• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

DLH Kota Yogyakarta Dorong Pesantren Replikasi Sistem Pengelolaan Sampah

kata Ahmad, beberapa pesantren besar mulai menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Termasuk dengan memisahkan jenis sampah sejak awal.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 16, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi.

Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren Kota Yogyakarta menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Dengan jumlah mencapai 36 pesantren yang memiliki karakteristik dan jumlah santri berbeda-beda, pendekatan terhadap pengelolaan sampah pun tidak bisa disamaratakan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, mengatakan pengelolaan sampah di pesantren pada dasarnya menjadi kebijakan masing-masing lembaga. Tergantung pada skala dan kapasitasnya.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

DLH Bantul Sebut Program Angkut Sampah Terpilah di Ruang Publik Belum Optimal

“Di Kota Yogyakarta ada 36 pesantren dengan berbagai jenis. Ada yang santrinya hanya puluhan, ada yang ratusan hingga ribuan. Tentu pengelolaan sampahnya berbeda-beda,” katanya, Kamis (16/10/2025).

Untuk pesantren kecil dengan jumlah santri sedikit, menurutnya, pengelolaan sampah masih dilakukan secara konvensional. Sampah dikumpulkan dan kemudian disalurkan ke depo sampah yang ada di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, kata Ahmad, beberapa pesantren besar mulai menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Termasuk dengan memisahkan jenis sampah sejak awal.

Satu di antaranya yang menjadi perhatian dan telah menjadi contoh baik adalah Pesantren Krapyak yang berada di perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

“Pesantren Krapyak sudah berhasil mengolah sampahnya sendiri. Selain menghemat biaya, mereka juga bisa menghasilkan sesuatu dari sampah tersebut. Ini yang kami harapkan bisa diadopsi dan diduplikasi oleh pesantren-pesantren lain, tentu dengan kreativitas masing-masing,” ujar Ahmad.

Kantor Kemenag Kota Yogyakarta bersama Badan Zakat Nasional (Baznas) pun sempat melakukan studi tiru ke Pesantren Krapyak untuk melihat langsung praktik baik pengelolaan sampah di sana.

Ahmad menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk oleh kalangan pesantren. Ia juga menyebut bahwa kegiatan Hari Santri 2025 mendatang yang akan digelar dengan tema “Resik Santri” merupakan bagian dari edukasi kepada para santri tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Namun demikian, Ahmad mengakui sebagian besar pesantren masih bekerja sama dengan pihak ketiga atau swasta dalam urusan sampah. Sampah dikumpulkan dan diserahkan ke depo tanpa pengelolaan lebih lanjut di lokasi.

“Mereka mengumpulkan, kemudian nanti diserahkan ke depo atau dilimpahkan ke depo dan lain sebagainya. Untuk di Kota Yogyakarta sendiri masih seperti itu,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menyebut sebelum masa darurat sampah di Yogyakarta, pihaknya sebenarnya sudah memberikan pelayanan ke sejumlah pesantren, termasuk Pesantren Krapyak.

“Karena berada di perbatasan, dulu sempat bingung mau masuk wilayah Kota (Yogyakarta) atau Bantul. Tapi karena komunikasi yang baik dengan kami, akhirnya kami bantu pelayanan sampahnya,” ungkap Haryoko.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Pesantren Krapyak kini menjadi salah satu yang terbaik dan telah menjadi percontohan bagi pesantren lain di Yogyakarta. Meskipun tidak semua pesantren memiliki lahan seperti di Krapyak, namun Haryoko menekankan jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di pesantren adalah sampah makanan atau food waste yang sebenarnya bisa diolah di lokasi.

“Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, misalnya untuk ternak, budidaya maggot, atau kalau masih segar bisa masuk ke food bank dan disalurkan ke panti asuhan melalui dinas pertanian,” jelasnya.

Haryoko menyebut dinasnya juga terus mendorong para pengelola pesantren untuk memaksimalkan berbagai metode pengolahan sampah, terutama sampah organik, agar bisa ditangani langsung di wilayah masing-masing. Sedangkan untuk sampah anorganik, ia yakin sudah banyak pesantren yang mendapatkan pelatihan dan mampu memanfaatkannya dengan baik.

“Kalau yang anorganik saya juga yakin sudah ada pendidikan atau pembelajaran bahkan bimtek di masing-masing pesantren. Untuk yang organik itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal,” katanya.

Tags: Ahmad ShidqiDLHpengelolaanPesantren KrapyaksampahYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Ilustrasi sampah organik. [pexels/emmet]

DLH Bantul Sebut Program Angkut Sampah Terpilah di Ruang Publik Belum Optimal

June 10, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Next Post
Ilustrasi keracunan MBG

Gegara Masak MBG Kepagian, 426 Siswa SMAN 1 Teladan Keracunan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.