YOGYAKARTA, POPULI.ID – Para penjahit permak jeans yang berada di sepanjang Jalan Dr Sardjito, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, telah direlokasi ke Pasar Terban.
Kini, bekas bangunan lapak mereka di Jalan Sardjito pun mulai dibongkar dan lahan trotoar bakal dikembalikan ke fungsi awal untuk pejalan kaki.
Kebijakan relokasi penjahit permak jeans dari Jalan Sardjito menuju Pasar Terban Kota Yogyakarta mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama pelanggan jasa tersebut.
Ada pelanggan yang mendukung, namun ada pula yang justru kontra, seperti yang dirasakan Tri, warga Kabupaten Bantul.
Pria berusia 40 tahun itu mengaku cukup kecewa ketika mengetahui penjahit langganannya harus pindah. Meski sudah diberi tahu lokasi terbaru, akan tetapi Tri merasa keberatan.
“Sudah diberi tahu kalau pindah ke Pasar Terban, tapi saya belum ke sana. Saya rasa nanti agak susah mencari (kios penjahit langganannya), karena sudah terbiasa di sini (Jalan Sardjito),” ujarnya.
Tri menyampaikan sudah 15 tahun jadi pelanggan tetap salah satu penjahit di Jalan Sardjito. Dia pun selalu datang apabila mendadak membutuhkan jasa jahit dan permak jeans. Kemudahan akses dan harga murah lah yang menjadi pertimbangan Tri jadi pelanggan setia jasa jahit di Jalan Sardjito.
“Karena lebih efisien dan murah kalau tiba-tiba harus permak jeans atau baju kebesaran. Jadi bisa langsung datang sekalian melintas. Tapi kalau di tempat baru harus parkir dulu, terus naik tangga dan cari kiosnya. Apalagi aksesnya itu jalan searah,” tuturnya.
Berbeda dengan Tri, pelanggan lainnya bernama Dail (28) justru sangat mendukung relokasi penjahit permak jeans Jalan Dr. Sardjito ke Pasar Terban. Sebab, tempat usaha jasa jahit dinilai lebih terpusat dan mudah diakses.
“Jadi misalkan mau servis (perbaiki) atau jahit tas dan pakaian tinggal datang ke Pasar Terban. Terus lokasi pasar juga di tengah kota, jadi mudah dicari,” papar warga Kabupaten Sleman tersebut.
Selain itu, dia menilai kios-kios para penyedia jasa jahit juga lebih tertata di Pasar Terban. Lokasi Pasar Terban juga dianggap lebih bersih, tidak panas, serta lebih aman ketimbang di pinggir jalan.
“Memang harus parkir dulu, tapi untuk keselamatannya lebih mending di sini daripada di pinggir jalan. Tapi yang paling penting jadi lebih terpusat,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)


![Penumpang memasuki kereta api dari stasiun Yogyakarta. [Dok. PT KAI]](https://populi.id/wp-content/uploads/2025/03/pt-KAI-120x86.png)









