YOGYAKARTA, POPULI.ID – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah mulai memberi dampak terhadap ekspor produk kerajinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, mengungkapkan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat jumlah pengunjung pameran furnitur di Indonesia, semisal Indonesia International Furniture Expo (IPEX) dan Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jaffina) menurun.
Sebab, para buyer (pembeli) dari kawasan Timur Tengah membatalkan perjalanan ke Indonesia akibat konflik bersenjata itu. Sehingga para pelaku usaha kerajinan dan furniture terkendala untuk bertemu langsung dengan para pembeli.
“Jaffina masih digelar di JEC sampai 10 Maret 2026. Memang biasanya banyak buyer Timur Tengah hadir di pameran. Tapi sekarang tidak pada datang karena membatalkan perjalanan ke Indonesia,” ungkap Yuna, Senin (9/3/2026).
Meskipun demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan komunikasi secara online (daring) dengan para pembeli. Dengan harapan proses eksportir produk kerajinan asal DIY tetap bisa berjalan seperti biasa.
Yuna melanjutkan, para eksportir produk kerajinan juga mulai mencari jalur alternatif pengiriman barang agar menjauhi kawasan konflik. Hal itu dilakukan agar ekspor perdagangan global tetap berjalan di tengah situasi darurat.
“Jalur-jalur alternatif untuk ekspor direkayasa agar tidak melewati Terusan Suez, mungkin melewati jalur lain yang tidak melalui Terusan Suez,” paparnya.
Menurutnya, pasar ekspor kerajinan tangan asal DIY selama ini masih sama, yakni menyasar negara di kawasan Eropa. Namun, pendistribusian barang ekspor menuju Eropa selama ini harus transit di Timur Tengah, sehingga terdampak situasi konflik yang semakin memanas.
“Nah, kami berencana memberikan pasae ekspor agar bisa ke negara-negara non-tradisional. Sehingga mungkin yang biasanya ke Eropa harus mampir transit di Timur Tengah, kalau bisa walaupun harus ke Eropa tapi transitnya tidak di Timur Tengah,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












