• Tentang Kami
Senin, Agustus 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemkot Yogyakarta Fokus Turunkan Kemiskinan Lewat Pendekatan Simptomatis dan Kausatif, Apa Itu?

Hasto juga menyoroti cara penghitungan angka kemiskinan yang menurutnya masih terlalu sempit dan bisa menimbulkan stigma yang tidak sepenuhnya akurat.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
Oktober 22, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya pendekatan ganda dalam strategi pengentasan kemiskinan di Kota Yogyakarta. Menurutnya, pengentasan tidak bisa hanya bersifat simptomatis atau berdasarkan gejala dan kausatif alias berdasarkan akar penyebab. Melainkan harus menggabungkan keduanya secara seimbang.

“Jadi, kami fokus bagaimana strategi menurunkan kemiskinan. Jangan hanya memikirkan satu pendekatan saja. Jangan hanya memikirkan kausatif atau simptomatis. Harus dua-duanya dipikirkan,” ujar Hasto di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (22/10/2025).

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Ia menjelaskan, pendekatan simptomatis misalnya dengan memberikan bantuan makanan atau memperbaiki rumah warga tidak mampu. Sedangkan pendekatan kausatif lebih menekankan pada penyelesaian akar masalah seperti pendidikan rendah, pengangguran, atau masalah kesehatan.

“Contohnya, kalau ada warga miskin yang makannya tidak terpenuhi, lalu dikasih makan, itu pendekatan simptomatis. Tapi kalau kita beri beasiswa, bantu cari pekerjaan, atau tingkatkan kesehatannya, itu kausatif,” jelasnya.

Hasto juga menyoroti cara penghitungan angka kemiskinan yang menurutnya masih terlalu sempit dan bisa menimbulkan stigma yang tidak sepenuhnya akurat. Ia menyebut, Provinsi DIY sering dinilai miskin karena masyarakatnya tidak mengonsumsi daging atau ikan. Padahal, kata Hasto, pilihan itu bisa jadi karena gaya hidup, bukan keterbatasan ekonomi.

“Kan pertanyaan menilai orang miskin itu cuman seputar berapa kali makan nasi, makan daging, ikan, atau ayam. Banyak yang jawab enggak makan itu, tapi bukan karena miskin, karena memang dia enggak mau makan daging. Tapi akhirnya itu dicap sebagai kemiskinan,” bebernya.

Ia pun meminta agar indikator kemiskinan dipikirkan kembali dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Yogyakarta, terutama terkait pola konsumsi dan gaya hidup.

Terkait sebaran wilayah, Hasto menyebut pengentasan kemiskinan akan difokuskan pada kantong-kantong padat penduduk di sekitar bantaran sungai. Ia memfokuskan ke daerah-daerah di sepanjang Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo.

“Itu kantong-kantong penting yang harus disentuh lebih dulu. Kalau bisa selesai di sana, kemiskinan akan cepat turun,” katanya.

Sebagai contoh program nyata, Hasto mendorong penguatan food bank untuk menjangkau kelompok rentan seperti janda lansia, fakir miskin, dan warga lanjut usia yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Food bank itu bisa membagi makanan ke orang-orang yang makannya sering tidak tercukupkan. Ini penting agar ketika disurvei, mereka tidak terus-menerus dinilai miskin karena akses makan buruk,” ujarnya.

Selain itu, Hasto juga mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi, terutama yang menyasar warga kurang mampu. Salah satu contohnya adalah Koperasi Merah Putih. Ia meminta anggota koperasi Merah Putih diisi mayoritas warga kurang mampu.

“Jangan sampai anggotanya juragan semua. Isinya orang miskin, suruh mereka berkumpul, diberi pekerjaan, seperti membuat batik yang sudah jelas pasarnya,” jelas Hasto.

Ia menuturkan, koperasi tersebut ke depannya akan memproduksi batik Segoro Amarto untuk keperluan seragam sekitar 6.000 orang. Tahun depannya diproyeksikan untuk 65.000 siswa.

Hasto menambahkan, data terakhir yang diterimanya menunjukkan angka kemiskinan di Kota Yogyakarta berada di kisaran 6,5 persen. Sementara kemiskinan ekstrem tercatat 0,5 persen pada 2023. Ia menyebut belum ada pembaruan data terbaru dari pemerintah pusat setelah angka tersebut.

“Angka terakhir kemiskinan 6,5 persen, yang kemiskinan ekstrem 0,5 persen. Saya minta dua-duanya (simptomatis dan kausatif) disentuh. Saya kira dua-duanya harus kami kerjakan,” tandasnya.

Tags: angka kemiskinanbantaran sungaihasto wardoyoWali KotaYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Juli 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

Juli 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

Juli 19, 2026
Next Post
Kereta kencana bersejarah milik Keraton Yogyakarta, Kyai Landower Surabaya dan Permili, kembali ditampilkan dalam Kirab Trunajaya, Rabu (22/10/2025).

Keraton Yogyakarta Tampilkan Dua Kereta Bersejarah di Peringatan Tingalan Dalem Sultan Hamengku Buwono X

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.