• Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Global

Pakar UMY: Venezuela Berisiko Kehilangan Legitimasi Usai Maduro Ditangkap

penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat dinilai berpotensi menciptakan krisis legitimasi negara. Dalam kondisi tersebut, masyarakat kehilangan rujukan otoritas yang jelas

byredaksi
January 7, 2026
in Global, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi Venezuela

Ilustrasi masyarakat Venezuela mengibarkan bendera. [pexels/Renan Braz]

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Pemimpin yang berpotensi muncul pasca-invasi Amerika Serikat ke Venezuela dinilai berisiko kehilangan legitimasi dan hanya menjadi perpanjangan kepentingan asing.

Pakar Sosiologi Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir menilai pergantian kekuasaan yang terjadi melalui tekanan eksternal kerap melahirkan ilusi perubahan politik di tengah masyarakat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Waspadai Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Bayi hingga Penyandang Sakit Kronis Berisiko Tinggi

Kasus Penyekapan di Bandung, Guru Besar UMY Ingatkan Pentingnya Perlindungan Korban

Menurut Zuly, dalam banyak kasus masyarakat yang merasa kecewa terhadap pemimpin sebelumnya cenderung memberikan dukungan kepada siapa pun yang menggantikannya, tanpa terlebih dahulu menilai secara kritis proses dan kepentingan di balik pergantian kekuasaan tersebut.

“Ketika masyarakat sudah tidak suka dengan pemimpin lama, lalu ada kekuatan asing yang menurunkannya, sering kali dukungan langsung diberikan. Padahal, pemimpin yang diangkat melalui campur tangan asing berpotensi besar menjadi pemimpin boneka,” ujar Zuly dilansir dari laman UMY, (7/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa euforia perubahan semacam ini kerap menutup kesadaran publik terhadap risiko jangka panjang. Dukungan politik yang dibangun semata-mata atas dasar ketidaksukaan terhadap rezim lama tidak selalu berujung pada lahirnya pemerintahan yang lebih baik atau berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ilusi perubahan ini berbahaya. Yang penting bukan hanya siapa yang diganti, tetapi bagaimana proses pergantian itu terjadi dan untuk kepentingan siapa,” tegasnya.

Guru Besar Ilmu Sosiologi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UMY tersebut menilai pemimpin hasil intervensi asing umumnya terikat pada kepentingan pihak yang mendukungnya. Dalam konteks Venezuela, potensi tersebut dinilai semakin kuat mengingat posisi strategis negara itu sebagai salah satu produsen minyak dunia.

Lebih lanjut, penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat dinilai berpotensi menciptakan krisis legitimasi negara. Dalam kondisi tersebut, masyarakat kehilangan rujukan otoritas yang jelas, sementara kendali pemerintahan justru beralih ke aktor eksternal.

Risiko ini semakin besar karena adanya keretakan di kalangan elite Venezuela, baik di ranah politik, militer, maupun intelijen. Perbedaan sikap elite terhadap kepemimpinan dan intervensi asing dinilai membuka ruang instabilitas yang lebih luas di tingkat masyarakat.

Zuly juga mengingatkan bahwa dukungan publik terhadap pemimpin pasca-invasi dapat dengan mudah dimanipulasi melalui narasi penyelamatan dan stabilisasi. Dalam situasi krisis, masyarakat cenderung mencari figur pengganti secara cepat, tanpa ruang refleksi yang memadai.

Oleh karena itu, keberadaan kelompok masyarakat yang independen dan kritis dinilai sangat penting untuk mengawal proses perubahan politik. Menurutnya, tanpa kontrol sosial yang kuat, transisi kekuasaan berisiko sepenuhnya dikendalikan oleh aktor eksternal.

“Harus ada kelompok kritis yang mengawal, mempertanyakan, dan mengawasi. Jika tidak, perubahan kepemimpinan ini justru akan melahirkan persoalan baru yang lebih besar,” pungkasnya.

Tags: amerika serikatLegitimasiSosiologi PolitikUMYVenezuelaZuly Qodir

Related Posts

Ilustrasi cuaca panas ekstrem

Waspadai Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Bayi hingga Penyandang Sakit Kronis Berisiko Tinggi

July 7, 2026
Ilustrasi penyekapan.

Kasus Penyekapan di Bandung, Guru Besar UMY Ingatkan Pentingnya Perlindungan Korban

June 27, 2026
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

BGN Berhenti Operasional Saat Libur Sekolah, Dosen UMY: Saatnya Evaluasi

June 22, 2026
Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Kampus dan Polisi

Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Kampus dan Polisi

June 22, 2026
Ratusan mahasiswa UMY menggelar aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026).

Merahkan Titik Nol Kilometer, Mahasiswa UMY Suarakan Delapan Tuntutan ke Pemerintah

June 19, 2026
Ilustrasi sarjana

Masuki Era Disrupsi, Prof Zuly: IPK Tinggi Saja Tak Cukup

May 27, 2026
Next Post
Tim relawan dan BPBD Bantul melakukan penanganan rumah warga yang terdampak bencana cuaca ekstrem

Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 M Benahi 11 Titik Terdampak Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.