JAKARTA, POPULI.ID – Tahun 2026 menjadi periode yang cukup berat bagi dunia transportasi rel di Indonesia. Serangkaian insiden, mulai dari kegagalan teknis di perlintasan sebidang hingga kecelakaan fatal yang melibatkan ribuan penumpang, tercatat terjadi di berbagai wilayah.
Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya mengganggu kelancaran mobilitas, tetapi juga memberikan catatan krusial bagi keselamatan transportasi publik.
Berikut ini adalah sejumlah peristiwa kecelakaan kereta api yang menjadi sorotan utama sepanjang tahun 2026:
1. Tragedi Berdarah di Stasiun Bekasi Timur: Tabrakan Beruntun KA Argo Bromo dan KRL
Salah satu insiden paling mematikan tahun ini terjadi pada Senin, 27 April 2026. Kejadian ini bermula dari sebuah taksi listrik yang mengalami mati mesin tepat di tengah perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Mobil tersebut kemudian tertemper oleh KRL PLB 5181 rute Jakarta-Cikarang.
Dampak kecelakaan ini memicu efek domino yang mengerikan. KRL PLB 5568A yang berada tepat di belakangnya terpaksa melakukan pengereman mendadak karena jalur terblokir.
Di saat yang sama, KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju kencang dan tidak sempat menghindar hingga menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.
Data terakhir per Rabu (29/4/2026) mencatat 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras tersebut.
2. Tabrakan KA Dhoho dengan Truk Mogok di Blitar
Hanya berselang satu hari setelah tragedi di Bekasi, tepatnya pada 28 April 2026, kecelakaan kembali terjadi di Jawa Timur. KA Dhoho (Kertosono–Malang) menabrak sebuah truk di antara Stasiun Blitar dan Garum.
Penyebabnya serupa dengan insiden di Bekasi, yakni truk mengalami kegagalan mesin dan mogok tepat di atas rel perlintasan resmi. Walaupun tidak memakan korban jiwa dalam jumlah besar, insiden ini menambah beban operasional PT KAI yang saat itu sedang berjibaku melakukan evakuasi besar-besaran di Bekasi.
3. Lumpuhnya Jalur Selatan Akibat Anjlokan KA Bangunkarta
Pada 6 April 2026, sekitar pukul 14.15 WIB, gangguan besar terjadi di lintas selatan Pulau Jawa. KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen mengalami anjlok di antara petak Linggapura dan Bumiayu, Brebes.
Tiga gerbong dari rangkaian kereta yang mengangkut sekitar 580 penumpang tersebut keluar dari rel. Meskipun “hanya” menyebabkan lima orang luka-luka, dampak operasionalnya sangat luas.
Proses perbaikan memakan waktu hingga delapan jam, yang mengakibatkan 13 perjalanan kereta dialihkan ke jalur utara dan delapan perjalanan lainnya, seperti KA Taksaka dan KA Sawunggalih, terpaksa dibatalkan total.
4. Insiden Truk Sekoci vs Kereta Bandara di Tangerang
Kecelakaan unik namun berdampak signifikan terjadi di perlintasan Stasiun Poris, Tangerang, pada Jumat, 20 Februari 2026. Sebuah truk yang membawa muatan sekoci tertemper oleh Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) nomor 806.
Hantaman tersebut cukup kuat hingga membuat rangkaian kereta api keluar dari jalur dan menghambat akses menuju bandara. Beruntung, KAI Commuter mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan petugas berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa ada korban jiwa.











