• Tentang Kami
Wednesday, July 1, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Merespons Dinamika Ekonomi, Heruwa dan Ole Rilis Single Dipajak!

duet Heruwa dan Ole mencoba memotret dinamika dalam tatanan peradaban ini, dengan cara yang kasual, ringan, dan lirik yang sedikit nakal, jenaka.

byredaksi
June 30, 2026
in headline, Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Vokalis Shaggydog Heruwa bersama Ole merilis single Dipajak sebagai respon atas dinamika ekonomi di Indonesia

Vokalis Shaggydog Heruwa bersama Ole merilis single Dipajak sebagai respon atas dinamika ekonomi di Indonesia

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinamika kebijakan ekonomi dan diskusi seputar perpajakan yang hangat bergulir di tengah masyarakat menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia seni. Menangkap momen tersebut sebagai sebuah refleksi sosial, vokalis Shaggydog, Heru Wahyono (Heruwa), berkolaborasi dengan musisi Ole (almarhum), resmi merilis single kolaborasi terbaru mereka yang bertajuk “Dipajak!”.

Lagu tersebut tidak lahir begitu saja, melainkan hasil dari malam-malam panjang penuh diskusi yang intens antara Heruwa, Ole, serta kawan-kawan satu tongkrongan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gandeng Produser Grayce Soba, Gitaris Shaggydog Rilis Single Gini-gini Aja

Metzdub dan Farid Stevy Bawa Semangat Kolaborasi ke Atas Panggung Konser Berani + Bahagia

Mereka kerap bertukar pikiran dan mencermati berbagai pernyataan serta wacana kebijakan yang bergulir sepanjang tahun lalu, yang sempat memicu perdebatan hangat di masyarakat karena seolah-olah menyasar hampir semua aspek kehidupan sehari-hari.

Ruang diskusi dan keresahan bersama itulah yang kemudian mereka konversikan menjadi sebuah karya seni yang jujur.

“Dimana bumi dipijak, disitu kita dipajak,” duet Heruwa dan Ole mencoba memotret dinamika dalam tatanan peradaban ini, dengan cara yang kasual, ringan, dan lirik yang sedikit nakal, jenaka. Secara musikal, “Dipajak!” hadir dengan eksplorasi aransemen yang kaya dan bertenaga.

Lagu itu mengusung genre fusion yang mengawinkan ketukan ritmis funk, vokal yang soulful, dan energi dari sedikit sentuhan rock. Dibalut brass section yang dinamis, memberikan warna musik yang fun dan enerjik, sekaligus asyik untuk dinikmati sambil bergoyang.

“Membayar pajak adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk membangun bangsa dan menjalankan roda peradaban. Namun, sebagai seniman, kami juga melihat bagaimana dinamika diskusi di masyarakat sangat menarik untuk diabadikan ke dalam sebuah karya musik. Lagu ini adalah potret kemanusiaan tentang bagaimana kita semua bersama-sama beradaptasi,” ungkap Heruwa mengenai latar belakang pembuatan lagu ini.

Heruwa melibatkan beberapa kawan musisi yang ada di sekitarnya dalam proses rekaman lagu ini ;

Dino ‘Kimpling’ (gitaris Hennessey), Henry (bassist Morning Horny), Anggri ‘Simbah’ (drummer The Everyday Band), Angga & Herbin (trombone – saxophone The Brass Dawgz / Shaggydog), dan Ferry Kurniawan yang mengisi bagian hammond dan piano, sekaligus bertanggung jawab untuk proses mixing dan mastering. Direkam oleh salah satu sound engineer Shaggydog, Bagong, di Milli Sayidan.

Sayangnya, Heruwa harus kehilangan kolaboratornya, Ole, saat lagu ini dalam proses mixing.

Secara historis, kontribusi kepada tatanan bersama bukanlah hal baru. Sejarah mencatat bahwa manusia telah mulai membayar pajak sejak sekitar tahun 3000 SM di zaman Mesir Kuno, di mana rakyat menyisihkan hasil bumi dan gandum untuk pembangunan fasilitas publik.

Hubungan antara warga negara dan sistem pembiayaan pembangunan ini kemudian terus berevolusi melewati berbagai zaman dan menjadi topik yang selalu menarik perhatian para pemikir besar, mulai dari Benjamin Franklin hingga fisikawan Albert Einstein.

Di dunia musik pun, lagu bertema serupa telah lama menjadi tradisi, beberapa di-antaranya seperti karya klasik “Taxman” dari The Beatles (1966) dan  Slank “Pajak” (1993).

“Di dunia ini, tidak ada yang bisa dikatakan pasti, kecuali kematian dan pajak” – Benjamin Franklin.

Tags: DipajakHeru WahyonoHeruwamusikshaggydogsingle

Related Posts

Gitaris Shaggydog Richard Benardo

Gandeng Produser Grayce Soba, Gitaris Shaggydog Rilis Single Gini-gini Aja

May 28, 2026
Aksi panggung Metzdub dan Farid Stevy dalam gelaran konser Berani + Bahagia di Asram Edupark, Sabtu (23/5/2026).

Metzdub dan Farid Stevy Bawa Semangat Kolaborasi ke Atas Panggung Konser Berani + Bahagia

May 25, 2026
Personel band post hardcore asal Bandung, Khlorine baru saja merilis EP terbaru bertajuk Nirantara

Khlorine Rilis EP Paling Ambisius dan Personal Bertajuk Nirantara

May 15, 2026
Lagu cita-citaku yang dinyanyikan Gandhi Sehat resmi ditarik dari peredaran

Hindari Salah Tafsir, Lagu “Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)” Milik Penyanyi Cilik Gandhi Sehat Resmi Ditarik

February 15, 2026
artwork single terbaru Fanny Soegi feat Heruwa Shaggydog bertajuk Jogja Lantai 2

Ajak Jaga Alam, Fanny Soegi Gandeng Heruwa Shaggydog Rilis Single Jogja Lantai 2

January 15, 2026
Personel Shaggydog mengenakan sepatu skena Dogle seri Sayidan

Shaggydog Gandeng Dogle Rilis Sepatu Skena Sayidan Series

September 27, 2025
Next Post
Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti.

Pakar Hukum Kritik Komcad Kawal Demo, Sebut Mahasiswa Bukan Ancaman Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.