• Tentang Kami
Friday, January 30, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Mustahil Jalani Slow Living di Yogyakarta Bila Masih Terjerat Hal Ini

Selain identik sebagai tujuan wisata, Yogyakarta juga disebut sebagai daerah yang bisa mewujudkan konsep slow living, emang beneran bisa?

byredaksi
January 30, 2026
in headline, Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
A A
0
kawasan Tugu Jogja yang merupakan satu di antara ikon Kota Yogyakarta

kawasan Tugu Jogja yang merupakan satu di antara ikon Kota Yogyakarta. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gaya hidup lambat dan santai yang mengutamakan kualitas waktu ketimbang kuantitas aktivitas atau slow living, kini mulai dilirik sebagian masyarakat di tengah cepatnya ritme hidup modern.

Yogyakarta menjadi satu di antara daerah di Indonesia yang kini identik sebagai tempatnya untuk mewujudkan konsep slow living.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kurangi Tumpukan Sampah Organik di Pasar Giwangan, Disdag Yogyakarta Ajak Pedagang Olah Buah Afkir

Biaya Hidup di DIY Tertinggi Kedua di Indonesia, Pakar UMY: Penetapan Upah Perlu Dievaluasi

Tapi benarkah bisa hidup dengan konsep slow living di Yogyakarta? Mengingat Yogyakarta hari ini masih menyisakan persoalan klasik, mulai dari kepadatan penduduk, harga tanah yang mencekik hingga UMR kecil.

Satu di antara warga Yogyayarta, Gita (28), menyebut konsep hidup slow living bisa diterapkan di Yogyakarta, asalkan tidak mengikuti ke-fomo-an yang sedang terjadi di seluruh sudut kota. Menurutnya, gaya hidup slow living hanya tergantung cara pandang seseorang menjalani hidup.

“Kalau menurutku slow living di Jogja bisa-bisa saja, tapi dengan syarat tidak mengikuti ke-fomo-an. Orang dengan gaji UMR juga masih bisa slow living, asalkan gaya hidupnya menyesuaikan budget,” ucapnya kepada Populi.id, Kamis (29/1/2026).

Dia menilai, sikap gengsi tinggi, perilaku konsumtif, kecenderungan ingin ikut-ikutanlah yang membuat seseorang susah menjalani hidup santai. Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari segi harga makanan di Yogyakarta masih tergolong murah dan terjangkau.

“Kalau saya sih sudah merasa hidup slow living karena ibu rumah tangga, kegiatanku juga tidak terlalu banyak. Sehari saya juga membatasi pengeluaran maksimal Rp100 ribu, dengan satu anak itupun sudah bisa jajan kemana-mana. Jadi menurutku sudah slow living, tapi tidak tahu kalau menurut orang lain,” paparnya.

Warga lainnya, Niarti (41), menilai hidup slow living di Kota Yogyakarta bisa dilakukan apabila tidak ada beban tagihan atau cicilan kredit. Sebab, dia menganggap biaya hidup di Yogyakarta masih terjangkau, bahkan harga makanan serba murah standar kantong mahasiswa.

“Tergantung punya tagihan atau tidak. Walaupun gaji di bawah UMR tapi tidak punya tagihan atau beban cicilan maka masih bisa hidup nyaman dan santai. Tapi kalau punya cicilan berarti mencukupi itu dulu, jadi harus ngirit,” ujarnya.

Sementara itu, warga pendatang dari Solo, Marsono (50), mengaku sudah merantau ke berbagai kota semisal Bandung, Surabaya, Kalimantan, dan Sumatera, hingga mengakhiri perantauan di Yogyakarta. Dari seluruh kota yang pernah didatangi, hanya Yogyakarta yang dia rasa paling nyaman.

“Ya menurut hati saya yang paling nyaman itu Jogja, mungkin karena lingkungannya dan pergaulannya yang berbeda,” ujarnya.

Dia mengakui hidupnya lebih santai di Yogyakarta. Terlebih dia berjualan cilok milik sendiri sehingga tidak merasa tertekan atau stres saat menjemput rezeki.

“Saya berusaha sesantai mungkin. Semua kan tergantung bagaimana cara mengurus ekonominya,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: gaya hidupJogjaslow livingUMRYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Pasar Rakyat Disdag Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo.

Kurangi Tumpukan Sampah Organik di Pasar Giwangan, Disdag Yogyakarta Ajak Pedagang Olah Buah Afkir

January 30, 2026
Ilustrasi uang

Biaya Hidup di DIY Tertinggi Kedua di Indonesia, Pakar UMY: Penetapan Upah Perlu Dievaluasi

January 29, 2026
Terganggu Tumpukan Sampah, Omzet Penjual Angkringan di Pasar Giwangan Anjlok

Terganggu Tumpukan Sampah, Omzet Penjual Angkringan di Pasar Giwangan Anjlok

January 28, 2026
Ilustrasi gempa

Hari Ini Yogyakarta dan Sekitarnya Tercatat Digoyang Gempa 2 Kali

January 27, 2026
Penumpang memasuki kereta api dari stasiun Yogyakarta. [Dok. PT KAI]

Yogyakarta Digoyang Gempa, KAI Daop 6 Hentikan Belasan Perjalanan Kereta Api

January 27, 2026
Pembongkaran kios di Jalan Dr. Sardjito, Sabtu (24/1/2026). Lokasi tersebut sebelumnya dipakai untuk penjahit dan permak jeans yang kemudian direlokasi ke Pasar Terban seusai direvitalisasi

Tanggapan Pelanggan Soal Relokasi Penjahit Permak Jeans Jalan Dr. Sardjito ke Pasar Terban

January 25, 2026
Next Post
Kepala Bidang Pasar Rakyat Disdag Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo.

Kurangi Tumpukan Sampah Organik di Pasar Giwangan, Disdag Yogyakarta Ajak Pedagang Olah Buah Afkir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.