• Tentang Kami
Tuesday, February 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Teror Berulang di BEM UGM, Siapa Dalangnya?

Teror terhadap BEM UGM bukan kali ini saja terjadi, sebelum menimpa Tiyo Ardianto, teror juga sempat dialami Ketua BEM UGM terdahulu yakni Gielbran Mohammad Noor

byredaksi
February 23, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi simbol perlawanan dan kritik atas kebijakan yang mencederai demokrasi dan supremasi masyarakat sipil

Ilustrasi simbol perlawanan dan kritik atas kebijakan yang mencederai demokrasi dan supremasi masyarakat sipil. [pexels/Luis Quintero]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Lagi-lagi teror menimpa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM. Kali ini menimpa Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto usai melontarkan sejumlah kritik terhadap pemerintah.

Serangkaian teror tersebut dilaporkan muncul setelah BEM UGM mengirimkan surat resmi kepada UNICEF pada 6 Februari 2026, yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menyoroti tragedi bunuh diri seorang siswa di NTT akibat keterbatasan ekonomi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Teror ke Pengurus BEM UGM Meningkat, Tiyo Ardianto Tegaskan Solidaritas Internal Kian Menguat

5 Fakta Mengejutkan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Singgung Soal Gibran

Tiyo menjelaskan bahwa sejak 9 Februari 2026, ia mulai menerima pesan-pesan bernada ancaman dari sedikitnya enam nomor telepon misterius dengan kode negara Inggris Raya (+44). Isi pesan tersebut beragam, mulai dari ancaman penculikan hingga upaya pembongkaran aib pribadi.

Lebih jauh, serangan tersebut berkembang menjadi upaya pembunuhan karakter yang terstruktur di media sosial. Tiyo menyebutkan adanya konten hoaks yang dibuat menggunakan teknologi AI untuk menyudutkan reputasinya, termasuk tuduhan bahwa dirinya adalah bagian dari komunitas LGBT hingga fitnah terkait kebiasaan menyewa pemandu lagu (LC).

“Mereka juga membuat konten yang kemudian dikirimkan ke saya dalam bentuk gambar ‘Awas LGBT di UGM’ dengan foto saya. Bahkan, ada konten pembunuhan karakter yang foto saya itu di-generate oleh AI,” ungkap Tiyo.

Selain pembunuhan karakter, Tiyo juga mengaku sempat dikuntit oleh orang tak dikenal.

Tiyo menceritakan insiden tersebut terjadi pada 11 Februari 2026 saat ia sedang berada di sebuah kedai.

Di sana, ia merasa diikuti dan difoto secara sembunyi-sembunyi oleh dua pria tidak dikenal yang memiliki perawakan tubuh tegap. Meski sempat mencoba mengejar oknum tersebut, mereka berhasil melarikan diri.

Menanggapi situasi ini, Tiyo menegaskan keprihatinannya terhadap iklim demokrasi saat ini.

“Ini alarm yang menunjukkan bahwa demokrasi kita enggak baik-baik saja,” tegasnya.

Selain menyasar dirinya, teror juga merembet ke pihak keluarga, di mana ibunda Tiyo menerima pesan palsu yang menuduh anaknya menggelapkan dana kampus.

Merespon hal tersebut, juru bicara UGM, I Made Andi Arsana, mengonfirmasi bahwa pimpinan universitas telah menjalin komunikasi langsung dengan Tiyo.

Sebagai langkah konkret, pihak kampus telah menginstruksikan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk memberikan pengawalan dan pemantauan khusus demi menjamin keselamatan Ketua BEM tersebut.

Sementara itu, beberapa tokoh politik seperti Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyarankan agar Tiyo segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian agar kasus ini dapat diusut tuntas.

Gelar Jokowi Memalukan

Sebagaimana ditulis pada bagian awal, kasus teror terhadap BEM UGM merupakan kejadian berulang.

Dalam kurun 5 tahun terakhir, BEM UGM beberapa kali mengalami teror seusai lantang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Sebelum menimpa Tiyo, Ketua BEM UGM terdahulu yakni Gielbran Mohammad Noor juga mengalami kondisi serupa.

Dirinya mengalami serangkaian tekanan berupa intimidasi dan penyebaran informasi palsu (hoaks), setelah organisasi yang dipimpinnya menobatkan Presiden Joko Widodo sebagai “Alumnus UGM Paling Memalukan” dalam sebuah aksi diskusi pada 8 Desember 2023.

