• Tentang Kami
Sunday, May 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemkot Yogyakarta Siapkan Lahan 3.000 Meter Persegi untuk Pengembangan Koperasi Merah Putih

Pemkot Yogyakarta tengah mengupayakan lahan seluas 3.000 meter persegi di Umbulharjo untuk pusat pengembangan Koperasi Merah Putih yang akan difokuskan pada usaha batik, pertanian terpadu, dan budidaya perikanan guna memperkuat ekonomi lokal.

byredaksi
May 16, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat mencoba cap batik di Koperasi Merah Putih Gunungketur, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/4/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat mencoba cap batik di Koperasi Merah Putih Gunungketur, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/4/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta tengah mengupayakan izin palilah kepada Panitikismo terkait lahan yang akan dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan Koperasi Merah Putih. Total lahan yang diajukan mencapai 3.000 meter persegi dan direncanakan berada di Kemantren Umbulharjo.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, mengatakan proses pengajuan masih berjalan karena pemerintah ingin memastikan lahan yang digunakan benar-benar siap dan bebas persoalan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Jelang Iduladha, Pemkot Yogyakarta Larang Limbah Kurban Dibuang ke Depo Sampah dan Sungai

Kuatkan Mental Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Beri Psikoedukasi

“Pemkot Yogyakarta sedang berproses terkait lahan ke Panitikismo. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi untuk gerai Koperasi Merah Putih,” ujar Tri saat ditemui di Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Sabtu (16/5/2026).

Ia menegaskan, kesiapan lahan menjadi hal penting karena harus memiliki lokasi yang strategis serta aman dari potensi sengketa di kemudian hari.

“Dari sisi lahan harus benar-benar clear and clean, baik letaknya, strategisnya, maupun persoalannya. Harapannya tidak ada kendala ke depan,” katanya.

Selain mempersiapkan lokasi, Pemkot Yogyakarta juga terus mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) agar segera menjalankan aktivitas usaha dengan memanfaatkan tempat usaha yang telah dimiliki pengurus masing-masing.

Saat ini, sebanyak 32 Koperasi Merah Putih tercatat telah menjalankan kegiatan usaha. Sejumlah koperasi bergerak di bidang penjualan sembako, layanan laku pandai, hingga bekerja sama dengan hotel dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Tri, koperasi tidak hanya dinilai aktif dari sisi usaha, namun juga dari tata kelola organisasi, termasuk pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Program KDMP sudah berjalan satu tahun. Koperasi disebut aktif apabila sudah memberikan pertanggungjawaban kepada anggota melalui RAT,” ujarnya.

Pemkot menargetkan seluruh Koperasi Merah Putih sudah aktif berbisnis pada akhir Mei 2026. Salah satu yang dinilai berkembang adalah Koperasi Merah Putih Gunungketur yang fokus mengembangkan produk batik lokal.

“Gunungketur sebenarnya punya beberapa jenis usaha, tetapi yang paling menonjol adalah produksi batik karena SDM, IKM, dan ekosistemnya sudah terbentuk,” kata Tri.

Ia menjelaskan, pengembangan KDMP memang diarahkan sesuai potensi lokal di masing-masing wilayah agar lebih mudah berkembang dan melibatkan pelaku usaha setempat.

“Kami mendorong KDMP berdasarkan potensi wilayah. Di Gunungketur potensinya batik, sehingga para pengrajin diarahkan menjadi anggota koperasi,” imbuhnya.

Dengan konsep tersebut, pengelolaan usaha batik diharapkan lebih terintegrasi, terutama dalam pemasaran dan distribusi produk.

“Jadi koperasi yang mengelola pemasaran dan produknya, sehingga pengrajin tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyebut perkembangan Koperasi Merah Putih di Kota Yogyakarta menunjukkan hasil yang positif, khususnya pada sektor batik

Menurut Hasto, saat ini koperasi telah memiliki delapan unit pengecapan batik yang melayani kebutuhan seragam batik Segoro Amarto bagi sekitar 6.500 aparatur sipil negara (ASN).

“Sekarang aktivitas Koperasi Merah Putih sudah berjalan bagus. Sudah ada delapan unit pengecapan batik untuk melayani seragam Segoro Amarto,” ujarnya.

Tak hanya itu, pada tahap berikutnya koperasi juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan seragam batik bagi sekitar 65 ribu pelajar di Kota Yogyakarta.

Hasto mengatakan penguatan koperasi menjadi salah satu strategi untuk menghidupkan kembali UKM dan pengrajin batik di Kota Yogyakarta sebagai kota batik.

“Dulu saat mencari pengecap batik cap untuk seragam cukup sulit, sekarang sudah ada delapan titik,” katanya.

Ke depan, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat pengelolaan dan distribusi kebutuhan batik di Kota Yogyakarta sekaligus memperkuat pengrajin lokal.

Selain sektor batik, lahan yang tengah diproses tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian dan perikanan terpadu. Dari total 3.000 meter persegi, sekitar 1.000 meter persegi direncanakan untuk infrastruktur koperasi, 1.000 meter persegi untuk bioflok budidaya lele, dan sisanya digunakan untuk integrated farming.

“Nantinya sampah rumah tangga akan diolah menjadi pupuk untuk dijual, sehingga sekaligus membantu penanganan sampah,” pungkas Hasto. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota YogyakartaGunungketurKoperasi Desa Merah PutihPemkot YogyakartaWali Kota Hasto Wardoyo

Related Posts

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Yogyakarta, Sukidi (kiri), menyebut bahwa para penjual dan panitia penyembelihan hewan kurban diminta mengelola limbah sampah secara mandiri, saat ditemui di Balaikota Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Jelang Iduladha, Pemkot Yogyakarta Larang Limbah Kurban Dibuang ke Depo Sampah dan Sungai

May 12, 2026
Suasana gelaran Psikoedukasi yang digelar Pemkot Yogyakarta untuk para orang tua korban daycare Little Aresha di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

Kuatkan Mental Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Beri Psikoedukasi

May 10, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wadoyo saat rumah warga Purwonikanti, Pakualaman Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

40 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Koniadi Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Pemkot Yogyakarta

May 10, 2026
Satu unit trash barrier yang terpasang di Sungai Code kawasan Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).

Komitmen Jaga Kebersihan Sungai, Pemkot Yogyakarta Bakal Pasang Sembilan Trash Barrier Tambahan

May 7, 2026
Para orang tua anak korban dugaan kekerasan Daycare Little Aresha menandatangani surat kuasa khusus untuk pendampingan hukum di Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).

UPT PPA Kota Yogyakarta Terima 180 Pengaduan Soal Dugaan Kekerasan Anak Daycare Little Aresha

May 6, 2026
Pemerintah Kota Yogyakarta mengumpulkan para orang tua anak korban kekerasan Daycare Little Aresha untuk diberikan pendampingan hukum, Rabu (6/5/2026).

Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Hukum Dampingi Keluarga Korban Daycare Little Aresha Secara Gratis

May 6, 2026
Next Post
Aksi penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta (kiri), dalam laga persahabatan melawan Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 5 September 2025.

Lini Depan Jadi PR Besar Timnas Indonesia, Pengamat Soroti Ketajaman Striker

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.