• Tentang Kami
Tuesday, June 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Menakar Potensi Bencana di Sleman, BPBD Soroti Silent Hazard hingga Penguatan Mitigasi

karakteristik ancaman bencana di Sleman Barat berbeda dibanding wilayah lain karena dipengaruhi kondisi geografis dan kontur wilayahnya.

byredaksi
June 22, 2026
in Sleman
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro berdiskusi bersama dengan Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad bersama lurah Sumberarum Sukamto dalam kegiatan SEMEJA

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro berdiskusi bersama dengan Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad bersama lurah Sumberarum Sukamto dalam kegiatan SEMEJA

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Potensi bencana di Kabupaten Sleman terus menjadi perhatian berbagai pihak. Selain ancaman yang sudah umum seperti cuaca ekstrem, hujan deras, angin kencang, dan puting beliung, wilayah Sleman Barat juga dinilai memiliki karakteristik kebencanaan tersendiri yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan paradigma penanggulangan bencana saat ini harus bergeser dari sekadar responsif menjadi preventif. Menurutnya, upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana harus dilakukan sebelum bencana terjadi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus kebakaran di Kasuran Seyegan Bakal Diambil alih Polisi

Api Misterius di Kasuran Sudah Muncul Lebih dari 150 Kali, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

“Paradigma sekarang tidak bisa lagi menunggu bencana terjadi baru bergerak. Harus berubah menjadi preventif atau proaktif untuk memitigasi dan mengurangi risiko bencana. Ketika sudah menjadi bencana, penanganannya akan lebih sulit dan membutuhkan anggaran yang besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BPBD Sleman terus berupaya mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang datang tanpa bisa dipastikan waktunya.

Menurut Bambang, seluruh wilayah di Sleman memiliki potensi bencana masing-masing. Namun karakteristik ancaman di Sleman Barat berbeda dibanding wilayah lain karena dipengaruhi kondisi geografis dan kontur wilayahnya.

“Kalau di timur ada Sesar Opak, di utara ada Merapi, maka di wilayah barat punya karakteristik tersendiri. Ada ancaman yang sifatnya silent hazard atau ancaman senyap,” katanya.

Salah satu contoh silent hazard yang saat ini menjadi perhatian adalah kemunculan gas yang diduga menyebabkan kebakaran berulang di sebuah rumah di Dusun Kasuran, Kapanewon Seyegan. Fenomena tersebut masih menjadi kajian para ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Bambang, apabila hasil kajian ilmiah membuktikan adanya ancaman tersebut, maka potensi itu dapat dimasukkan sebagai salah satu risiko kebencanaan yang perlu dipetakan dan diantisipasi.

“Kalau memang ini betul-betul menjadi temuan para ahli, kenapa tidak dijadikan kajian risiko punya kita? Ini bisa menjadi tambahan ancaman yang perlu kita masukkan dalam pemetaan risiko bencana,” jelasnya.

Selain ancaman senyap tersebut, wilayah Sleman Barat juga tetap memiliki potensi bencana yang sama dengan wilayah lain, terutama yang dipengaruhi cuaca ekstrem seperti angin kencang, puting beliung, hujan deras, dan petir.

Untuk memperkuat mitigasi bencana, BPBD Sleman saat ini juga tengah mengembangkan program Kapanewon Tangguh Bencana (Katana). Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penanganan bencana di tingkat kapanewon agar respons awal terhadap kejadian bencana dapat dilakukan lebih cepat.

Bambang menilai penguatan kapasitas di tingkat wilayah menjadi penting mengingat jarak dan waktu tempuh personel BPBD menuju lokasi bencana tidak selalu singkat. Sebagai contoh, posko BPBD yang berada di Pakem membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menjangkau wilayah Moyudan.

“Relawan dan unsur di wilayah harus dikuatkan sehingga yang bisa ditangani segera tidak sampai berkembang menjadi bencana yang lebih besar. SDM-nya harus kuat, peralatannya ada, dan dukungan anggarannya juga harus diperkuat,” katanya.

