YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pebalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil tampil impresif dalam debutnya di ajang Moto3 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada Minggu (1/3/2026).
Pemuda kelahiran Kabupaten Gunungkidul, DIY itu sukses mencuri perhatian setelah berhasil finis di posisi kelima. Prestasi itu menjadikan Veda sebagai pebalap asal Indonesia pertama dengan pencapaian tertinggi saat debut di ajang Moto3.
Kiprah membanggakan Veda tersebut tak hanya mengangkat nama Indonesia di ajang Grand Prix dunia, namun juga mengharumkan nama SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan (IP) Yogyakarta, tempat Veda Ega Pratama mengenyam pendidikan sekolah menengah atas.
Wakil Ketua Bagian Urusan Kesiswaan SMA Taman Madya IP Yogyakarta, Ki Kadir, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sangat bangga dan senang atas prestasi Veda Ega yang tampil memuaskan saat mengawali debut Moto3 di Thailand.
Tak hanya membanggakan sekolah, menurutnya, prestasi Vega juga membanggakan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Indonesia.
“Tentu sekolah sangat senang dan bangga atas prestasi Veda. Karena bukan hanya sekarang, tapi sejak kecil dia sudah mulai balapan. Kemarin di Rocky’s Club dia berhasil runner up dan sekarang naik kelas ke Moto3. Dia start di P5 (urutan kelima) dan Alhamdulillah bisa finis di posisi 5. Sangat bagus karena saingannya dari seluruh dunia,” papar Kadir kepada Populi.id, Senin (2/3/2026).
Meski aktif sebagai atlet balap motor, namun Veda tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai siswa. Kadir menyebut, Veda rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru di tengah kesibukannya.
Bahkan ketika musim kompetisi selesai, Veda mengusahakan pulang ke DIY dan masuk sekolah seperti siswa lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi Veda, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran daring nan fleksibel. Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Honda Team Asia dan orang tua Veda untuk menyesuaikan jadwal pembelajaran serta ujian daring. Utamanya, agar Veda tetap bisa memenuhi kewajiban akademik tepat waktu.
“Kami membebaskan Veda untuk berkegiatan dengan balapan dengan menyusun agar kegiatan pembelajaran sekolah tidak bertabrakan jadwal kejuaraan. Jadi pembelajaran atau ujian daring dilakukan di sela-sela kejuaraan kalau posisi di luar negeri,” paparnya.
Tak hanya itu, SMA Taman Madya IP Yogyakarta juga menunjukkan dukungan dengan cara mengajukan Veda sebagai siswa berprestasi di tingkat daerah dan nasional.

Lebih lanjut, Kadir melanjutkan bahwa Veda adalah sosok anak yang pendiam dan rendah hati ketika di sekolah. Dikatakan, saat ini Veda duduk di bangku kelas 11 atau 2 SMA.
“Kalau kesehariannya tidak akan menyangka kalau dia pebalap. Karena dia seperti anak-anak kebanyakan, ya duduk plesetan (selonjoran) di lantai. Anaknya tidak menonjol, justru berbaur dan bercanda dengan teman-temannya, malah tidak kelihatan mencolok,” tuturnya.
Kepala Sekolah SMA Taman Madya IP Yogyakarta, Nyi Ika Sabti Sulistyanti, berharap prestasi Veda Ega Pratama bisa terus berlanjut. Sehingga pihak sekolah akan terus mendukung dan memastikan Veda dapat menjalankan kewajiban akademik dan kompetisi balap Moto3 dengan seimbang.
“Sekolah sangat mendukung Veda mengikuti lomba balap. Kami juga berpesan jangan sampai ketinggalan dalam pendidikan. Jadi tetap harus menyelesaikan pendidikan di SMA,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)




![Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. [populi.id/Hadid Pangestu]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/03/20260301_121035-120x86.jpg)







