• Tentang Kami
Saturday, March 28, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Tingkat Okupansi Hotel di DIY Selama Libur Lebaran Belum Capai Target, Ini Penyebabnya

Deddy tak menampik kondisi tidak tercapainya target okupansi membuat para pengusaha hotel sedih. Namun mereka tetap bersyukur karena masih banyak wisatawan yang bersedia datang

byredaksi
March 27, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi hotel

ilustrasi hotel. [pixabay/Ben_Kerckx]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Momen libur Lebaran 2026 ternyata belum berdampak maksimal terhadap tingkat okupansi hotel di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alih-alih panen keuntungan, sektor perhotelan justru mengalami tekanan karena tidak tercapainya target okupansi kamar hotel.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat okupansi atau keterisian kamar hotel pada periode 16-20 Maret hanya mencapai 30-65 persen. Sementara pada periode 21-24 Maret 2026, tingkat okupansi kamar hotel mengalami kenaikan menjadi 75 persen.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dishub Sleman Sebut Pemanfaatan Gerbang Tol Prambanan Selama Libur Lebaran Kurang Maksimal

6 Destinasi Wisata Hidden Gem di Yogyakarta yang Punya Keindahan Memukau

“Jadi kalau dihitung rata-rata okupansi hotel selama momen libur Lebaran 2026 sekitar 65-70 persen. Angka itu masih di luar target kami yang menargetkan okupansi 85 persen (saat libur Lebaran 2026),” ungkap Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, saat dihubungi Populi.id, Jumat (27/3/2026).

Jika dibandingkan masa libur Lebaran tahun lalu, tingkat okupansi hotel disebut mengalami penurunan sekitar 10 persen. Meski terjadi penurunan, namun Deddy menyebut tidak terlalu signifikan.

“Kalau berbicara lebaran tahun kemarin (2025) kan lebih panjang, sedangkan libur Lebaran tahun ini hanya berlangsung 6 hari. Memang bisa dikatakan menurun tapi tidak signifikan,” katanya.

Deddy tak menampik kondisi tidak tercapainya target okupansi membuat para pengusaha hotel sedih. Namun mereka tetap bersyukur karena masih banyak wisatawan yang bersedia datang dan menginap di Yogyakarta. Mengingat kondisi ekonomi saat ini yang belum baik-baik saja ditambah menurunnya daya beli masyarakat.

“Dengan situasi ekonomi saat ini kami sangat bersyukur masih ada wisatawan yang bisa menyisihkan uang untuk berkunjung ke DIY dan menginap di hotel. Ya meskipun memang banyak yang memilih menginap di rumah saudaranya,” papar dia.

Deddy melanjutkan, publikasi masif terkait prediksi 8,2 juta wisatawan akan berkunjung ke DIY selama libur Lebaran 2026 dinilai justru menjadi bumerang.

Pasalnya, banyak wisatawan yang menunda kunjungan ke DIY karena takut terjebak macet dan tidak kebagian kamar hotel. Akibatnya okupansi hotel tidak maksimal.

“Padahal angka tersebut tidak semua menginap di hotel atau berkunjung ke Jogja. Bisa saja hanya transit di Jogja jadi belum tentu itu semua wisatawan. Tapi orang-orang sudah ketakutan duluan mau stay di Jogja, karena tidak bisa menikmati. Itu banyak calon-calon wisatawan kami yang memberikan informasi tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu, masalah penginapan ilegal juga masih jadi momok serius bagi para pengusaha akomodasi perhotelan legal di DIY. Sebab adanya penginapan ilegal membuat persaingan bisnis kurang sehat, karena mereka bisa mematok tarif sangat murah tanpa dibebani standar operasional prosedur (SOP).

“Kami harap pemerintah daerah bisa menertibkan akomodasi-akomodasi ilegal, karena bukan kami saja yang dirugikan. Tapi pemerintah daerah juga bisa kehilangan PAD (pendapatan asli daerah),” tuturnya.

“Sebenarnya kami tidak masalah dengan akomodasi yang seperti itu, tapi berizin, ada SOP, dan membayar pajak. Jadi semua diperlakukan sama,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Deddy Pranowohotellibur lebaranokupansipenginapan ilegalPHRI DIYYogyakarta

Related Posts

Gerbang Tol Prambanan masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pengendara selama libur lebaran 2026

Dishub Sleman Sebut Pemanfaatan Gerbang Tol Prambanan Selama Libur Lebaran Kurang Maksimal

March 27, 2026
Pantai Tanggul Tirto satu di antara destinasi wisata hidden gem di kawasan Yogyakarta

6 Destinasi Wisata Hidden Gem di Yogyakarta yang Punya Keindahan Memukau

March 27, 2026
Mie ayam Pak Sarju, satu di antara rekomendasi kuliner mie ayam di Yogyakarta

7 Rekomendasi Mie Ayam Populer yang Enak dan Murah di Yogyakarta

March 27, 2026
Sejumlah wisatawan sedang naik andong di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (26/3/2026).

Ketiban Berkah Libur Lebaran, Kusir Andong Malioboro Sehari Narik Empat Rombongan

March 27, 2026
Seorang pedagang telur gulung, Santoso (57), memilih tidak mudik Lebaran karena alasan ekonomi, Rabu (25/3/2026).

Cerita Mereka yang Tak Bisa Mudik Lebaran

March 26, 2026
destinasi wisata Pantai Parangtritis yang menjadi satu di antara andalan pariwisata Kabupaten Bantul

Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran Turun, Dinpar Bantul: Faktor Ekonomi

March 25, 2026
Next Post
Ilustrasi pertanian.

Pemkab Bantul Siagakan 160 Pompa Air Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian Jelang Musim Kemarau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.