SLEMAN, POPULI.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Hasto Karyantoro, meresmikan gedung Balai RW 46 di Perumahan Baleasri, Dusun Perengdawe, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, pada Minggu (3/5/2026).Peresmian gedung baru tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng nasi kuning.
Hasto mengatakan, gedung baru Balai RW 46 tersebut dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Sleman. Proses pembangunan berlangsung dalam dua tahap dengan total anggaran sekitar Rp130 juta.
“Alhamdulillah sudah terwujud dengan dua kali tahap pembangunan. Mudah-mudahan gedung itu bisa dimanfaatkan untuk seluruh kegiatan masyarakat. Termasuk acara-acara kampung, rapat rutin, maupun hajatan personal warga, dan kebutuhan keluarga yang membutuhkan ruang terbuka lebih luas bisa digunakan di sini,” ucap Hasto kepada Populi.id, Minggu (3/5/2026).
Dia menyampaikan, pembangunan gedung tersebut merupakan bentuk komitmen anggota dewan DPRD Kabupaten Sleman untuk memfasilitasi aspirasi serta usulan-usulan masyarakat.
Meski begitu, kerja sama yang kompak dengan pihak kelurahan juga dinilai penting untuk memastikan aspirasi warga bisa difasilitasi lebih maksimal.
“Jadi kami di dewan menjalankan fungsi penganggaran, sementara pihak kelurahan secara teknis memfasilitasi usulan masyarakat. Semua ini berawal dari aspirasi warga yang kami tampung, arahkan, dan anggarkan sesuai tupoksi serta ketentuan yang berlaku,” katanya.
“Insya Allah saya berusaha menjaga komitmen untuk membangun Sleman, khususnya Balecatur dan sekitarnya desuai amanah yang ada di pundak saya. Semiga makin berkembang dan kebermanfaatannya lebih dirasakan warga,” harap dia.
Lurah Balecatur, Andri Septiyanto, membenarkan bahwa proses pembangunan tersebut berawal dari aspirasi warga RW 46 yang menginginkan adanya gedung pertemuan.
Hingga akhirnya diajukan permohonan anggaran untuk pembangunan gedung Balai RW 46 yang terealisasi dalam dua tahap yakni pada 2023 dan 2025.
“Karena dulu mengajukan dan sekarang sudah terealisasi, maka tanggung jawab warga adalah menggunakan dan merawat gedung dengan sebaiknya. Semoga berbagai macam kegiatan warga bisa difokuskan atau dipusatkan di gedung pertemuan ini,” ujarnya.
Ketua RW 46 Perum Baleasri, Erwanti, mengaku bersyukur berbagai usulan dan aspirasi warga RW 46 Perengdawe telah direalisasikan oleh Pemkab Sleman dan DPRD Sleman.
Selain pembangunan Balai RW 46 tahap satu dan dua, aspirasi warga yang sudah terealisasi antara lain betonisasi jalan sepanjang 336 meter serta pemasangan lampu penerangan jalan di lima titik.
“Alhamdulillah Bapak Hasto membantu kami merealisasikan usulan-usulan itu. Sebelumnya, kami merasa kesulitan untuk pengajuan-pengajuan dana itu. Bahkan, bantuan pun tidak masuk, tapi sejak ada tim Pak Hasto sudah empat aspirasi yang terealisasi. Totalnya sekitar Rp300-an juta,” tutur dia.
Dia membeberkan selama ini warga RW 46 belum memiliki sebuah gedung pertemuan, sehingga kegiatan pertemuan rutin dilaksanakan bergilir dari rumah ke rumah warga.
Kini, berbagai kegiatan warga sekitar bisa digelar di Balai RW 46. Apalagi gedung tersebut sudah dilengkapi fasilitas toilet, gudang, dan dapur.
“Insya Allah rencana besok di samping Balai RW akan diratakan untuk kepentingan masyarakat, semisal tempat parkir. Kalau dulu tempat itu adalah lapangan badminton, tapi karena sudah vakum dipakai, maka dipilihlah sebagai tempat pembangunan Balai RW 46,” paparnya.
Selain hal itu, Erwanti menyebut ada beberapa titik di RW 46 yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Di antaranya talut jalan seluas 200 meter yang rawan longsor di RT 10 dan RT 13, serta perbaikan jalan berupa pemasangan blok sepanjang 501,76 meter di RT 13.
Dia berharap, aspirasi itu bisa terus dikawal dan direalisasikan oleh pemerintah.
(populi.id/Dewi Rukmini)











