• Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

Menurut kesaksiannya dalam sidang korupsi hibah pariwisata, Wisnu diminta menarik fee 10 persen kepada tiap pokdarwis di cancangan

byredaksi
February 12, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Fakta baru nan mencengangkan terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dengan terdakwa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Saksi sidang menyebut ada pengambilan uang 10 persen atau Rp2,5 juta dari dana bantuan hibah pariwisata yang diterima oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis).

BERITA MENARIK LAINNYA

Soroti Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Kalau Hukum Dimain-mainkan Negara Terancam

5 Fakta Terbaru Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Diwarnai Ketegangan hingga Peran Keluarga Terdakwa

Kesaksian itu dibeberkan oleh saksi Wisnu Wijaya, sopir Suparmono, yang pada 2020 menjabat Panewu Cangkringan.

Pada 2021, Suparmono diangkat oleh Kustini Sri Purnomo sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Pada 2022, Suparmono kemudian dipercaya sebagai Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Pada era Kustini Sri Purnomo, karier Suparmono terbilang cukup moncer. Setelah menjadi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, ia diberi jabatan oleh Kustini Sri Purnomo sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada 2024. Setahun berselang, Suparmono memasuki masa purnatugas alias pensiun.

Ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta, Rabu (11/2/2026), supir Suparmono mengaku bertemu anak buah Raudi Akmal, Karunia Anas Hidayat, dan Rinto Budi Antoro selaku Ketua Karang Taruna Ngemplak di Rumah Dinas Bupati Sleman. Saat itu, ia mengantar Suparmono menghadiri sebuah pertemuan penting.

Setelah pertemuan tersebut, beberapa waktu berselang, Anas dan Rinto datang ke Kantor Kapanewon Cangkringan. Mereka bertemu dengan Wisnu dan meminta untuk menunjukkan sejumlah pokdarwis yang mendapatkan dana hibah pariwisata.

“Saya cuma disuruh mengantar. Saya tidak ikut bertemu pokdarwis,” terang Wisnu.

Hakim Gabriel Siallagan lantas membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) keterangan saksi. Di BAP, ada keterangan bahwa Wisnu disuruh meminta uang komisi atau fee 10 persen sebesar Rp2,5 juta dari pokdarwis di Cancangan.

Kemudian, masih sesuai BAP, Wisnu memberikan uang tersebut kepada Rinto di Lapangan Cangkringan.

“Ya, tahu-tahu, Rinto menyuruh saya untuk mengambil uang Rp2,5 juta ke Pak Tri, pengurus pokdarwis Cancangan,” jawab Wisnu.

Setelah pengakuan itu, Hakim bertanya, Wisnu mengenal Anas dan Rinto sebagai apa.

Awalnya, Wisnu berkilah. Setelah dicecar, Wisnu akhirnya menyebut mereka sebagai tim pemenangan Kustini Sri Purnomo.

Melihat jawaban Wisnu yang berputar-putar dan penuh keraguan, hakim Gabriel berulang kali memberi wejangan.

Ia meminta supaya Wisnu tidak takut dan lebih baik memberi keterangan sejujur-jujurnya.

“Takut ngomongnya? Lebih baik ngomong yang jujur biar lega. Biar enteng dan plong,” demikian kata hakim Gabriel kepada Wisnu.

Penasihat hukum Sri Purnomo mencoba bertanya kepada Wisnu, kapan tahu Anas dan Rinto sebagai tim sukses Kustini Sri Purnomo.

Mendengar pertanyaan tersebut, jaksa penuntut umum pun memberikan interupsi.

Sebab, pertanyaan itu sudah ditanyakan pada awal persidangan. Sedikit gaduh, majelis hakim Melinda Aritonang mengambil alih.

Ditanya oleh Melinda, Wisnu mengira awalnya Anas dan Rinto dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Baru setelah kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata terkuak dan ada pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Sleman, Wisnu tahu bahwa Anas dan Rinto adalah tim sukses Kustini Sri Purnomo di Pemilihan Kepala Daerah 2020 silam.

