• Tentang Kami
Sabtu, Agustus 29, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Cap Narsistik Serampangan di Medsos, Akademisi UMY Ingatkan Bisa Timbulkan Gangguan Mental

Cahyo menegaskan tak semua perilaku narsistik dikategorikan sebagai gangguan kepribadian. Sebuah perilaku baru dapat disebut gangguan jika menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan orang lain

byredaksi
November 8, 2025
in headline, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi gangguan mental

Ilustrasi gangguan mental. [pexels/SHVETS production]

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Belakangan ini istilah NPD (Narcissistic Personality Disorder) atau gangguan kepribadian narsistik semakin sering muncul di dunia maya. Di berbagai platform media sosial, label “NPD” kerap digunakan secara sembarangan untuk menyebut seseorang yang dianggap egois, haus perhatian, atau selalu ingin menang sendiri.

Fenomena pelabelan ini, menurut Cahyo Setiadi Ramadhan, S.Psi., M.Psi., Psi., dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), justru dapat menimbulkan dampak sosial yang serius. Label gangguan mental yang disematkan tanpa dasar ilmiah bisa membentuk stigma, menimbulkan prasangka, bahkan menjauhkan seseorang dari lingkungan sosialnya meskipun ia sebenarnya tidak mengalami gangguan tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

“Sekarang istilah NPD sering digunakan secara serampangan. Label seperti ini berbahaya karena menciptakan persepsi negatif terhadap seseorang bahkan sebelum dikenali lebih jauh. Akibatnya, ia bisa dijauhi, disalahpahami, atau kehilangan kesempatan berinteraksi secara sehat,” ujar Cahyo dikutip dari laman UMY, Sabtu (8/11/2025).

Secara klinis, NPD merupakan salah satu bentuk gangguan kepribadian yang ditandai dengan kebutuhan berlebih untuk dikagumi dan keyakinan konstan bahwa dirinya lebih unggul dari orang lain. Penderitanya kerap memiliki fantasi berlebihan tentang kekuasaan, kesuksesan, atau keistimewaan diri, serta sangat sensitif terhadap kritik.

“Mereka membutuhkan validasi dari orang lain dan sering kali tampak arogan. Ketika dikritik, bisa bereaksi berlebihan atau menolak tanggung jawab. Kondisi ini berbeda jauh dengan sekadar percaya diri tinggi,” jelasnya.

Namun Cahyo menegaskan bahwa tidak semua perilaku narsistik dapat dikategorikan sebagai gangguan kepribadian. Sebuah perilaku baru dapat disebut gangguan jika sudah menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri maupun orang lain, misalnya ketika seseorang terlalu dominan hingga menghambat kerja tim, sulit menjalin hubungan dekat, atau tidak mampu menerima pandangan orang lain.

“Masalahnya, orang dengan NPD sering kali tidak sadar bahwa perilakunya merugikan dirinya sendiri. Ia justru menyalahkan orang lain, menganggap orang lain tidak kompeten atau toksik, padahal dirinya sendiri yang bermasalah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan bahwa penyebab munculnya NPD bersifat multifaktorial, mulai dari faktor biologis dan genetik, hingga pola asuh dan budaya sosial. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh pujian berlebihan atau selalu diutamakan dapat mengembangkan rasa percaya diri semu yang sulit dikontrol. “Dalam budaya yang menyanjung satu gender atau memberi perlakuan istimewa sejak kecil, anak bisa tumbuh dengan rasa superioritas yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, perilaku orang tua yang narsistik pun bisa ditiru oleh anak,” tambahnya.

Cahyo menegaskan bahwa memahami NPD tidak bisa hanya melalui konten singkat atau istilah viral di internet. Diagnosis gangguan kepribadian memerlukan pemeriksaan profesional oleh psikolog atau psikiater dengan prosedur ilmiah yang terstandar.

“NPD adalah istilah klinis, bukan label sosial. Yang berhak menegakkan diagnosis hanyalah profesional di bidangnya. Kalau masyarakat asal menilai dan memberi cap, itu bukan diagnosis, melainkan labeling semata. Bahkan bagi orang yang tidak narsistik tapi mudah terpengaruh secara sosial, label seperti ini bisa sangat menghancurkan,” pungkasnya.

Tags: Cahyo Setiadi Ramadhangangguan mentalkesehatanNarcissistic Personality DisordernarsistikNPDpsikologiUMY

Related Posts

Ilustrasi kencur

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

Juli 28, 2026
Ilustrasi kelas kosong.

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

Juli 23, 2026
Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Juli 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

Juli 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

Juli 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

Juli 13, 2026
Next Post
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi para pengurus Kadin DIY dalam pembukaan Musda IX Kadin DIY di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (8/11/2025).

Kadin DIY Gelar Musda IX, Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Inklusif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.