YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp3 miliar untuk membantu penanganan korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, kepada perwakilan pemerintah dari tiga daerah tersebut di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, pada Selasa (9/12/2025).
Sri Sultan HB X menjelaskan bahwa sebelumnya, Pemda DIY juga telah mengirimkan bantuan obat-obatan dengan total seberat 842 kilogram.
“Ini sebagai salah satu bantuan untuk ikut menyelesaikan masalah banjir yang ada di beberapa provinsi, di Aceh, Sumatra Utara, dan di Sumatra Barat,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Selain bantuan material, Sultan memastikan perhatian juga diberikan kepada mahasiswa asal tiga provinsi tersebut yang sedang menempuh pendidikan di DIY dan keluarganya terdampak bencana. Pemda DIY sudah berkoordinasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mendata para mahasiswa tersebut.
“Kami sudah kontak kampus-kampus. Sekiranya ada yang dari Sumatra ini punya anak yang jadi mahasiswa di Jogja, untuk mohon kami bisa mendapatkan nama-nama itu,” kata Sultan.
Ia menegaskan bahwa membantu warga terdampak bencana adalah tradisi panjang Pemda DIY. Pada peristiwa tsunami Aceh dan gempa Sumatra Barat 2009, Pemda DIY juga memberikan dukungan bagi mahasiswa asal daerah tersebut.
“Waktu gempa (tsunami) Aceh, gempa Sumatra Barat, kan kami melakukan hal yang sama,” ucapnya.
Sultan menyebut bantuan akan diberikan terutama bagi mahasiswa yang orang tuanya kesulitan mengirim biaya kuliah maupun biaya hidup. Bentuk bantuan yang disiapkan meliputi keringanan biaya kuliah serta dukungan biaya kehidupan sehari-hari.
“Bantuannya kami ringankan biaya kuliah, dan yang kedua untuk living cost, biasanya delapan bulan,” katanya.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh, Basyir Abu Bakar, menyampaikan bahwa bantuan dari Pemda DIY sangat membantu meringankan beban masyarakat di Aceh yang masih berupaya pulih pasca banjir. Meski banyak bantuan berdatangan, ia mengakui beberapa wilayah di Aceh masih mengalami kendala akses, terutama daerah yang masih terisolasi.
“Masih ada titik-titik yang terisolasi, seperti di Aceh Tamiang, sehingga penyaluran logistik masih harus dilakukan menggunakan helipad,” ungkapnya.
Basyir menambahkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima data lengkap terkait mahasiswa asal Aceh di Yogyakarta yang keluarganya terdampak bencana.
“Kebetulan kami belum diberi data yang detail mengenai masyarakat (mahasiswa) yang keluarganya terkena dampak berat dari bencana banjir yang kemarin,” ujarnya.




![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)







