• Tentang Kami
Sunday, March 8, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Makna Sangkan Paraning Dumadi: Sebuah Konsep Hidup Bernilai Religi Tinggi

Sangkan Paraning Dumani merupakan konsep hidup yang lekat dengan masyarakat Jawa terkhusus di lingkup Keraton Yogyakarta, lalu apa maknanya?

byGalih Priatmojo
January 31, 2025
in headline, Kultur
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Makna Sangkan Paraning Dumadi: Sebuah Konsep Hidup Bernilai Religi Tinggi

Ilustrasi sangkan paraning dumadi. pixabay/dedy_timbul]

0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Bagi sebagian masyarakat yang tinggal di Yogyakarta barangkali kerap mendengar istilah Sangkan Paraning Dumadi. Kalimat yang sangat lekat dengan filosofi Keraton Yogyakarta itu bahkan dalam beberapa kesempatan tak jarang dikutip oleh para politisi tanah air, salah satunya mantan Presiden Soeharto.

Lalu apa itu Sangkan Paraning Dumadi?

BERITA MENARIK LAINNYA

Dugaan Roti Kedaluwarsa dalam Menu MBG Viral di Media Sosial, Bolona Bakery Beri Klarifikasi

Sisi Lain Veda Ega Pratama di Luar Sirkuit, Guru SMA Taman Madya IP: Mudah Berbaur

Tujuan Hidup

Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam riwayatnya telah ada jauh sebelum dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga ketika masa penyebaran agama Islam di tanah Jawa tepatnya ketika berdirinya Kerajaan Demak.

Sangkan Paraning Dumadi merupakan salah satu konsep yang lahir dari kebudayaan Jawa tentang hidup untuk mencapai kesempurnaan.

Sangkan Paraning Dumadi berdasar maknanya yakni asal dan tujuan hidup manusia. Dimana manusia itu harus mengetahui dari mana asal segala sesuatu yang hidup dan harus kemana tujuan segala sesuatu yang hidup itu.

Franz Magnis-Suseno menyebut konsep Sangkan Paraning Dumadi sebagai inti kebijaksanaan mistik Jawa. Dalam pengertiannya manusia harus sampai pada sumber hidupnya yakni Tuhan bila ia ingin mencapai kesempurnaan.

Tercatat dalam Berbagai Serat

Dikutip dari I Kuntara Wiryamartana berjudul Arjuna Wiwaha: Transformasi Teks Jawa Kunu Lewat Tanggapan dan Penciptaan di Lingkungan Sastra Jawa (1990), konsep ini pertama kali muncul pada pupuh X dalam kakawin Arjuna Wiwaha yang ditulis Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Raja Erlangga (1019-1042).

Konsep Sangkan Paraning Dumadi juga muncul dalam sejumlah serat di antaranya Wedhatama.

Dalam tulisan Seno Sastroamidjojo di buku berjudul Wedhatama (1961), di dalam serat ini Sangkan Paraning Dumadi disebutkan lewat istilah purwa yakni wekasing jagad raya atau awalan, kemudian akhirnya alam semesta seisinya.

Konsep yang lahir dari rahim kebudayaan Jawa ini mengandung nilai religi yang tinggi dan bersifat universal.

Tak heran bila kemudian konsep ini banyak diadopsi di berbagai serat termasuk di dalam naskah Islam kejawen seperti Serat Dewa Ruci, Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Centini serta Serat Wulangreh.

Sekaten dan Sumbu Filosofi

Di masa awal persebaran agama Islam di Jawa yang ditandai dengan berdirinya Kerajaan Demak, Sunan Kalijaga menggunakan konsep Jawa tersebut sebagai sarana dakwah sesuai dengan napas-napas keislaman.

Konsep itu oleh Sunan Kalijaga dimanifestasikan melalui tradisi membunyikan gamelan di peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.

Tradisi ini yang kemudian jamak dikenal dengan tradisi Sekaten yang hingga kini masih dilestarikan oleh Keraton Yogyakarta.

Tak hanya Sekaten, oleh Keraton Yogyakarta konsep Sangkan Paraning Dumadi juga diwujudkan dalam produk tata ruang keraton.

Dari sejumlah sumber sejarah, sumbu filosofi dibangun pada abad ke-18. Ide itu dicetuskan oleh Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I.

Tiga titik tata ruang yang mewakili sumbu filosofi tersebut yakni Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta hingga Panggung Krapyak.

Tags: hidupkebudayaan jawasangkan paraning dumadisumbu filosofiYogyakarta

Related Posts

Snack dari Bolona Bakery sempat disorot karena dalam sajian MBG sudah kedaluwarsa

Dugaan Roti Kedaluwarsa dalam Menu MBG Viral di Media Sosial, Bolona Bakery Beri Klarifikasi

March 6, 2026
pebalap Moto3 Veda Ega Pratama

Sisi Lain Veda Ega Pratama di Luar Sirkuit, Guru SMA Taman Madya IP: Mudah Berbaur

March 4, 2026
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian di Ndalem Pujokusukan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Selasa (3/3/2026). (Polresta Yogyakarta)

Gamelan di Ndalem Pujokusuman Raib Digondol Pencuri, Kerugian Capai Rp2 Juta

March 3, 2026
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan penambahan volume sampah tidak signifikan selama Ramadan 2026.

DLH Kota Yogyakarta Pastikan Penambahan Volume Sampah di Bulan Ramadan Tak Melonjak

March 3, 2026
Ketua Komisi IV DPR RI Dapil DIY, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, didampingi Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membagikan paket sembako kepada 450 pasukan oranye atau petugas kebersihan DLH Kota Yogyakarta, pada Minggu (1/3/2026).

Sumringah, 450 Pasukan Oranye DLH Kota Yogyakarta Terima Paket Sembako dari Titiek Soeharto

March 1, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. [populi.id/Hadid Pangestu]

Hasto Wardoyo Ungkap Kendala Pengembangan KDMP, Titiek Soeharto: Pelan-pelan Saja

March 1, 2026
Next Post
Sempat Mengerang Kesakitan Saat Kontra Persik, Begini Kondisi Terkini Bek PSS Sleman Cleberson Souza

Kondisi Terkini Cleberson Souza dan Hokky Caraka Jelang Laga Borneo FC kontra PSS Sleman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.