YOGYAKARTA, POPULI.ID – Jembatan Kewek, salah satu jembatan bersejarah di Kota Yogyakarta yang telah berusia lebih dari satu abad, dipastikan akan dibongkar dan dibangun ulang pada 2026. Proyek revitalisasi jembatan ini diperkirakan menelan anggaran Rp19 miliar dan dikerjakan selama kurang lebih sembilan bulan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menyampaikan revitalisasi ini dilakukan karena kondisi jembatan sudah tidak lagi memadai akibat faktor usia.
“Jembatan Kewek nanti akan dilaksanakan penggantian di 2026. Dibongkar, lalu dibangun jembatan baru. Tapi yang membangun nanti Kementerian PU (Pekerjaan Umum), bukan dari kami. Pakai APBN,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, proses pembangunan akan dimulai sekitar April 2026. Saat ini, penyusunan Detail Engineering Design (DED) sedang memasuki tahap review yang dijadwalkan rampung pada Januari 2026, sebelum masuk proses tender.
“Kalau secara tatakala kurang lebih sembilan bulan pembangunan. Januari masih review DED, lalu tender, dan sekitar April mulai pengerjaan,” katanya.
Secara teknis, Umi menjelaskan bahwa kondisi Jembatan Kewek memang telah menurun seiring usia yang mencapai 101 tahun. Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya revitalisasi total.
“Kondisinya memang sudah rusak, sehingga perlu dibongkar dan dibangun kembali,” ungkapnya.
Mengenai tampilan jembatan baru, DPUPKP masih berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan DIY serta para ahli untuk memastikan desain fasad sesuai karakter kawasan. Meski bukan bangunan cagar budaya, Jembatan Kewek berada di kawasan cagar budaya yang masuk koridor Sumbu Filosofi Yogyakarta. Sehingga desain perlu mengikuti arahan pelestarian.
“Statusnya bukan cagar budaya, tetapi lokasinya berada di kawasan cagar budaya. Jadi semua desain harus mengikuti arahan Dinas Kebudayaan, dan proses konsultasi masih berlangsung,” tutur Umi.
Secara konstruksi, jembatan baru nanti direncanakan tetap menggunakan struktur beton seperti yang ada saat ini. Penyesuaian terutama dilakukan pada aspek fasad agar selaras dengan karakter kawasan.
Terkait riwayat perawatan, Umi menyebut Jembatan Kewek sebelumnya hanya menjalani pemeliharaan rutin tanpa penguatan besar.
“Pemeliharaan rutin sudah, pemeliharaan yang di bawah jembatan itu sudah, tapi penguat baja belum. Jadi konstruksi utamanya masih yang lama,” katanya.


![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)









