• Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Apa Itu Politik Dagang Sapi yang Mencuat Dalam Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Secara historis istilah politik dagang sapi sempat marak dipakai ketika sistem pemerintahan di Indonesia menggunakan demokrasi liberal

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
January 19, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi politik dagang sapi

Ilustrasi politik dagang sapi. [vecteezy/Ardi putra Ardi putra]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Istilah politik dagang sapi kembali mengemuka seiring menghangatnya wacana Pilkada dipilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Konsep tersebut merujuk pada praktik negosiasi kekuasaan yang bersifat tertutup dan transaksional di antara elite politik, di mana kepentingan publik kerap berada di posisi pinggir.

BERITA MENARIK LAINNYA

Survei KISP: Generasi Muda Menolak Pilkada dipilih DPRD, Gen Z Paling Tegas

PDIP Tolak Pilkada dipilih DPRD, Hasto: Cenderung Lahirkan Watak Otoritarian

Secara historis, istilah politik dagang sapi lahir pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia, yang berlangsung sejak pengakuan kedaulatan melalui Konferensi Meja Bundar pada 27 Desember 1949 hingga Dekrit Presiden 22 Juli 1959.

Pada periode tersebut, sistem pemerintahan parlementer menempatkan legislatif sebagai pusat kekuasaan, dengan kabinet dibentuk berdasarkan konfigurasi kekuatan partai politik.

Pembentukan kabinet menuntut koalisi antarpartai. Proses ini kerap diwarnai negosiasi pembagian jabatan, terutama kursi menteri, yang dilakukan secara tertutup oleh elite partai tanpa keterlibatan publik. Praktik inilah yang kemudian dianalogikan sebagai politik dagang sapi.

Istilah tersebut diambil dari tradisi jual beli sapi di Minangkabau, Sumatera Barat. Di mana proses tawar-menawar dilakukan secara rahasia dengan tangan yang tertutup kain sarung.

Pola negosiasi tertutup ini dianggap memiliki kemiripan dengan praktik pembagian kekuasaan di ruang politik. Sehingga istilah politik dagang sapi melekat dalam diskursus demokrasi Indonesia.

Pasca Pemilu 2024, istilah ini kembali menjadi sorotan. Pembentukan kabinet pemerintahan baru dinilai sarat kompromi politik, baik kepada partai pendukung maupun lawan politik, yang berujung pada membengkaknya jumlah kementerian dan lembaga.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran publik akan kembalinya praktik transaksional dalam pengelolaan kekuasaan.

Kekhawatiran serupa mencuat dalam wacana terkait pilkada dipilih DPRD yang tengah dibahas dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Pemilu.

Efisiensi anggaran, pengurangan konflik sosial, dan stabilitas pemerintahan menjadi alasan utama yang dikemukakan pendukung sistem ini. Namun, di sisi lain, risiko kemunduran demokrasi dan menguatnya politik dagang sapi dinilai mengintai.

Isu tersebut menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah melalui legislatif diterapkan di sejumlah negara dan dinilai mampu menekan ongkos politik.

Dalam pidatonya pada HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12/2025), Prabowo menegaskan demokrasi Indonesia harus dibangun dengan biaya politik minimal agar tidak dikuasai pemilik modal.

“Demokrasi harus kita bikin minimal ongkos politik supaya nanti politik kita jangan ditentukan hanya orang-orang yang berduit. Politik yang mahal ini, politik yang mau niru-niru negara lain ini, saya kira sumber korupsi yang sangat besar,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung usulan Partai Golkar agar pilkada dilakukan secara tidak langsung melalui DPRD. Ia meminta seluruh pihak mempertimbangkan sistem demokrasi yang efisien, kompetitif, dan tidak membebani anggaran.

“Kalau sudah sekali memilih di DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya kenapa enggak langsung saja pilih gubernur dan bupatinya, selesai,” katanya.

Wacana tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam kesempatan yang sama. Menurut Bahlil, sistem pilkada melalui DPRD perlu dikaji secara mendalam karena dinilai dapat mengurangi kompleksitas dan biaya politik.

“Banyak pro kontra. Tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR kabupaten atau kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” ucap Bahlil.

Kritik datang dari kalangan pemantau pemilu. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia menilai pilkada tidak langsung berpotensi melahirkan kepala daerah yang lebih loyal kepada elite partai dibandingkan rakyat.

“Jika pilkada dikembalikan ke DPRD, yang terjadi bukan dialektika program, melainkan ‘dagang sapi’ antar elite partai,” ujar Anggota Presidium Nasional KIPP Indonesia, Nuraini.

Ia menambahkan, mekanisme tertutup membuka ruang politik uang dan kesepakatan transaksional yang tidak berpihak pada kesejahteraan publik.

“Di mana suara rakyat ditukar dengan kesepakatan-kesepakatan politik transaksional yang tidak berpihak pada kesejahteraan umum,” tegasnya.

Tags: Bahlil Lahadaliademokrasidemokrasi liberalkekuasaanNegosiasiPilkada dipilih DPRDpolitik dagang sapiprabowo

Related Posts

Ilustrasi pilkada dipilih DPRD

Survei KISP: Generasi Muda Menolak Pilkada dipilih DPRD, Gen Z Paling Tegas

January 19, 2026
Ilustrasi pilkada

PDIP Tolak Pilkada dipilih DPRD, Hasto: Cenderung Lahirkan Watak Otoritarian

January 17, 2026
Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Uceng Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

January 15, 2026
Ilustrasi spanduk Pilkada yang dipilih secara langsung. Saat ini tengah berkembang wacana Pilkada dipilih DPRD

Wacana Pilkada Dipilih DPRD Menghangat, Ketua DPR RI: Belum Dibahas

January 13, 2026
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresemian serentak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, yang dilaksanakan secara langsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Prabowo Singgung Soal Praktik Penipuan

January 12, 2026
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan

KUHP Baru Mulai Diterapkan, Arga Pribadi Imawan: Reformasi Setengah Jalan

January 5, 2026
Next Post
Ilustrasi pilkada dipilih DPRD

Survei KISP: Generasi Muda Menolak Pilkada dipilih DPRD, Gen Z Paling Tegas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.