• Tentang Kami
Saturday, April 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Patangpuluhan Jadi Pilot Project Pengolahan Sampah Berbasis Warga di Yogyakarta

Hasto Wardoyo, mengatakan pengolahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke hilir.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 14, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau program percontohan pengolahan sampah berbasis masyarakat di Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (14/11/2025).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau program percontohan pengolahan sampah berbasis masyarakat di Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (14/11/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Program percontohan pengolahan sampah berbasis masyarakat mulai diterapkan di RT 18 RW 03 Patangpuluhan, Wirobrajan. Warga kini menerapkan sistem pengelolaan sampah dari hulu dengan memanfaatkan gudang sampah residu serta 10 titik biopori jumbo yang melayani 50 kepala keluarga (KK).

BERITA MENARIK LAINNYA

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Setiap KK juga menerima dua ember pemilahan sampah. Satu ember untuk sampah organik dan satu ember untuk residu.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan pengolahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke hilir. Saat ini, Kota Yogyakarta baru mampu mengolah sekitar 190 ton dari total 300 ton sampah per hari.

“Ini implementasi dari program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang sejak awal menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah. Warga menerjemahkannya dengan berbagai model. Khusus di sini, ember hitam dipakai untuk sampah organik dan ember jambon untuk residu,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Ia menilai penerapan 10 biopori untuk melayani 50 KK menjadi langkah konkret pengelolaan sampah dari hulu. Menurutnya, jika pola serupa dilakukan di banyak wilayah, persoalan sampah di Kota Yogyakarta akan semakin teratasi.

“Kami terus bergerak dari RT ke RT, dari RW ke RW agar sampah terkelola dengan baik,” ucapnya.

Hasto menyebut program tersebut menjadi bentuk rekonstruksi sosial di masyarakat karena mendorong perubahan perilaku dalam pengolahan sampah sehari-hari.

“Ini pilot project pengelolaan sampah di tingkat hulu oleh masyarakat. Dari, oleh, dan untuk masyarakat. Inilah bentuk perubahan sosial yang nyata,” tuturnya.

Terkait perluasan program, Hasto menjelaskan bahwa pemilahan sampah dari rumah sebenarnya bisa diterapkan di seluruh wilayah kota. Namun pembagian ember seperti di Patangpuluhan belum bisa dilakukan di semua wilayah karena membutuhkan dukungan anggaran.

“Di sini mampu karena disponsori oleh BPD DIY. Tapi kan tidak semua mampu. Sehingga yang di tempat lain kami tidak membagi ember hitam, tapi kami membagi galon air mineral itu karena murah. Saya kira bedanya cuma masalah wadahnya,” katanya.

Ia menambahkan, warga Patangpuluhan juga memiliki fasilitas khusus berupa depo residu sebagai bagian dari sistem pengolahan sampah yang lebih komprehensif.

“Di sini lebih kompleks karena ada pemilahan residu dan juga depo residu,” tambahnya.

Pengurus RT 18 RW 03 Patangpuluhan, Furqon, menjelaskan warga telah mulai memilah sampah menjadi tiga kategori yaitu organik, anorganik, dan residu. Sampah organik dikelola melalui 10 titik biopori yang diisi secara bertahap. Sementara sampah anorganik ditampung di dua keranjang khusus yang sudah berjalan di wilayah RT 18.

Untuk sampah residu, setiap KK menerima dua ember untuk memudahkan pemilahan dan pembuangan ke gudang residu.

“Kami berharap setiap KK membuang sampah sesuai titik yang telah ditentukan. Sampah residu nantinya akan diambil Dinas Lingkungan Hidup bila sudah penuh,” jelasnya.

Furqon menyebut di wilayahnya mulai menunjukkan penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA. Pihaknya juga akan melakukan monitoring rutin untuk memastikan seluruh warga konsisten dalam pemilahan sampah.

“Setiap warga akan kami edukasi dan monitor agar pemilahan berjalan jelas juga teratur,” ujarnya.

Tags: hasto wardoyoPatangpuluhanpengolahan sampahwali kota yogyakartaYogyakarta

Related Posts

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

April 8, 2026
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

April 8, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Suasana toko plastik di belakang Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/4/2026). Sejumlah penjual mengeluhkan naiknya harga plastik hingga memengaruhi penjualan

Harga Plastik di Yogyakarta Melonjak 100 Persen, Pedagang: Penjualan Menurun

April 7, 2026
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan kebijakan WFH akan diterapkan mulai Jumat pekan ini, Senin (6/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Akan Terapkan Kebijakan WFH Mulai Jumat Pekan Ini

April 7, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta Reformasi Sektor Pendidikan, Targetkan PPDB SD Tampung 3.700 Siswa Baru

April 7, 2026
Next Post
UGM kembangkan aplikasi skrining TBC berbasis AI pertama di Indonesia

Penularan TBC Masih Tinggi, Dinkes Kota Yogyakarta Gencarkan Deteksi Dini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.