POPULI.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor internasional. Pebalap muda berbakat asal Gunungkidul, Yogyakarta, Veda Ega Pratama, resmi mencatatkan sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang mendapatkan dukungan langsung dan menjadi bagian dari keluarga besar Red Bull.
Penandatanganan kontrak yang dilakukan pada awal tahun 2026 ini menempatkan Veda dalam jajaran atlet elite Red Bull Blue and Silver, sebuah program prestisius yang telah melahirkan legenda balap dunia seperti Marc Marquez dan Max Verstappen.
Menariknya, pada musim ini, Veda merupakan satu-satunya pembalap asal Asia yang berhasil menembus seleksi ketat merek minuman energi asal Austria tersebut.
Kesempatan emas itu tidak datang begitu saja. Performa impresif Veda di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup tahun sebelumnya menjadi kunci utama. Pada ajang tersebut, pembalap berusia 17 tahun ini sukses meraih gelar runner-up di klasemen akhir dengan total raihan 181 poin.
Mimpi yang Menjadi Kenyataan
Bagi Veda sendiri, bergabung dengan ekosistem Red Bull adalah perwujudan mimpi masa kecil. Dukungan ini tidak hanya mencakup nilai kontrak berdurasi satu tahun yang dapat diperpanjang, tetapi juga keterlibatan dalam aktivitas promosi global dan kesempatan belajar dari atlet-atlet top dunia.
“Banyak mungkin yang bermimpi untuk menjadi atlet Red Bull Blue and Silver dan itu juga mimpi saya dari kecil. Dan ya, mimpi saya terwujud, pastinya senang sekali dan membuat saya lebih bersemangat lagi untuk latihan agar bisa meraih mimpi-mimpi saya,” kata Veda dalam sesi wawancara di Red Bull Content Pool, dilansir Selasa (17/3/2026).
Tetap Prioritaskan Pendidikan di Tengah Kompetisi
Meski kini berstatus atlet elite dunia, pebalap yang dijuluki “Si Walang Salipan” ini tetap membumi dan tidak melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Veda harus mengatur waktu dengan sangat ketat antara jadwal balap Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia dengan pendidikannya.
“Saya berlatih keras, bahkan saat musim dingin. Namun, saya tetap harus bersekolah di pagi hari. Jadi, saya baru mulai berlatih dari sore hingga malam hari. Sekolah bukan alasan untuk tidak berlatih maksimal,” jelas Veda.
Prospek Masa Depan di Moto3
Veda telah menunjukkan sinyal positif pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, dengan berhasil finis di posisi kelima. Hasil ini menjadi modal penting sekaligus pembuktian kualitasnya di level dunia sebelum menghadapi seri-seri berikutnya, termasuk GP Brasil dan GP Amerika Serikat yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026.
Dengan dukungan penuh dari Red Bull dan kepercayaan dari Honda Team Asia, jalan Veda Ega Pratama menuju kasta tertinggi MotoGP diprediksi hanya tinggal menunggu waktu. Dunia balap kini menaruh harapan besar pada pundak pemuda asal Gunungkidul ini untuk terus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.












