SLEMAN, POPULI.ID – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pemantauan terkait ketersediaan hingga layanan SPBU di bumi sembada.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa secara langsung melakukan pemantauan ketersediaan BBM dan LPG di SPBU 44.552.04 Adisutjipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (16/12/2025).
Menurut Danang, praktik pengurangan takaran BBM tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga mencoreng citra SPBU dan daerah. Meski SPBU yang melanggar dapat kembali beroperasi setelah dilakukan penindakan, dampak kepercayaan masyarakat dinilai sulit dipulihkan.
“Sekali kedapatan, itu menjadi kesalahan dan beban. Walaupun nanti kembali normal, citra di mata masyarakat sudah terlanjur rusak,” ujar Danang.
Ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan meminta Pertamina melakukan pengecekan rutin agar praktik serupa tidak kembali terjadi, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat saat Nataru.
Pemantauan tersebut dilakukan bersama Tim UPTD Metrologi Legal Disperindag Sleman, Pertamina, serta Hiswana Migas DIY dengan melakukan tera ulang untuk memastikan keakuratan takaran BBM di SPBU.
Sementara itu, Pertamina menyatakan siap menyesuaikan distribusi BBM dan LPG selama Nataru, serta menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi lonjakan konsumsi di wilayah Sleman.
Langkah penertiban dan pengawasan ini diharapkan mampu melindungi konsumen sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan SPBU di Sleman selama masa libur panjang.
Sales Area Manager Pertamina Yogyakarta, Mahfud Nadyo Hantoro, menyampaikan bahwa Pertamina berupaya menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan selama Nataru.
“Insya Allah stok BBM di SPBU Sleman aman. Masyarakat maupun wisatawan yang datang ke DIY, khususnya Sleman, dapat dengan mudah memperoleh BBM maupun LPG 3 kilogram,” jelasnya.
Terkait penambahan stok BBM, Mahfud menyebut Pertamina akan menyesuaikan dengan pola konsumsi masyarakat selama Nataru.
“Kami akan melihat pergerakan konsumsi. Jika terjadi naik turun, tentu akan kami sesuaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertamina juga menyiapkan tangki cadangan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kekurangan pasokan. Jika terjadi peningkatan kebutuhan di SPBU tertentu, distribusi dapat segera dilakukan tanpa harus mengambil pasokan dari jarak jauh.
Sementara itu, Bidang SPBU Hiswana Migas DIY, Wira Adhyaksa, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan LPG di wilayah DIY selama Nataru.
“Kenaikan jumlah pengunjung berpotensi menyebabkan kekurangan stok di wilayah tertentu. Ini menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat setempat,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)












