JAKARTA, POPULI.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana baru-baru ini memberikan balasan atas kritik pedas yang dilontarkan Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay.
Diketahui, pada saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Rabu (21/1/2026) Saleh Daulay sempat mengkritisi Menpar Widiyanti yang hanya melakukan pencitraan atas beragam penghargaan yang dipaparkan dalam rapat.
Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menilai daftar penghargaan yang dipamerkan Menpar tidak dibarengi dengan penjelasan dampak nyatanya bagi masyarakat.
Daulay pun meminta Menpar untuk tak menghindar dari pendalaman materi dan siap menjawab langsung, tidak sekadar jawaban tertulis yang disiapkan stafnya.
Suasana pun kian memanas ketika Daulay menyentil soal konsekuensi dari tugas konstitusional yang diamanatkan kepadanya.
“Bu Menteri kalau ngga mau rapat ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR ngga mau rapat ya jangan jadi anggota DPR juga dong, bener ngga? Kan ini konsekuensi dari tugas konstitusional,” tegasnya.
Belakangan, kutipan video kritik Daulay itupun dipakai Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebagai senjata untuk memberi balasan.
Melalui akun instagramnya yang dikutip Jumat (23/1/2026), Menpar memberi penjelasan atas kritik pedas yang ditujukan Daulay kepadanya.
“Pada 21 Januari lalu, Kementerian Pariwisata menghadiri Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dalam rangka Evaluasi Kinerja Tahun 2025 serta Perencanaan Program Tahun 2026.
Rapat kerja tersebut dilaksanakan dalam dua sesi dan akan dilanjutkan pada rapat berikutnya. Pada kesempatan kemarin, saya belum diberi kesempatan untuk menjawab seluruh pertanyaan yang disampaikan. Saya berkomitmen untuk menyampaikan jawaban secara langsung di Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI berikutnya.
Selama menjalani tugas sebagai Menteri Pariwisata saya selalu menghadiri undangan rapat formal DPR RI dan datang tepat waktu, menghormati semua anggota dalam menyampaikan laporan yang telah kami buat dengan sepenuh hati.
Saya menjunjung tinggi integritas, kesantunan dalam bernegara. Saya akan terus bekerja keras untuk seluruh masyarakat dan ekosistem pariwisata tanpa menyerah walaupun mendapat tekanan dari pihak2 tertentu baik langsung maupun buzzer bayarannya,” ungkapnya.
Tak cuma itu, di akhir penjelasannya, Menpar juga sempat menyinggung mengenai perlakuan di dalam rapat dan ketika bertemu dengan masyarakat.
“Berbeda dari ruang rapat, selama saya turun ke daerah, di mana saya bertemu masyarakat, saya selalu mendapatkan perlakuan baik dan ramah. Memberi saya semangat berjuang untuk mereka dengan bekerja, bukan dengan bicara atau pencitraan belaka. Allah Maha Besar dan akan selalu melindungi orang yang baik. Bila ini konsekuensi dari integritas, biarlah Allah yang berhak menilai,” jelasnya.











