YOGYAKARTA, POPULI.ID – SD Muhammadiyah Sapen mencatatkan fenomena baru dalam dunia pendidikan di Kota Yogyakarta. Lantaran, sekolah berbasis agama itu memiliki waiting list (daftar tunggu) pendaftaran calon peserta didik baru yang sudah penuh hingga tahun ajaran 2032.
Sistem daftar tunggu itu muncul karena tingginya minat masyarakat atau orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
Sejumlah orang tua pun berbondong-bondong menitipkan dokumen agar sang buah hati masuk dalam daftar tunggu. Bahkan ada di antaranya yang telah mendaftarkan anaknya sejak masih balita.
Tak heran, daftar tunggu calon peserta didik baru di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta sudah penuh hingga 2032 mendatang.
Sejumlah orang tua membeberkan alasan mereka memilih anaknya bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta meski harus melalui daftar tunggu bertahun-tahun.
Kualitas Pendidikan
Seorang orang tua murid, Dewi (47), mengaku sudah mendaftarkan nama anaknya ke sekolah tersebut sejak dua tahun lalu. Kini anaknya duduk di bangku kelas 1 SD.
“Kemarin anak saya hampir tidak dapat kursi, karena masih 2 tahun lagi tapi kuotanya tinggal 20. Akhirnya saya langsung daftarkan dan Alhamdulillah dapat,” ucapnya kepada Populi.Id, Kamis (22/1/2026).
Warga Kabupaten Bantul itu rela setiap hari membelah jalanan kota Yogyakarta untuk mengantarkan anaknya menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Sapen.

“Kualitas pendidikan itu yang pertama dan dasar agama menurut kami penting. Kebetulan di sini ajaran agamanya bagus. Anak-anak diajari kemandirian mulai dari bangun tidur untuk salat Subuh dan persiapan ke sekolah. Belum nanti di sekolah ada tadarus, hafalan, salat Dhuha, dan salat berjamaah,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya, SD Muhammadiyah Sapen juga mengajarkan adab dan sopan santun untuk membentuk karakter baik bagi anak-anak. Tak sekadar diajarkan, namun guru dan karyawan SD Muhammadiyah Sapen juga senantiasa mencontohkan adab baik itu kepada para siswa.
“Kepala sekolah setiap hari datang paling pertama dan menyambut para siswa yang datang ke sekolah. Sehingga anak-anak tidak merasa terpaksa datang ke sekolah, justru merasa bersemangat karena disambut dengan hangat,” tuturnya.
Langganan Sekolah Favorit
Dari kualitas pendidikan, Dewi menilai SD Muhammadiyah Sapen tidak main-main. Sejak kelas 4 SD, para siswa dipersiapkan untuk bisa bersaing mendapatkan sekolah menegah pertama (SMP) favorit.
Dia pun mencontohkan anak pertama dan keduanya yang merupakan lulusan SD Muhammadiyah Sapen.
Ia mengungkapkan, anak pertamanya berhasil lulus dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan kini sudah bekerja. Sedangkan, anak keduanya kini kelas 2 di SMP Negeri yang masuk 10 besar sekolah favorit di Kota Pelajar.
“Memang sudah terkenal kalau dari SD Muhammadiyah Sapen pasti bisa masuk SMP-SMP favorit. Itu sudah jadi seperti tradisi,” sebutnya.
Senada, orang tua siswa lainnya, Rinda (35), memilih SD Muhammadiyah Sapen agar anaknya berpeluang masuk satu di antara 10 besar SMP favorit di Kota Yogyakarta.

“Di sini bakat dan minat siswa juga tersalurkan. Kami melihat banyak ekstrakulikuler yang difasilitasi, ada puluhan lebih. Pertimbangan lain karena dekat tempat kerja saya dan suami, jadi kalau ada apa-apa bisa cepat ke sekolah, walaupun rumah saya di Sedayu (Kabupaten Bantul),” tutur dia.
Ketika disinggung terkait SPP di SD Muhammadiyah Sapen, Rinda menyebut masih tergolong standar jika dibandingkan sekolah swasta lainnya yang berbasis agama Islam. SD Muhammadiyah Sapen pun dinilai dapat bersaing dengan sekolah swasta lainnya.
“Harapan saya semoga semua SD di Indonesia standar pendidikannya bisa sama. Jadi anak-anak dari keluarga kurang mampu juga bisa mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang sama,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)






![Wisatawan mencoba fasilitas air siap minum yang disediakan Pemkot Yogyakarta di kawasan Malioboro. [Dok Pemkot Yogyakarta]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/minum-dari-fasilitas-air-siap-minum-120x86.png)




