• Tentang Kami
Friday, January 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Mulai 1 Januari 2026, Depo Sampah di Kota Yogyakarta Dilarang Terima Sampah Organik

kelurahan tidak menjadi tempat pengumpulan sampah organik basah. Melainkan hanya sebagai titik pengumpulan sampah organik kering.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
December 30, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan memberlakukan larangan pengiriman sampah organik ke seluruh depo sampah mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk menekan volume sampah yang masuk ke depo. Mengingat limbah organik selama ini mendominasi komposisi sampah harian.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut kebijakan itu telah disertai dengan kesiapan sistem pengelolaan sampah organik di tingkat wilayah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

“Kami menyiapkan dengan membantu masyarakat yang mau membuang sampah organik kering, misalnya daun-daun, itu bisa dibawa ke kelurahan setempat. Sudah ada meeting point-nya,” ujar Hasto, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, sampah organik kering seperti daun hasil sapuan jalan akan dipilah oleh petugas penggerobak, kemudian dikumpulkan di kelurahan masing-masing. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan melakukan pengambilan secara rutin setiap hari.

“Nanti dari DLH akan keliling ke kelurahan tiap hari mengambil sampah organik kering,” jelasnya.

Sementara itu, pengelolaan sampah organik basah seperti sisa makanan dinilai sudah memiliki sistem tersendiri. Sampah jenis ini akan dikumpulkan menggunakan ember, dijemput oleh penggerobak, dan sebagian dimanfaatkan atau dijual untuk pakan ternak, maggot, dan kebutuhan lainnya.

“Organik basahnya sudah ada manajemennya. Saya tinggal menambah satu manajemen untuk organik kering. Titik temunya di kelurahan masing-masing, karena itu tidak bau,” kata Hasto.

Ia menegaskan bahwa kelurahan tidak menjadi tempat pengumpulan sampah organik basah. Melainkan hanya sebagai titik pengumpulan sampah organik kering.

“Sampah organik kering, bukan basah. Kalau basah itu pengumpulannya sudah tertutup. Organik kering diwadahi karung atau plastik, ditaruh di situ, nanti kita ambil,” tegasnya.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan kebijakan pelarangan sampah organik ke depo merupakan bagian dari strategi pengurangan sampah dari hulu.

“Mulai 1 Januari 2026 semua depo tidak menerima sampah organik. Ini dalam rangka mereduksi sampah. Kami ingin organik itu selesai di wilayahnya masing-masing atau di level kelurahan,” ujarnya.

Menurut Rajwan, DLH telah mengoordinasikan skema pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar pengelolaan dapat dilakukan berdasarkan jenisnya. Berdasarkan data DLH, komposisi sampah yang masuk ke depo selama ini didominasi oleh sampah organik dengan porsi mencapai 50 hingga 60 persen.

“Dengan cara seperti ini, kami berharap sampah di depo bisa tereduksi hingga 50 persen. Sehingga depo tidak penuh lagi dan tidak terjadi penumpukan sampah seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” tandasnya.

Tags: Dinas Lingkungan Hiduphasto wardoyoRajwan TaufiqsampahYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

January 9, 2026
Kondisi depo sampah Kotabaru sebelum dilakukan pengosongan oleh Pemkot Yogyakarta.

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

January 9, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Ilustrasi sakit super flu

Muncul Satu Kasus Super Flu, Dinkes DIY Minta Warga Tak Panik

January 6, 2026
Ilustrasi keuangan negara

Perputaran Uang Selama Nataru di DIY Turun, BI Ungkap Biangnya

January 6, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Next Post
Terdakwa pembakaran tenda Polda DIY Perdana Arie Veriasa saat berbicara dengan penasehat hukumnya sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (22/12/2025).

Kapolda DIY Sebut Kasus Perdana Arie Tidak Terkait Unjuk Rasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.