Gielbran membeberkan bahwa upaya intimidasi tersebut dilakukan oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai intelijen dari kesatuan tertentu.

Oknum tersebut dilaporkan mendatangi Fakultas Peternakan UGM, tempat Gielbran menuntut ilmu, untuk meminta data pribadinya.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak akademik karena oknum tersebut tidak dapat menunjukkan surat tugas resmi.

Selain di lingkungan kampus, upaya serupa juga menyasar kediamannya di Sragen, Jawa Tengah. Gielbran menceritakan bahwa oknum yang mengaku intel mendatangi Ketua RT setempat dengan maksud menemui orang tuanya.

“Ketua RT menghalau dan membatasi juga mengimbau agar tidak usah bertemu orang tua saya. Intel-intel tersebut tidak sampai bertemu orang tua saya, mereka mengundurkan diri dan tak mengintervensi secara langsung,” jelas Gielbran.

Gielbran juga diserang secara pribadi melalui media sosial dengan narasi bahwa dirinya telah dikeluarkan dari kampus (drop out) dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang rendah, yakni 2,2.

Gielbran dengan tegas membantah isu tersebut dan membuktikan bahwa dirinya masih memiliki akses penuh ke sistem akademik kampus (Simaster).

Gielbran mengungkapkan bahwa IPK aslinya jauh di atas angka yang dituduhkan, yakni mencapai 3,68, dengan transkrip nilai semester terakhir yang didominasi nilai A.

“Isu-isu yang beredar liar di luar sana tidaklah benar adanya, termasuk isu yang menyebut bahwa saya sebagai Ketua BEM UGM telah di drop-out,” tegasnya.

Kecaman dan Desakan

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengecam keras rentetan teror yang dipicu langsung oleh aktivitas kritik mahasiswa.

Ia menilai teror yang menimpa sejumlah mahasiswa baik secara individu maupun organisasi merupakan tindakan yang mereduksi demokrasi.

“Intimidasi dan teror semacam ini kami nilai sangat berbahaya bagi demokrasi serta hanya akan terus menggerus kebebasan sipil,” ujar Dimas.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi mendesak kepada pihak kepolisian untuk bertindak atas teror yang menimpa BEM UGM.

“Saya minta aparat mengusut tuntas siapa dalang di balik aksi teror ke BEM UGM terutama ke Tiyo. Bagaimanapun suara Tiyo itu adalah wujud keterbukaan, wujud kebebasan berpendapat yang sangat perlu dihormati,” tegas Politisi Fraksi PKB tersebut.

Tags: BEM UGMGielbran Mohammad NoorJokowiKritikMBGterorTiyo Ardianto

Related Posts

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

Teror ke Pengurus BEM UGM Meningkat, Tiyo Ardianto Tegaskan Solidaritas Internal Kian Menguat

February 23, 2026
Said Didu mengungkapkan isi pertemuannya bersama tokoh oposisi saat diundang Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara akhir Januari lalu.

5 Fakta Mengejutkan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Singgung Soal Gibran

February 16, 2026
Presiden Prabowo Subianto saat berada di podium.

Mengupas Gaya Komunikasi Presiden Prabowo: Orasi Spontan, Transparansi, Kontroversi

February 13, 2026
Anggota Sekolah Lansia Kalimasada, Ety Roossetiyawati saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).

Lansia Sleman Usulkan Anggaran MBG Dialihkan untuk Pendidikan Gratis

February 12, 2026
Presiden Prabowo Subianto

Ramai-ramai Dukung Prabowo Dua Periode, Pengamat: Masih Prematur

February 10, 2026
Sidang lanjutan gugatan Citizen Lawsuit terkait ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Surakarta

7 Fakta Persidangan Ijazah Jokowi: Sosok Jack hingga Misteri Kacamata

February 3, 2026
Next Post
Terdakwa kasus pembakaran tenda polisi di Mapolda DIY saat mempelihatkan poster di ruang persidangan menagih janji ketua Majelis Hakim Ari Prabawa sebelum mengikuti sidang vonis, Senin (23/2/2026).

Divonis 5 Bulan 3 Hari, Perdana Arie Veriasa Langsung Bebas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.