• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Puluhan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Ikuti Pelatihan Antisipasi Kebakaran

sebagian besar abdi dalem yang bertugas merupakan abdi dalem berusia lanjut yang membutuhkan pendampingan khusus dalam kesiapsiagaan bencana.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 17, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Para abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti simulasi pemadaman kebakaran yang digelar BPBD DIY dan Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Senin (17/11/2025).

Para abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti simulasi pemadaman kebakaran yang digelar BPBD DIY dan Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Senin (17/11/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Keraton Yogyakarta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta melakukan pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) bagi puluhan abdi dalem keraton pada Senin (17/11/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran, mengingat kawasan Keraton memiliki akses terbatas untuk mobil pemadam.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

Penghageng Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, menegaskan pentingnya pelatihan MKKG bagi abdi dalem keraton. Ia menyebut lingkungan keraton memiliki keterbatasan akses, sehingga mobil pemadam tidak dapat masuk ke area dalam apabila terjadi keadaan darurat.

“Karena keraton aksesnya sangat susah. Kalau amit-amit ada kejadian di dalam cepuri (tembok yang mengelilingi kawasan keraton), itu kan kendaraan pemadam juga tidak bisa masuk. Berarti kami harus memastikan apa yang di keraton itu, seandainya terjadi kejadian bencana itu kami semua prepare,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia menambahkan sebagian besar abdi dalem yang bertugas merupakan abdi dalem berusia lanjut yang membutuhkan pendampingan khusus dalam kesiapsiagaan bencana.

“Karena biasanya yang ada di luaran sini, di daerah sini itu kan abdi dalem banyak juga yang sudah sepuh, jadi benar-benar latihan ini memang diperlukan,” katanya.

GKR Hayu terkesan dengan pelatihan tersebut karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Terlebih banyak abdi dalem yang sudah berusia lanjut. Menurutnya, pentingnya pelatihan bukan semata terkait nilai material, melainkan karena banyak hal di dalam keraton yang tidak dapat digantikan.

“Jadi ini membantu kami di keraton untuk bisa lebih ready seandainya ada terjadi bencana,” tutur putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X ini.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan ada sebanyak 80 abdi dalem yang mengikuti pelatihan ini. Puluhan abdi dalem itu tidak hanya diajari cara memadamkan api, tapi juga diajak memahami sumber api hingga identifikasi titik-titik rawan bahaya kebakaran.

Dalam simulasi pemadaman kebakaran ini, digunakan alat pemadam api ringan (APAR), pemadaman dengan karung basah, dan teknik evakuasi.

Ia menekankan pelatihan dibangun dengan tiga pilar, yakni pengetahuan kognitif, keterampilan psikomotorik, dan pembentukan sikap siaga.

“Sesi praktik penggunaan APAR, pemadaman dengan karung basah, dan teknik evakuasi menjadi jantung dari pelatihan ini. Pilar ketiga yakni pembentukan sikap dan mental siaga, itu adalah yang paling penting,” jelasnya.

Ruruh menyebut Keraton Yogyakarta tidak hanya sekadar bangunan cagar budaya, tetapi merupakan pusat peradaban yang harus dilindungi.

“Keraton Jogja tidak sekadar kompleks bangunan cagar budaya, tapi sebuah peradaban di mana setiap pintu gerbang, setiap sumbu yang mengusungnya adalah saksi bisu perjalanan panjang sejarah Nusantara,” ujarnya.

Menurutnya, esensi pelatihan tidak hanya pada kemampuan teknis memadamkan api, tetapi juga membentuk mental siaga dan budaya perlindungan.

“Kami bukan hanya sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman api, tetapi sedang mengukir peran baru sebagai benteng terakhir dari warisan budaya yang tak ternilai harganya,” tuturnya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, para abdi dalem mendapatkan sertifikat berupa piagam. Ruruh menuturkan sertifikat yang diterima ini bukan sekadar penghargaan, namun sebagai simbol tanggung jawab baru dalam menjaga warisan budaya Keraton Yogyakarta. Terlebih, DIY memiliki banyak potensi bencana, termasuk banjir, longsor, dan erupsi gunung berapi.

“Mungkin akan menjadi pemikiran kami selanjutnya terkait pelatihan bencana lain yang ada di DIY. Kami mengambil peran mengantisipasi hal tersebut dengan berbagai program yang kami kemas di BPBD,” tandasnya.

Tags: abdi dalembencanaBPBDGKR HayuPemadam KebakaranYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Next Post
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki.

Pemkot Yogyakarta Kebut Aktivasi IKD: Kemantren Umbulharjo Jadi Prioritas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.