POPULI.ID – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi buah bibir di jagat balap internasional. Pebalap muda asal Gunungkidul ini baru saja menuntaskan aksi heroik dalam seri kelima Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, pada Minggu (10/5/2026). Meski finis tepat di luar zona podium, performanya mengundang decak kagum dari berbagai pihak, termasuk timnya sendiri, Honda Team Asia.
Berikut adalah deretan catatan performa luar biasa Veda Ega Pratama yang membuktikan bahwa ia adalah calon bintang besar masa depan Indonesia:
1. Aksi Comeback dari Posisi 14 ke Urutan 4
Veda sebenarnya memulai balapan dari posisi start yang cukup menguntungkan, yakni grid keenam. Namun, drama terjadi di awal lomba saat ia sempat tercecer hingga urutan ke-14 pada lap pembuka.
Tanpa rasa gentar, Veda perlahan namun pasti merayap naik, menyalip satu demi satu rivalnya di lintasan yang menantang. Kegigihan ini membuahkan hasil manis di mana ia berhasil mengakhiri balapan di posisi keempat, hanya terpaut tipis dari zona podium.
2. Julukan Baru: Pesawat Boeing 954
Kecepatan dan kemampuan Veda untuk melesat maju dari posisi belakang membuatnya mendapatkan julukan baru dari timnya. Selain panggilan akrab “Rocket Boys”, Honda Team Asia kini menyematkan julukan “Pesawat Boeing 954” kepada Veda.
Dalam unggahan di akun Instagram @honda_team_asia, Veda Ega Pratama disebut sebagai pesawat Boeing 954. Julukan pesawat itu diberikan karena Veda Ega Pratama bisa melesat dari posisi 14 ke peringkat 4 balapan Moto3 GP Prancis.
“Pesawat Boeing 954 Pratama memberikan kamu sedikit motivasi pada Senin ini. Dari posisi 14 ke 4, hal yang biasa Veda lakukan,” tulis Honda Team Asia.
Angka 954 tersebut diduga merujuk pada kecepatan maksimal pesawat Boeing 787 Dreamliner yang mencapai 954 kilometer per jam, sebuah metafora untuk menggambarkan betapa cepatnya pembalap muda ini merangsek ke barisan depan.
3. Debut Mengesankan di Lintasan Basah
Balapan Moto3 Prancis 2026 menjadi tantangan tersendiri karena diguyur hujan, yang memaksa durasi balapan diperpendek dari 20 menjadi 13 lap saja. Bagi Veda, ini adalah pengalaman pertamanya memacu motor Moto3 di kejuaraan dunia dalam kondisi hujan. Meski mengaku sempat beberapa kali nyaris mengalami kecelakaan karena kondisi ban yang mulai aus di empat lap terakhir, ia berhasil melakukan save luar biasa dan tetap finis dengan aman.
“Di empat lap terakhir, saya merasakan ban sudah drop dan saya beberapa kali hampir jatuh. Untungnya saya bisa save dan saya mencoba finis. Mendapatkan poin itu juga sudah hasil yang bagus bagi saya,” ungkap Veda, dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (12/5/2026).
4. Tembus Lima Besar Klasemen Dunia
Berkat tambahan 13 poin dari Le Mans, Veda kini mengukuhkan posisinya di jajaran elite pembalap dunia. Saat ini, Veda menempati peringkat kelima dalam klasemen sementara Moto3 2026 dengan total koleksi 50 poin. Pencapaian ini membuatnya hanya terpaut dua poin saja dari Valentin Perrone di posisi keempat dan tiga poin dari Alvaro Carpe di posisi ketiga. Ia juga unggul jauh sebesar 32 poin atas rival sesama Asia Tenggara, Hakim Danish.
5. Konsisten di Level Tertinggi
Keberhasilan di Prancis memperpanjang rekor positif Veda sepanjang musim ini. Ini merupakan kali keempat secara beruntun ia berhasil finis di posisi 10 besar dalam lima seri yang sudah berjalan. Selain itu, hasil di Le Mans merupakan finis empat besar kedua bagi Veda musim ini, setelah sebelumnya ia sukses meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026.












