• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar UGM Tekankan Tata Kelola Berjenjang Soroti Penetapan Status Bencana Nasional

ketika bencana terjadi, perangkat daerah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab.

byredaksi
December 4, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
ilustrasi dampak bencana banjir di Sumatra

ilustrasi dampak bencana banjir di Sumatra. [vecteezy/Suryadi Suryadi]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terjadi sejak akhir November lalu masih menyisakan dampak bagi masyarakat.

Hingga Kamis (4/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 776 korban meninggal dunia dan 564 orang masih hilang akibat bencana.

BERITA MENARIK LAINNYA

Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Ingatkan Hal Ini

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

Meskipun mendapat desakan dari masyarakat, namun hingga kini pemerintah belum menetapkan bencana di wilayah Sumatra sebagai bencana nasional.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli di Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, Prof. Djati Mardiatno menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional perlu mengikuti mekanisme hierarkis, tidak hanya sebatas pada melihat jumlah korban jiwa atau luasan dampak bencana.

Ia menjelaskan ketika bencana terjadi, perangkat daerah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab.

Selama pemerintah daerah masih dapat menjalankan fungsinya untuk melakukan penanganan dan koordinasi pada pihak terkait, status bencana nasional belum perlu diterapkan.

“Ada mekanisme dan kriteria teknis, kelembagaan, dan koordinasi pemerintahan yang harus dipenuhi. Selama daerah masih mampu menangani itu tidak masalah. Pemerintah daerah adalah garda terdepan,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Kamis (4/12/2025).

Ia menyebut bahwa eskalasi status dapat dilakukan apabila pemerintah kabupaten atau kota sudah tidak mampu menangani dampak bencana. Proses eskalasi status bencana dilakukan melalui pernyataan resmi dari kepala daerah kepada pemerintah tingkat provinsi.

Jika pemerintah provinsi juga tidak mampu dalam menangani bencana dan telah menyatakan kondisi darurat, barulah pemerintah pusat dapat mengambil alih penanganan bencana.

“Sebelum naik tingkat, daerah harus terlebih dulu menetapkan status darurat. Baru kemudian provinsi, lalu sampailah ke pusat apabila memang daerah sudah tidak sanggup,” ujarnya.

Ia menilai, keputusan untuk tidak segera menetapkan status bencana nasional bertujuan untuk menghindari kelumpuhan birokrasi daerah. Apabila kewenangan dalam menangani kasus bencana langsung dipusatkan, perangkat daerah selaku pihak yang berwenang dan paham menganalisis kebutuhan daerahnya malah dikhawatirkan tidak dapat berfungsi secara optimal dalam penanganan teknis di lapangan.

“Kalaupun ditetapkan sebagai bencana nasional, lalu untuk apa? Di daerah sebenarnya mereka masih mampu melakukan pencarian, pertolongan, hingga evakuasi. Tapi ketika status langsung ditarik ke pusat, semua tim dari pusat datang, sementara daerah yang masih bisa bekerja justru tidak diberi ruang,” jelasnya.

Menanggapi persoalan alokasi anggaran pada penanggulangan bencana, ia menilai bahwa penataan anggaran kebencanaan harus diarahkan pada penguatan upaya pencegahan dan mitigasi, bukan hanya pada fase tanggap darurat maupun pemulihan. Ia menambahkan bahwa investasi pada pencegahan justru memiliki tingkat efisiensi tinggi daripada menanggung beban pemulihan setelah bencana terjadi.

Adanya pemotongan anggaran berpotensi menghilangkan program yang seharusnya memperkuat mitigasi, termasuk edukasi publik, pemetaan daerah rawan, pengembangan sistem peringatan dini, serta penyediaan sumber daya dalam menunjang evakuasi.

“Sebetulnya anggaran penanggulangan bencana itu minimal harus disiapkan satu persen dari total anggaran. Dan proporsi terbesar seharusnya bukan di darurat atau pasca bencana, tetapi di pra bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa anggaran kebencanaan tidak hanya ada pada BNPB atau BPBD, tetapi juga tersebar di berbagai lembaga, kementerian, hingga organisasi tingkat daerah.

Oleh karena itu, menurutnya setiap wilayah wajib memiliki dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) agar perhitungan anggaran, dan pembagian peran dapat dilakukan secara jelas dan efisien. Ia menekankan perlunya melibatkan berbagai pihak dari mulai masyarakat serta sektor swasta dalam skema penanggulangan bencana jangka panjang.

Ia menilai, rangkaian kejadian siklon tropis dalam sepuluh tahun terakhir ini seharusnya menjadi sinyal penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan hidrometeorologi. Karena itu, menurutnya, kesiapsiagaan daerah menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak bencana.

Ia menyoroti bahwa peringatan dini dari BMKG sebenarnya sudah diterbitkan sebelum bencana terjadi, namun belum diikuti dengan respons sistematis dari pemerintah daerah. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh bergantung pada jenis bahaya semata, melainkan bagaimana kesiapan sistem respon daerah yang aktif dalam menindaklanjuti peringatan dini.

“Yang perlu dipastikan adalah kesiapan daerah dalam merespon peringatan dini. Bukan hanya memiliki rencana kontingensi, tetapi juga benar-benar mengaktifkannya,” pungkasnya.

Tags: banjir SumatraBPBDDjati Mardiatnostatus bencana nasionalUGM

Related Posts

Ilustrasi konten media sosial

Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Ingatkan Hal Ini

January 9, 2026
Ilustrasi MBG

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

January 8, 2026
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan

KUHP Baru Mulai Diterapkan, Arga Pribadi Imawan: Reformasi Setengah Jalan

January 5, 2026
Terdampak Banjir, Warga Sanden Bantul Mengungsi

Terdampak Banjir, Warga Sanden Bantul Mengungsi

December 27, 2025
Ilustrasi orang stres

Siasat Cegah Stres di Akhir Tahun

December 24, 2025
Ilustrasi hutan

Akademisi Dorong Koreksi Tata Kelola Hutan yang Selama Ini Tumpang Tindih

December 22, 2025
Next Post
Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S Deyang bersama Wakil Bupati Purbalingga naik becak listrik bantuan Presiden Prabowo, Kamis (4/12/2025)

Sudiono Terharu Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.