• Tentang Kami
Tuesday, March 3, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Kasus Antraks Mencuat di Gunungkidul, Penyebabnya Diduga Bersumber dari Sini

ketika kasus PMK urung mereda, Gunungkidul baru-baru ini digegerkan dengan munculnya kembali kasus antraks yang menimpa hewan ternak

byGalih Priatmojo
February 18, 2025
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sorot Rencana Impor Sapi Perah untuk MBG, Guru Besar UGM Minta Pemerintah Waspadai Hal Ini

ilustrasi sapi perah. [unsplash/Markus Spiske

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

Finis Urutan Kelima di Moto3, Veda Ega Pratama Torehkan Rekor

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates menduga bahwa kasus antraks yang muncul di Kalurahan Tileng berasal dari kandang tersebut, bukan dari luar. Melihat kronologi dari terpaparnya hewan tersebut yang baru sebulan di kandang itu.

Kepala BBVet Wates, drh. Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa kemungkinan besar penyebaran antraks disebabkan oleh spora di tanah yang tertinggal dari kasus serupa dua tahun lalu atau melalui pakan ternak yang terkontaminasi.
“Tim BBVet Wates telah mengambil sampel yang kemudian dikirim ke dinas terkait, dengan hasil yang menunjukkan positif antraks,”tutur dia ketika dihubungi, Selasa (19/2/2025).
Investigasi dilakukan pada 15 Februari di lokasi kejadian, termasuk pengambilan sampel darah dari sapi yang mati. Hasil uji laboratorium dari sampel darah yang diambil dari sapi bernama Samoel menunjukkan positif antraks pada tanggal 15 Februari. Saat ini, tim juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari sampel tanah yang diambil dari kandang.
Sebanyak 8-10 sampel tanah telah dikumpulkan, meskipun sudah tidak ditemukan darah di area tersebut. Informasi yang didapat dari survei dinas menyebutkan bahwa sapi yang mati diberikan kepada pedagang untuk dibuang ke luweng (goa bawah tanah).
“Yang dua sapi yang masih sehat dititipkan kepada pedagang,” ungkapnya.
drh Hendra menambahkan membuang bangkai sapi ke luweng (goa vertikal) sangat berbahaya karena tidak sesuai dengan prosedur penanganan yang benar. Seharusnya, bangkai ternak yang terinfeksi antraks dikubur setidaknya 2 meter di bawah tanah untuk mencegah penyebaran bakteri.
Meski demikian, ada pendapat bahwa luweng yang mengarah ke laut dengan kadar garam tinggi dapat mengurangi risiko penyebaran. Namun, secara praktik, membuang bangkai ternak ke luweng bukanlah tindakan yang dianjurkan.
“Hingga saat ini, pemilik sapi yang mati juga belum dapat memastikan apakah bangkai tersebut benar-benar dibuang ke luweng. Yang terpenting adalah mengambil tindakan cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,”tambahnya.
BBVet Wates telah melakukan desinfeksi kandang pada Senin (17/2/2025) dan akan mengulanginya dalam beberapa hari ke depan. Ternak yang masih berada di sekitar lokasi telah diberikan pengobatan, dan BBVet Wates juga telah menginstruksikan agar seluruh ternak di wilayah tersebut segera divaksinasi antraks.
Kandang tempat kejadian harus dievakuasi dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas ternak hingga situasi dinyatakan aman. Hingga saat ini, belum ditemukan gejala antraks pada manusia, tetapi masyarakat diminta segera melapor ke Puskesmas jika mengalami tanda-tanda infeksi.
“Sisa-sisa pakan dan kotoran di sekitar kandang juga akan dimusnahkan dengan cara dibakar untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut,”tutur dia.
Sapi yang mati diketahui baru dipindahkan sebulan sebelumnya ke kandang tersebut. Mengingat daerah sebelumnya dinyatakan bebas antraks, kemungkinan besar penularan terjadi di dalam kandang akibat kontaminasi pakan atau tanah yang mengandung spora bakteri. Masa inkubasi antraks berkisar 14 hari, sehingga perlu dilakukan pemantauan lebih lanjut terhadap ternak yang berada di sekitar lokasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Sri Suhartanta, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap hewan ternak di Kalurahan Tileng, Girisubo. Dari hasil pendataan, tiga ekor sapi dan dua ekor kambing terindikasi antraks. Suhartanta juga mengakui bahwa sapi yang mati sempat dipindahkan dari lokasi tanpa mengikuti prosedur penanganan yang tepat.
“Satu ekor sapi limosin mati, dan informasinya sempat terjadi pemindahan sapi sebelum kematian. Namun, apakah sapi tersebut sempat dijual atau tidak, kami masih menelusuri lebih lanjut,” ujar Suhartanta.
Pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul untuk menelusuri sumber penyebaran antraks serta memastikan penanganan pasca-kematian dilakukan dengan benar. Dia telah memerintahkan DPKH untuk segera menelusuri asal antraks tersebut serta memastikan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan dijalankan dengan baik.
Tags: antraksGirisuboGunungkidulternak

Related Posts

Pebalap Veda Ega Pratama saat menjalani kualifikasi Moto3

Finis Urutan Kelima di Moto3, Veda Ega Pratama Torehkan Rekor

March 1, 2026
Pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

February 24, 2026
ilustrasi sinkhole yang ada di Gunungkidul.

Meneroka Penyebab Munculnya Sinkhole di Gunungkidul hingga Sumatera Barat

February 20, 2026
Pebalap asal Gunungkidul Veda Ega menjalani tes pramusim Moto3 di Jerez, Spanyol

Tampil Gahar di Jerez, Veda Ega Pratama Pertajam Catatan Waktu di Tes Pramusim Moto3 2026

February 18, 2026
ilustrasi nelayan tenggelam

Aksi Heroik Berujung Duka, Dukuh Muda di Gunungkidul Meninggal Usai Selamatkan Mahasiswi KKN

February 18, 2026
Satu di antara kamar yang disediakan di D'Girijati Resort & Beach Club

D’Girijati Resort & Beach Club Tambah Fasilitas Kelas Dunia Sambut Antusiasme Wisatawan ke DIY

February 15, 2026
Next Post
truk distributor gas lpg 3 kg

Gas LPG 3 Kg di Yogyakarta Masih Langka, Pertamina Ungkap Penyebabnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.