• Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Kekerasan di Daycare Little Aresha Sudah Dilakukan Turun-Temurun

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

byredaksi
April 28, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Polisi mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta. Tindakan kekerasan anak yang dilakukan para pengasuh daycare di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu ternyata atas perintah Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus itu. Di antara belasan tersangka itu dua orang merupakan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah, sedangkan 11 tersangka lainnya adalah pengasuh daycare tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Polisi Temukan Pencatutan Tanpa Izin Nama Dosen UGM dalam Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

Rekonstruksi Kekerasan Daycare Little Aresha: Terungkap Arahan Ikat Anak hingga 8 Jam

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

“Kalau untuk aturan tertulis atau tata cara atau SOP itu tidak ada. Namun mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh Ketua Yayasan. Hal itu disampaikan secara lisan, secara langsung oleh Ketua Yayasan dan itu semua keterangan dari 11 pengasuh,” ujarnya.

Begitu juga dengan kepala sekolah, Adrian menyebut kepala sekolah dan ketua yayasan punya peran yang sama. Sebab, mereka dikatakan selalu hadir setiap pagi hari.

“Mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak. Jadi mereka mengetahui dan menyuruh melakukan hal itu,” ucapnya.

“Selain itu apa yang dilakukan pengasuh disampaikan turun-menurun. Artinya sebelum mereka sudah ada yang bekerja dan cara-cara itu disampaikan sama senior-senior mereka yang sudah keluar,” papar dia.

Mirisnya, 53 dari 103 balita yang dititipkan di daycare tersebut terverifikasi mengalami kekerasan. Adrian menyebut anak-anak malang itu mengalami perlakuan tak manusiawi sejak datang ke daycare pada pagi hari.

“Jadi langsung dari pagi hari. Nanti pas mau makan baru (anak-anak) dipakaikan baju dan difoto untuk dikirimkan dokumentasi kepada orang tua,” ujarnya.

Sedangkan orang tua murid, lanjutnya, memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam area daycare. Orang tua hanya dibolehkan masuk saat mendaftarkan anak untuk melihat fasilitas daycare.

“Namun setelah anak terdaftar jadi siswa, hanya bisa (dijemput dan diantar) di depan pagar. Untuk CCTV sebenarnya ada tiga titik, tapi mengarah ke jalan luar, tempat permainan, dan ruang tunggu tamu. Sedangkan di kamar-kamar tidak ada CCTV,” kata dia.

Lebih lanjut, pihak kepolisian sudah melakukan visum terhadap tiga orang korban anak. Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan rata-rata anak mengalami luka di bagian pergelangan tangan.

“Artinya mungkin itu luka dari ikatan. Namun kami masih mendalami lagi,” tuturnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanKetua YayasanKompol Rizky AdrianPolresta Yogyakarta

Related Posts

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian.

Polisi Temukan Pencatutan Tanpa Izin Nama Dosen UGM dalam Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

June 11, 2026
satu di antara sejumlah tersangka sedang memperagakan aksi mengikat anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, saat rekontruksi pada Selasa (10/6/2026).

Rekonstruksi Kekerasan Daycare Little Aresha: Terungkap Arahan Ikat Anak hingga 8 Jam

June 10, 2026
Suasana rekontruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

June 9, 2026
Salah satu tersangka melakukan reka adegan dalam kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

June 9, 2026
Polisi saat mengamankan kejadian aksi penganiayaan dua orang pemuda kepada pengendara ojol di Jalan Menteri Supeno, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Tak Terima Diklakson, Dua Pemuda Mabuk Aniaya Pengendara Ojol di Umbulharjo

June 4, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

May 25, 2026
Next Post
Jumpa Pers kasus pencurian demung slendro di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/4/2026).

Residivis Curi 7 Bilah Demung Slendro di FIB UGM, Dijual ke Rosok Rp1,8 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.