“Jadi, begitu ya, penasihat hukum dan jaksa. Seperti itu pengakuan saksi. Kalau ternyata saksi terbukti berbohong di persidangan, nanti diproses saja,” tegas Melinda.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan meminta keterangan para saksi, termasuk 20 pokdawris penerima dana hibah pariwisata yang berasal dari Kapanewon Cangkringan.

Tak hanya pengakuan Wisnu, saksi Sri Yanto selaku pengurus objek wisata Batu Alien di Kapanewon Cangkringan pun memberi kesaksian mencengangkan.

Ia mengatakan bahwa destinasi wisata tersebut berada di tanah pribadi warga dan ada investor yang menanamkan modal. Kelengkapan dokumen objek wisata juga tidak sesuai.

“Meskipun Batu Alien dikelola kelompok masyarakat, tidak ada alokasi kontribusi wisata untuk desa. Waktu itu, objek wisata tidak ada surat keputusan lurah. Yang penting ada pengurus atau pengelola,” ujarnya seraya menyebut bahwa destinasi Batu Alien menerima dana hibah Rp55 juta untuk paving blok sepanjang 285 meter.

Saksi Wisnu dari Soka Karya di Kapanewon Cangkringan mengaku mengajukan proposal hibah pariwisata untuk membangun talut sungai sebagai tempat pemandian.

Ketika itu, pokdarwis Soka Karya dibentuk dadakan untuk menerima dana hibah pariwisata.

“Kami untung-untungan saja. Ternyata, kami bisa mendapatkan bantuan,” ucapnya.

Saksi Ngatimin dari Kampung Bunga dan Konservasi mengaku sempat mengajukan proposal Rp229 juta.

Namun, saat pertemuan di hotel, ia disodori menu paket kegiatan yang bisa dilakukan pakai dana hibah pariwisata.

“Tidak ada menu sesuai proposal kami. Akhirnya, kami pilih bangun pergola, bangku taman, dan lain-lain,” tutur Ngatimin.

Kampung Bunga dan Konservasi yang dikelola Ngatimin menerima dana hibah Rp54,5 juta.

Dana dipakai untuk membengun pergola di tanah pribadi yang disewa sang kakak. Namun, kini, pergola dibongkar. Objek wisata tersebut sekarang berubah menjadi tempat jual beli tanaman.

“Tak ada pemasukan wisata untuk desa,” tukas Ngatimin.

Tags: dana hibah pariwisataKorupsiPengadilan Negeri YogyakartapokdarwisSri Purnomotim pemenangan kustini

Related Posts

Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Soroti Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Kalau Hukum Dimain-mainkan Negara Terancam

February 11, 2026
Sejumlah saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun anggaran 2020 dengan terdakwa Sri Purnomo yang digelar Jumat (6/2/2026). Saksi yang dihadirkan JPU mulai dari ketua Pokdarwis hingga PAC PDIP Sleman

5 Fakta Terbaru Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Diwarnai Ketegangan hingga Peran Keluarga Terdakwa

February 9, 2026
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah dengan terdakwa Sri Purnomo di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (4/2/2026)

7 Fakta Terbaru Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Dari Peran Rumah Dinas Bupati hingga Nego Harga di Hotel

February 5, 2026
Mantan Ketua DPC PDIP Sleman sekaligus Ketua Tim Pemenangan Kustini-Danang, Koeswanto dihadirkan sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Tahun Anggaran 2020 dengan terdakwa eks Bupati Sri Purnomo

5 Fakta Terkini Dalam Sidang Lanjutan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

February 2, 2026
Saksi Akui Sri Purnomo Ajak Bicara Soal Hibah Pariwisata untuk Pilkada

Saksi Akui Sri Purnomo Ajak Bicara Soal Hibah Pariwisata untuk Pilkada

January 26, 2026
Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto

Kejari Sleman Sebut Ada Tersangka Baru Korupsi Dana Hibah Pariwisata

January 26, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.