap setiap pihak yang berperan. Meski penyebab dari keracunan ini pun masih terus diinvestigasi.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Prof. Sri Raharjo, mengatakan untuk mengenali makanan yang layak dimakan tidak dapat begitu saja dibebankan kepada konsumen atau siswa yang menerima makanan. Pasalnya, kemampuan siswa hanya sebatas menggunakan indera penciuman ataupun visual hingga tekstur dari makanan.

“Padahal persoalan pangan yang tidak aman itu tidak selalu dibersamai dengan tanda-tanda katakan pembusukan gitu ya,” ungkapnya, Jumat (3/10).

Indera penciuman manusia menurutnya hanya dapat digunakan sebagai proteksi pertama. Potensi bahaya atau tidaknya, tidak dapat terdeteksi, seperti aroma, rasa, dan tekstur makanan karena bisa nampak normal secara visual.

Sementara potensi bahaya dapat terletak pada bahan baku yang terkontaminasi bakteri patogen yakni bakteri yang menyebabkan sakit.

“Karena ada bakteri yang sifatnya merusak, membusukkan makanan, dia tidak menyebabkan sakit dan dia berarti mudah dimatikan dengan panas sedangkan untuk bakteri yang menyebabkan sakit yang disebutkan bakteri patogen itu mungkin jumlahnya tidak perlu banyak, tapi sudah bisa menimbulkan sakit,” jelasnya.

Kendati begitu, kehadiran bakteri patogen dalam makanan ini tidak selalu dibersamai dengan aroma atau rasa yang tidak enak. Dalam kasus keracunan massal di sejumlah sekolah di Indonesia, kata Sri raharjo, diperkirakan terdapat potensi bahaya yang memang tidak mampu dideteksi oleh siswa.

“Nah, ketika siswa di hadapkan dengan masakan yang normal-normal saja, kelihatannya normal maka kan tidak ada masalah untuk terus berlanjut mengkonsumsi dan itu bukan hanya satu atau dua orang siswa, banyak sekali,” terangnya.

Selain itu, reaksi keracunan dari setiap kasus pun berbeda-beda. Tidak semua bereaksi langsung dengan memuntahkan makanan. Reaksi bisa muncul kapan saja dan tidak dalam bentuk muntahan.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus keracunan pada menu makanan MBG, Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM ini  mendesak perlu adanya perhatian khusus terhadap proses pengolahan hingga pengemasan makanan.

Selain itu, perlu diperhatikan juga waktu pengolahan hingga makanan dikonsumsi siswa. Bahkan perlu diruntut satu per satu dari isi tray makanan.

“Dalam satu tray makanan yang macam-macam itu, kira-kira yang berkontribusi pada keracunan tadi itu dimana? Nasi, lauk, atau sayuranya kah? gitu kan? dan nanti juga diperiksa dalam proses penyiapannya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan salah satu menu di MBG yang memiliki potensi besar menyebabkan keracunan adalah lauk. Pengolahan lauk memerlukan waktu dan pemanasan yang cukup agar dapat mematikan atau mengurangi bakteri di bahan mentahnya. Sementara terdapat keterbatasan waktu, alat, hingga Sumber Daya Manusia dari pihak penyedia MBG.

“Terpenting, pada pengadaan bahan mentahnya, bahan segarnya entah itu daging, ikan atau sayurannya itu, usahakan memang kondisinya bersih cemarannya dan belum tinggi”, ungkapnya.

Selain itu, kapasitas dari setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu diperhitungkan kembali. Pasalnya, target yang dipatok pemerintah untuk setiap SPPG memenuhi kurang lebih 3000 pack MBG terlihat melebihi kapasitas satu dapur umum. Sehingga kontrol terhadap makanan yang dipersiapkan tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Tags: Guru Besar UGMkeracunanMakan Bergizi GratismakananMBGSri Raharjo

Related Posts

Ilustrasi MBG

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

January 8, 2026
Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

January 7, 2026
Jumpa Pers kasus keracunan mahasiswa Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) di RSJ Grhasia Yogyakarta, Senin (5/1/2025).

Keracunan Massal Mahasiswa UNISA Diduga Berasal dari Risol Mayo

January 5, 2026
Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Pangan saat Kegiatan Studi di RSJ Grhasia

January 5, 2026
Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

Masuk Libur Sekolah, MBG Diprioritaskan untuk Balita hingga Ibu Hamil

December 26, 2025
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang.

BGN Pastikan Pengambilan Paket MBG Selama Libur Sekolah Bersifat Opsional

December 23, 2025
Next Post
Guru Besar Departemen Manajemen FEB UGM Prof. Dr. R. Agus Sartono, M.B.A.

MBG Sebaiknya Dikelola Kantin Sekolah, Cegah Masalah Pangan hingga Rente

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.