SLEMAN, POPULI.ID – Keracunan massal usai pengajian pamitan haji terjadi di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Kejadian tersebut diduga meluas karena nasi kotak dari acara itu tidak hanya dikonsumsi tamu undangan, tetapi juga dibagikan kepada sejumlah pihak lain.
Panewu Mlati, Dyah Purwanti, mengatakan makanan dari acara pengajian tersebut awalnya disiapkan untuk sekitar 130 tamu undangan beserta keluarga. Namun sisa nasi kotak turut dibagikan ke yayasan serta pemain sepak bola di Lapangan Getas.
“Yang menerima tidak hanya warga yang hadir di pengajian. Sisa makanan juga dibagikan ke yayasan dan pemain sepak bola di lapangan Getas,” ujar Dyah, Senin (4/5/2026).
Selain itu, sebagian makanan juga dibawa pulang oleh keluarga undangan untuk dikonsumsi di rumah, sehingga cakupan warga yang terdampak berpotensi lebih luas.
Pihak kapanewon kini masih menelusuri apakah penerima nasi kotak di luar lokasi acara juga mengalami gejala serupa.
“Kami masih menelusuri apakah mereka yang menerima makanan dari luar padukuhan juga merasakan gejala yang sama,” katanya.
Hingga Senin siang, tercatat 29 warga mendatangi posko kesehatan yang dibuka di rumah Dukuh Toragan, sementara 25 lainnya telah memeriksakan diri secara mandiri sejak malam sebelumnya.
Para korban umumnya mengalami diare, mual, muntah, dan pusing usai mengkonsumsi nasi kotak yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Delapan warga sempat menjalani pemeriksaan di RSA UGM, namun seluruhnya hanya rawat jalan dan diperbolehkan pulang.
“Sampai saat ini belum ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit,” tandas Dyah.
Petugas kesehatan masih terus mendata warga terdampak serta menelusuri sumber pasti penyebab dugaan keracunan tersebut. (populi.id/Hadid Pangestu)












