SLEMAN, POPULI.ID – Pamitan haji berujung petaka setelah sejumlah warga mengalami keracunan usai mengonsumsi kotak nasi yang disediakan tuan rumah, Minggu pagi (3/5/2026).
Hingga Senin (4/5/2026) pukul 12.30 WIB, jumlah korban tercatat mencapai 35 orang, baik yang memeriksakan diri secara mandiri maupun mendatangi posko darurat.
Acara pamitan haji tersebut digelar oleh calon jemaah haji bernama Supardal di Gedung Dakwah Azzakiyah, Tlogoadi, mengundang tetangga serta kerabat yang kemudian turut menjadi korban.
Anak Supardal, Nayuku Bramantyo, mengatakan keluarga mengundang sekitar 130 orang dalam acara tersebut. Para tamu mendapat nasi kotak dan makanan ringan. Dalam nasi kotak itu terdapat menu nasi, ayam kecap manis, telur, serta ampela ati.
Nayuku mengaku sempat menyantap makanan katering tersebut dua kali. Ia merasakan ada kejanggalan pada satu di antara lauk.
“Rasanya aneh itu dari krecek, agak kecut, baunya tidak terlalu kelihatan. Tapi pagi sampai siang awalnya belum terasa,” ujarnya.
Ia mengatakan gejala mulai dirasakan keluarganya pada malam hari.
“Di rumah kami yang merasakan saya, bapak, dan ibu. Saya mulai merasakan sekitar setengah 11 malam. Sekarang mulai terasa panas,” katanya.
Menurut Nayuku, pesanan katering datang terlambat dari waktu yang telah disepakati.
“Saya minta pesanan datang pukul 05.30 WIB, tapi datang jam 06.30 WIB. Kemudian kami mengemas makanan dan snack, lalu acara dimulai pukul 08.00 WIB,” jelasnya.
Pasca kejadian, pihak keluarga belum menghubungi kembali penyedia katering dan menyerahkan proses pemeriksaan kepada kepolisian serta Puskesmas setempat.
Sebagai tuan rumah sekaligus korban, Nayuku meminta pemilik katering bertanggung jawab atas dugaan kelalaian tersebut.
“Kami minta penjara 10 tahun, soalnya sudah banyak orang, termasuk saya juga menjadi korban, saya bukan pelaku. Kalau bisa juga ada denda atas kerugian ini,” tegasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)












