YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta melakukan pengujian tanah di Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta, pada Selasa (20/1/2026).
Pengujian tersebut merupakan langkah teknis dalam persiapan pembangunan ulang jembatan penghubung kawasan Kota Baru dan Malioboro Yogyakarta.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menjelaskan bahwa pengujian itu dilakukan untuk mengetahui kedalaman tanah keras di Jembatan Kewek. Sekaligus menentukan posisi tanah keras yang akan menjadi lokasi penempatan pondasi jembatan baru.
“Karena untuk penempatan pondasi kan harus di atas tanah keras. Jadi kami melakukan pengujian untuk mengetahui kedalaman tanah keras,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Nilam melanjutkan, kegiatan di lapangan itu juga akan memverifikasi ulang hasil pengujian tanah yang sebelumnya telah dilakukan beberapa waktu lalu. Pihaknya menyebut sebelumnya telah melakukan uji serupa di sisi seberang jembatan atau barat Sungai Code.
Hasilnya, kedalaman tanah keras di barat Sungai Code sekitar 20 meter. Data tersebut dikatakan telah dikonfirmasi dengan data sekunder saat pembangunan Jembatan Amarta.
“Nah itu untuk mengkonformasi lagi apakah kedalamannya perlu ada koreksi atau masih tetap 20 meter. Nanti hasil ujinya akan ketahuan posisi tanah kerasnya di mana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nilam menyampaikan bahwa progres rencana pembangunan ulang Jembatan Kewek saat ini masih tahap penyusunan DED (detailed engineering design). Pihaknya juga masih terus melakukan asistensi dengan Satker P2JN Kementerian PU.
“Penyusunan DED kurang lebih sudah 80 persen. Untuk pelaksanaannya nanti bukan kami tapi dari Satker P2JN Kementerian PU,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)




![Wisatawan mencoba fasilitas air siap minum yang disediakan Pemkot Yogyakarta di kawasan Malioboro. [Dok Pemkot Yogyakarta]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/minum-dari-fasilitas-air-siap-minum-120x86.png)






