• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Terganggu Tumpukan Sampah, Omzet Penjual Angkringan di Pasar Giwangan Anjlok

Sampah yang menggunung di kawasan pasar induk buah dan sayuran Giwangan dikeluhkan sejumlah pedagang termasuk penjaja angkringan yang biasa mangkal di lokasi

byGalih Priatmojo
January 28, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Terganggu Tumpukan Sampah, Omzet Penjual Angkringan di Pasar Giwangan Anjlok
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

DLH Bantul Sebut Program Angkut Sampah Terpilah di Ruang Publik Belum Optimal

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Puji (42), duduk terdiam menunggu pelanggan datang ke warung angkringannya pada Selasa (27/1/2026). Sesekali ia menyeruput segelas teh hangat sambil memandang jauh di antara aktivitas pedagang Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta, DIY.
Pandangannya tampak sayu melihat kursi angkringan yang masih saja kosong, padahal saat itu sudah memasuki jam makan siang. Biasanya, kursi-kursi tersebut sudah dipenuhi jejeran pelanggan yang memesan minum untuk melepas dahaga.
Alih-alih keramaian pelanggan, justru tumpukan sampah buah dan sayuran lah yang memenuhi pandangan mata Puji.
Bagaimana tidak? Warung angkringan Puji berada tepat di samping depo sampah Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan.
Depo yang seharusnya menjadi tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) itu kini penuh tumpukan karung sampah. Saking penuhnya, penampungan sampah tersebut tampak meluber sampai bahu jalan.
“Sudah sebulan lebih sampah-sampah tidak diangkut. Padahal dulu setiap pagi pasti diangkut, tapi mulai sebulan ini menumpuk,” ungkap Puji kepada Populi.id, Selasa (27/1/2026).
Dia mengaku tak tahu alasan pasti tumpukan sampah di Pasar Induk Giwangan itu tidak segera diangkut.
Dia merasa tumpukan sampah itu sangat mengganggu aktivitas jualannya. Lantaran, bau tak sedap yang bersumber dari tumpukan sampah membuat pelanggannya berpikir dua kali untuk mampir.
“Ya sangat berpengaruh, sekarang jadi sepi. Pelanggan yang mau makan pasti mikir-mikir lagi kalau baunya begini. Jangankan pelanggan, kami yang nunggu juga agak mual, pernapasannya juga agak engap,” katanya.
Sejak tumpukan sampah tak diangkut, Puji mengaku mengalami penurunan pemasukan. Jika biasanya bisa menjual 50 gelas minuman per hari. Kini dia hanya bisa menjual minuman di bawah 20 gelas per hari.
“Ya kebanyakan dibungkus bawa pulang. Kalau diminum di sini pada tidak mau. Saya juga jadi sering libur karena mikirin sampah itu, daripada tidak laku,” tutur dia.
Sementara itu, Pengawas Kebersihan Pasar Induk Giwangan, Sugeng, mengungkapkan ada sebanyak tujuh titik tumpukan sampah yang muncul di Pasar Induk Giwangan.
Kondisi yang berlangsung sebulan terakhir itu muncul karena pada 2025 armada pengangkut sampah tidak pasti datang.
Ditambah, pada awal 2026 TPA Piyungan sudah benar-benar ditutup, sehingga semakin memperparah tumpukan sampah di pasar rakyat tersebut.
“Dari dinas sudah berkoordinasi dan masih mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia.
Sugeng menyebut, sebagian besar tumpukan itu berupa sampah organik dari sisa sayur dan buah-buahan busuk. Bahkan sebesar 70 persen berupa buah jeruk busuk atau tak layak jual (BS).
“Kalau semua sampah mau diangkut dalam sehari, membutuhkan 7 armada karena beratnya bisa sampai 30-an ton. Kalau kondisi sampah dari awal nol ton, paling 3 hari diangkut satu armada bisa cukup,” pungkasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)
Tags: angkringanGiwanganpasar induk dan buah giwangansampahTPA PiyunganYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Ilustrasi sampah organik. [pexels/emmet]

DLH Bantul Sebut Program Angkut Sampah Terpilah di Ruang Publik Belum Optimal

June 10, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Next Post
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes

Bukan ke Persib, Maarten Paes Mau Ukir Sejarah Bersama Ajax

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.