YOGYAKARTA, POPULI.ID – Ratusan ribu wisatawan tercatat berkunjung ke kawasan Malioboro Kota Yogyakarta selama sepekan momen libur Lebaran 2026. Kondisi tersebut memberikan berkah tersendiri bagi kusir andong di kawasan Malioboro Kota Yogyakarta.
Sejumlah kusir andong pun merasakan dampak cukup signifikan dari ramainya pengunjung di pusat kota. Seorang Kusir Andong, Kenyong (54), mengatakan ada peningkatan wisatawan yang naik andong selama momen libur Lebaran 2026.
“Jika dibanding dengan hari biasa, ada peningkatan wisatawan yang naik andong. Kalau hari biasa kadang cuma narik sekali. Tapi libur Lebaran tahun ini, saya bisa narik tiga sampai empat kali sehari,” ucapnya kepada Populi.id, Kamis (26/3/2026).
Meski ada peningkatan penumpang andong, namun Kenyong merasa wisatawan yang menggunakan jasa delman pada tahun ini justru menurun dibanding tahun kemarin (2025).
Dia menyebut, pada libur lebaran tahun lalu bisa narik atau mengangkut tujuh rombongan wisatawan. Sedangkan libur lebaran tahun ini paling banyak membawa empat rombongan wisatawan.
“Satu rombongan maksimal berisi lima orang,” katanya.
Selama momen libur Lebaran 2026, Kenyong mengaku tidak menaikkan tarif perjalanan andong. Dikatakan, tarif perjalanan andong untuk rute pendek masih dibanderol Rp150 ribu, sedangkan untuk rute perjalanan jauh mulai Rp200 ribu.
“Tarifnya sudah biasa segitu. Rata-rata penumpang andong itu wisatawan dari luar Yogyakarta, semisal dari Jakarta atau Bandung,” tuturnya.
Kenaikan penumpang andong juga dirasakan Harjono (61), Kusir Andong di kawasan Malioboro. Jika pada hari biasa Harjono mengaku tidak pasti mendapatkan penumpang. Kini selama libur Lebaran 2026, dia bisa narik dua kali atau melayani dua rombongan wisatawan dalam sehari.
“Karena mencari penumpang itu susah. Kadang penumpang hanya mau naik andong yang kudanya besar. Kalau saya pas ramai bisa narik empat kali, tapi rata-rata cuma narik dua kali,” ungkapnya.
Harjono menyampaikan, satu perjalanan andong bisa menghabiskan waktu mulai 30 menit hingga 40 menit tergantung jarak yang diminta penumpang serta kondisi arus lalu lintas. Dia menyebut, jika arus lalu lintas padat maka perjalanan andong bisa berlangsung sampai satu jam.
“Kalau tidak macet bisa muter dua kali, tapi kalau macet paling hanya muter sekali. Untuk tarif mulai Rp150 ribu sampai Rp200 ribu tergantung jauh-dekat rute perjalanan,” tandas dia. (populi.id/Dewi Rukmini)












