• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Rekayasa Lalu Lintas Mulai Diberlakukan Usai Jembatan Kewek Ditutup Parsial

Sementara ini akses Jembatan Kewek masih dapat dilalui kendaraan kecil, terutama motor, namun kondisional.

byredaksi
December 10, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemasangan water barrier dan pembatas jalan menuju Jembatan Kewek.

Pemasangan water barrier dan pembatas jalan menuju Jembatan Kewek, Rabu (10/12/2025). [Dok Pemkot Yogyakarta]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai memberlakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Jalan Kleringan menuju Jembatan Kewek pada Rabu (10/12/2025). Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi jembatan yang dinilai semakin ringkih dan membutuhkan pembatasan beban kendaraan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas tersebut telah dirumuskan sejak awal dan mendapat persetujuan Gubernur DIY.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

“Ya sudah seperti skenario yang direncanakan semula dan sudah kami presentasikan juga di depan Ngarsa Dalem. Sudah mendapatkan arahan dari Pak Gubernur untuk kemudian ditutup secara parsial,” ujar Hasto.

Menurutnya, akses Jembatan Kewek masih dapat dilalui kendaraan kecil, terutama motor, namun kondisional.

“Kalau over capacity, misalnya saat malam Tahun Baru dan Natal, bisa kami kondisikan. Jembatan sebelah sana jelas tanggulnya sudah ringkih. Itu yang putus duluan, sehingga pemanfaatan harus minimal,” ungkapnya.

Hasto mengakui bahwa rekayasa ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Pemkot telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi.

“Kami sudah memasang portal-portal di Kridosono supaya kendaraan tinggi dan besar tidak masuk ke sini. Kemudian di depan Gramedia juga mulai kami atur agar alur lalu lintas tidak terlalu membebani kawasan ini,” jelasnya.

Pemkot juga menyiapkan opsi penggunaan Lapangan Kridosono sebagai kantong parkir pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Itu menjadi salah satu skenario ketika keadaan overload terjadi,” kata Hasto.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Ini langkah yang harus kita lakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat, khususnya yang melewati Jembatan Kewek,” ujarnya.

Dishub memprediksi adanya perubahan pola perjalanan warga dalam beberapa hari ke depan.

“Sekarang masyarakat masih berharap jalur terdekat menuju Malioboro bisa lewat sini. Tapi 1–2 hari lagi, potensi peningkatan arus justru terjadi di Simpang Kridosono dan simpang Gramedia,” jelas Agus.

Dishub juga mengamati kepadatan dari koridor Sudirman hingga Galeria, serta menyiapkan intervensi lalu lintas di Jalan Bausasran jika dibutuhkan.

“Jaringan jalan itu seperti organ tubuh, semua saling mengait. Pasti ada masalah, tapi insyaallah kami akan lakukan yang terbaik,” tegasnya.

Rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung hingga proyek pembangunan Jembatan Kewek selesai. Terkait waktu pelaksanaan, Agus menyebut hal itu menunggu kepastian proses pengadaan dan anggaran.

Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, memastikan Jembatan Kewek akan dibongkar total dan dibangun kembali pada 2026. Proyek tersebut akan dibiayai melalui APBN dan dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

“Pembangunan diperkirakan dimulai April 2026. Januari masih review DED, kemudian proses tender. Durasi pembangunan kurang lebih sembilan bulan,” jelasnya.

Secara teknis, kondisi jembatan yang telah berusia 101 tahun dinilai sudah rusak dan tidak lagi layak menahan beban lalu lintas.

“Memang harus direvitalisasi, dibongkar, dan dibangun kembali,” ujarnya.

Meski bukan termasuk bangunan cagar budaya, jembatan berada di kawasan cagar budaya sumbu filosofi sehingga fasadnya tetap harus disesuaikan.

“Kami masih konsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan para ahli untuk penyesuaian desainnya,” tambah Umi.

Proyek pembangunan jembatan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp19 miliar. Model jembatan baru akan menggunakan konstruksi beton seperti saat ini, dengan penyesuaian fasad sesuai regulasi kawasan.

Tags: Agus Arif NugrohoDinas Perhubunganhasto wardoyojembatan kewekRekayasa lalu lintasYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

January 9, 2026
Kondisi depo sampah Kotabaru sebelum dilakukan pengosongan oleh Pemkot Yogyakarta.

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

January 9, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Ilustrasi sakit super flu

Muncul Satu Kasus Super Flu, Dinkes DIY Minta Warga Tak Panik

January 6, 2026
Ilustrasi keuangan negara

Perputaran Uang Selama Nataru di DIY Turun, BI Ungkap Biangnya

January 6, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Next Post
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau kondisi Jembatan Kewek, Rabu (10/12/2025).

Dampak Penutupan Jembatan Kewek, Pemkot Yogyakarta Siapkan Hal Ini Bila Macet Panjang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.