Program tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), relawan, pemerintah kalurahan, kapanewon, hingga dukungan lintas sektor seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Basarnas, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), akademisi, TNI, Polri, Linmas, dan kelompok jaga warga.

Menurut Bambang, penanganan bencana membutuhkan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki Rahmad, menegaskan pihaknya siap mendukung kebijakan maupun kebutuhan anggaran yang berkaitan dengan upaya mitigasi dan deteksi dini potensi bencana di Sleman.

Menurut Untung, berbagai bencana yang selama ini dianggap terjadi secara tiba-tiba sebenarnya tidak sepenuhnya datang tanpa tanda. Persoalannya adalah potensi tersebut sering kali belum terdeteksi sejak dini.

“Alam sebenarnya tidak pernah tiba-tiba. Hanya saja sering kali tidak terdeteksi sejak awal. Karena itu perlu pengembangan program pemetaan wilayah yang berpotensi terjadi bencana sehingga ketika terjadi, kita sudah memiliki peta dan gambaran untuk penanganan berikutnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPBD terdapat 11 potensi bencana alam di Kabupaten Sleman. Kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pemetaan dan mitigasi risiko bencana.

DPRD juga mendorong pemanfaatan anggaran kebencanaan secara lebih fleksibel agar penanganan dan upaya mitigasi tidak terhambat proses penganggaran tahunan. Selain itu, sumber pendanaan lain seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Sleman juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pengurangan risiko bencana.

Di sisi lain, Untung menilai program Kampung Tangguh Bencana yang telah berjalan di masyarakat cukup aktif dan perlu terus diperkuat.

Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat saat ini juga didukung oleh keberadaan kelompok jaga warga dengan berbagai sarana komunikasi yang disesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

“Yang nggak punya handphone ada HT (handy talkie), yang nggak punya HT ada kentongan. Itu bentuk kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja,” ujarnya.

Melalui penguatan pemetaan risiko, edukasi masyarakat, pengembangan Kapanewon Tangguh Bencana, serta dukungan kebijakan dan anggaran dari DPRD, upaya mitigasi bencana di Sleman, khususnya wilayah barat, diharapkan semakin kuat sehingga berbagai ancaman dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Tags: Bambang KuntorobencanaBPBD Slemanmitigasisilent hazardSleman barat

Related Posts

Badan Penanggulagan Bencanan Daerah (BPBD) dan Polresta Sleman dan tim peneliti rumah kebakaran secara misterius di Seyegan saat ditemui di Lobby Kantor Bupati, Setda Sleman, Senin (15/6/2026).

Kasus kebakaran di Kasuran Seyegan Bakal Diambil alih Polisi

June 15, 2026
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro.

Api Misterius di Kasuran Sudah Muncul Lebih dari 150 Kali, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

June 9, 2026
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro.

Fenomena Api Misterius di Seyegan, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

June 4, 2026
Kebocoran Gas di Pabrik Es Kalasan Sleman Sebabkan Warga Alami Sesak Napas

Kebocoran Gas di Pabrik Es Kalasan Sleman Sebabkan Warga Alami Sesak Napas

May 9, 2026
Oke Gas Oke Gas Mana Gasnya?

Disperindag Kota Yogyakarta Bakal Tambah Kuota Gas Melon 3 Kg Sebanyak 96.000 Tabung Jelang Lebaran 2026

March 9, 2026
Pohon randu tumbang yang tewaskan pengendara motor kakek dan cucu di Jalan Lembah UGM, Karangmalang, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (24/1/2026).

Angin Kencang di Sleman, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa Pohon Randu di Kawasan UGM

January 24, 2026
Next Post
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

BGN Berhenti Operasional Saat Libur Sekolah, Dosen UMY: Saatnya Evaluasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.