• Tentang Kami
Friday, June 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Daftar Tunggu Penuh hingga 2032, Ini Alasan Orang Tua Sekolahkan Anaknya ke SD Muhammadiyah Sapen

Belakangan ini heboh daftar tunggu di SD Muhammadiyah Sapen sudah penuh hingga tahun 2032. Apa yang mendorong orang tua antusias menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah Sapen?

byredaksi
January 22, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suasana di depan sekolah SD Muhammadiyah Sapen, Kamis (22/1/2026). Sekolah tersebut kini tengah jadi buah bibir karena banyak orang tua antusias menyekolahkan di SD tersebut

Suasana di depan sekolah SD Muhammadiyah Sapen, Kamis (22/1/2026). Sekolah tersebut kini tengah jadi buah bibir karena banyak orang tua antusias menyekolahkan di SD tersebut. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
97
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – SD Muhammadiyah Sapen mencatatkan fenomena baru dalam dunia pendidikan di Kota Yogyakarta. Lantaran, sekolah berbasis agama itu memiliki waiting list (daftar tunggu) pendaftaran calon peserta didik baru yang sudah penuh hingga tahun ajaran 2032.

Sistem daftar tunggu itu muncul karena tingginya minat masyarakat atau orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

Sejumlah orang tua pun berbondong-bondong menitipkan dokumen agar sang buah hati masuk dalam daftar tunggu. Bahkan ada di antaranya yang telah mendaftarkan anaknya sejak masih balita.

Tak heran, daftar tunggu calon peserta didik baru di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta sudah penuh hingga 2032 mendatang.

Sejumlah orang tua membeberkan alasan mereka memilih anaknya bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta meski harus melalui daftar tunggu bertahun-tahun.

Kualitas Pendidikan

Seorang orang tua murid, Dewi (47), mengaku sudah mendaftarkan nama anaknya ke sekolah tersebut sejak dua tahun lalu. Kini anaknya duduk di bangku kelas 1 SD.

“Kemarin anak saya hampir tidak dapat kursi, karena masih 2 tahun lagi tapi kuotanya tinggal 20. Akhirnya saya langsung daftarkan dan Alhamdulillah dapat,” ucapnya kepada Populi.Id, Kamis (22/1/2026).

Warga Kabupaten Bantul itu rela setiap hari membelah jalanan kota Yogyakarta untuk mengantarkan anaknya menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Sapen.

Sejumlah orang tua tampak menunggu anaknya yang bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen, Kamis (22/1/2026)
Sejumlah orang tua tampak menunggu anaknya yang bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen, Kamis (22/1/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]
Kualitas pendidikan akademik dan pendidikan karakter berbasis agama dikatakan jadi satu faktor penting pertimbangan memilih sekolah tersebut.

“Kualitas pendidikan itu yang pertama dan dasar agama menurut kami penting. Kebetulan di sini ajaran agamanya bagus. Anak-anak diajari kemandirian mulai dari bangun tidur untuk salat Subuh dan persiapan ke sekolah. Belum nanti di sekolah ada tadarus, hafalan, salat Dhuha, dan salat berjamaah,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, SD Muhammadiyah Sapen juga mengajarkan adab dan sopan santun untuk membentuk karakter baik bagi anak-anak. Tak sekadar diajarkan, namun guru dan karyawan SD Muhammadiyah Sapen juga senantiasa mencontohkan adab baik itu kepada para siswa.

“Kepala sekolah setiap hari datang paling pertama dan menyambut para siswa yang datang ke sekolah. Sehingga anak-anak tidak merasa terpaksa datang ke sekolah, justru merasa bersemangat karena disambut dengan hangat,” tuturnya.

Langganan Sekolah Favorit

Dari kualitas pendidikan, Dewi menilai SD Muhammadiyah Sapen tidak main-main. Sejak kelas 4 SD, para siswa dipersiapkan untuk bisa bersaing mendapatkan sekolah menegah pertama (SMP) favorit.

Dia pun mencontohkan anak pertama dan keduanya yang merupakan lulusan SD Muhammadiyah Sapen.

Ia mengungkapkan, anak pertamanya berhasil lulus dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan kini sudah bekerja. Sedangkan, anak keduanya kini kelas 2 di SMP Negeri yang masuk 10 besar sekolah favorit di Kota Pelajar.

“Memang sudah terkenal kalau dari SD Muhammadiyah Sapen pasti bisa masuk SMP-SMP favorit. Itu sudah jadi seperti tradisi,” sebutnya.

Senada, orang tua siswa lainnya, Rinda (35), memilih SD Muhammadiyah Sapen agar anaknya berpeluang masuk satu di antara 10 besar SMP favorit di Kota Yogyakarta.

Suasana di halaman SD Muhammadiyah Sapen, Kamis (22/1/2026)
Suasana di halaman SD Muhammadiyah Sapen, Kamis (22/1/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]
Selain, ia melihat banyaknya prestasi akademik dan non akademik yang telah ditorehkan para siswa SD Muhammadiyah Sapen.

“Di sini bakat dan minat siswa juga tersalurkan. Kami melihat banyak ekstrakulikuler yang difasilitasi, ada puluhan lebih. Pertimbangan lain karena dekat tempat kerja saya dan suami, jadi kalau ada apa-apa bisa cepat ke sekolah, walaupun rumah saya di Sedayu (Kabupaten Bantul),” tutur dia.

Ketika disinggung terkait SPP di SD Muhammadiyah Sapen, Rinda menyebut masih tergolong standar jika dibandingkan sekolah swasta lainnya yang berbasis agama Islam. SD Muhammadiyah Sapen pun dinilai dapat bersaing dengan sekolah swasta lainnya.

“Harapan saya semoga semua SD di Indonesia standar pendidikannya bisa sama. Jadi anak-anak dari keluarga kurang mampu juga bisa mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang sama,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daftar tunggupendidikanSD Muhammadiyah SapensekolahSMP FavoritYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Next Post
Sidang pembakaran tenda Mapolda DIY, Kamis (22/1/2026).

Saksi Ahli Sebut Tindakan Terdakwa Pembakaran Tenda di Mapolda DIY Terpengaruh Situasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.