• Tentang Kami
Wednesday, July 1, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pakar Hukum Kritik Komcad Kawal Demo, Sebut Mahasiswa Bukan Ancaman Nasional

Bivitri Susanti mengkritik pengerahan Komcad mengawal demo mahasiswa karena dinilai bertentangan dengan konstitusi dan mengancam demokrasi.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
June 30, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti.

Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti. [YouTube Fristian Griec Media]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, melontarkan kritik terkait pengerahan Komponen Cadangan (Komcad) TNI dalam mengawal demonstrasi mahasiswa pada 12 Juni 2026 lalu. Bivitri menilai fenomena ini sebagai bentuk nyata dari “legalisme otokratik”, di mana instrumen hukum digunakan hanya untuk memberikan stempel legalitas pada tindakan yang sebenarnya melanggar prinsip konstitusi dan demokrasi.

Menurut Bivitri, meskipun pengerahan kekuatan tersebut memiliki dasar hukum dalam UU TNI maupun UU Komcad, tindakan tersebut tetap dinilai inkonstitusional dan tidak bermoral. Ia menyoroti bagaimana hukum saat ini sengaja didesain agar “lentur” untuk menjustifikasi keinginan penguasa.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

Bivitri menjelaskan bahwa legalisme otokratik terjadi ketika undang-undang dilahirkan secara kilat tanpa partisipasi publik yang bermakna, sekadar untuk memenuhi kebutuhan kekuasaan.

“Legalisme otokratik dalam arti hukum itu atau undang-undang, terutama memang dibuat sekadar untuk menjustifikasi hal-hal yang diinginkan oleh kekuasaan,” ujar Bivitri dalam kanal YouTube Fristian Griec Media, dikutip Selasa (30/6/2026).

Ia mencontohkan proses revisi UU TNI dan UU Polri yang diselesaikan dalam waktu sangat singkat, sekitar sembilan hari, yang dianggap mengabaikan masukan substansial dari masyarakat sipil. Hal ini menurutnya merupakan bagian dari by design untuk memperluas kewenangan militer ke ruang sipil.

Salah satu sorotan utama Bivitri adalah pelibatan aparatur sipil negara (ASN) yang telah menerima latihan militer sebagai Komcad untuk menghadapi demonstrasi. Ia mempertanyakan mengapa mahasiswa harus dihadapi dengan kekuatan pertahanan yang seharusnya diperuntukkan bagi ancaman eksternal.

“Kok Menteri Pertahanan bisa menugaskan ASN yang seharusnya mengurusi ancaman keamanan, yang kalau pertahanan itu menurut konstitusi kan ancaman eksternal ya. Berarti mahasiswa dianggap ancaman keamanan nasional? Mereka lagi berpendapat dan berpendapat itu dijamin oleh konstitusi kita,” tegasnya.

Bivitri juga mengkritik munculnya “politik komando” yang bersifat top-down (dari atas ke bawah). Paradigma ini dinilai sangat kontras dengan nilai-nilai demokrasi yang seharusnya bersifat bottom-up (dari bawah ke atas) dan transparan. Akibatnya, masyarakat yang menyampaikan aspirasi justru dipandang sebagai ancaman atau provokator.

Lebih lanjut, Bivitri melihat adanya upaya sistematis untuk menjauhkan rakyat dari para pemimpinnya. Pengerahan Komcad dan penjagaan ketat yang membuat mahasiswa tidak bisa mendekat ke Istana mencerminkan kembalinya paradigma feodalistik.

“Kita seakan-akan dibuat sangat berjarak dengan orang-orang yang harusnya jadi penyambung lidah kita. Mereka seperti, ya kayak kita kawulanya, mereka rajanya,” kata Bivitri.

Ia menekankan bahwa dirinya tidak anti terhadap TNI sebagai institusi professional. Namun ia menolak militerisme yang merambah ke ranah sipil, seperti dalam program pangan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan daerah.

Di tengah melemahnya fungsi kontrol DPR yang dianggap hanya menjadi pemberi justifikasi bagi pemerintah, Bivitri mendorong masyarakat sipil untuk terus memberikan narasi tandingan melalui jalur-jalur hukum seperti Mahkamah Konstitusi (MK), meskipun ia mengaku skeptis terhadap hasilnya.

“Saya merasa kita semacam punya tanggung jawab moral supaya ke depannya anak-cucu kita semua enggak punya pandangan yang salah tentang cara bernegara,” pungkasnya.

Tags: aksi demoBivitri Susantigerakan mahasiswakomcadTNI

Related Posts

Ketua BEM FH UBK mengaku mendapat suap seusai melakukan aksi dan bertemu Wapres Gibran

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

June 25, 2026
Puluhan massa aksi dari Forum BEM DIY berdialog dengan sejumlah anggota DPRD DIY pada Selasa (23/6/2026).

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

June 25, 2026
Puluhan massa mahasiswa yang tergabung Forum BEM DIY menggelar aksi di Kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026).

Forum BEM DIY Gelar Aksi di DPRD, Sampaikan Delapan Tuntutan

June 19, 2026
Ratusan mahasiswa UMY menggelar aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026).

Merahkan Titik Nol Kilometer, Mahasiswa UMY Suarakan Delapan Tuntutan ke Pemerintah

June 19, 2026
Suasana Titik Nol Kilometer Malioboro Kota Yogyakarta saat ratusan massa aksi dari mahasiswa UII mengungkapkan enam tuntutan untuk pemerintah, Senin (15/6/2026).

Mahasiswa UII Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer Malioboro, Bawa Enam Tuntutan ke Pemerintah

June 15, 2026
Dosen Hubungan Internasional UMY, Idham Badruzaman.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

April 3, 2026
Next Post
Park Hang-seo, Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea dan Kepala delegasi Korea di Piala Dunia 2026, menundukkan kepalanya sebagai tanda permintaan maaf atas kekalahan tim Korea.

7 Fakta Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Park Hang-seo Menunduk Malu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.