SLEMAN, POPULI.ID – Menjalani ibadah haji di Tanah Suci Mekkah membutuhkan berbagai persiapan yang matang. Tak hanya persiapan finansial dan fisik, calon jemaah haji juga harus dibekali ilmu-ilmu manasik agar dapat beribadah secara mandiri dan sah sesuai syariat.
Oleh karena itu, Biro Perjalanan Umrah dan Haji Nur Ramadhan memulai rangkaian pembinaan manasik haji khusus lebih awal. Gelaran manasik perdana bagi calon jemaah haji untuk keberangkatan 2027 itu mulai dilaksanakan pada Minggu (12/7/2026).
Direktur Utama Nur Ramadhan, Mifdhol Abdurrahman, mengatakan, manasik haji khusus bisa dilakukan lebih awal karena Kementerian Haji telah merilis daftar nama berhak berangkat haji pada 2027. Dikatakan, daftar tersebut dirilis lebih awal pada Juli 2026, padahal di tahun-tahun sebelumnya baru rilis sekitar Agustus-September.
“Maka kami menyelenggarakan manasik haji perdana. Insya Allah nanti kami akan selenggarakan total sekitar 11 kali manasik. Jadi rencana keberangkatan calon jemaah haji pada April 2027 dan mulai hari ini (12/7/2026) pada setiap bulan akan digelar manasik haji sekali. Sehingga totalnya kira-kira 10-11 kali,” jelas Mifdhol kepada Populi.id, Minggu (12/7/2026).
Dia menuturkan, percepatan jadwal manasik haji sengaja dilakukan agar para calon tamu Allah memiliki waktu persiapan yang lebih longgar dan matang.
Sebab, dalam manasik haji bukan sekadar mempelajari cara pelaksanaan ibadah secara fisik saja. Namun, juga diberikan pembinaan agar calon jemaah haji memahami makna setiap ibadah, mengetahui ketentuan syariat, serta mampu melaksanakan ibadah haji dengan benar, tertib, mandiri, dan penuh kekhusyukan.
Selain pendalaman rukun, wajib, dan sunnah haji, manasik tersebut juga krusial untuk mengedukasi jemaah mengenai berbagai regulasi dan aturan baru yang diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi maupun Indonesia, serta membangun kekompakan antar jemaah selama di Tanah Suci.
“Berdasarkan rilis nama ada sebanyak 465 calon jemaah yang sudah mendapatkan panggilan untuk pelunasan. Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlahnya naik. Karena pada tahun kemarin ada 340 jamaah yang diberangkatkan,” paparnya.
Plt Kepala Kantor Kemenhaj DIY, Silvia Rosseti, menjelaskan bahwa ibadah haji khusus diselenggarakan oleh pihak swasta melalui izin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Meski dikelola swasta, operasionalnya tetap menggunakan kuota haji resmi dari pemerintah agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Silvi menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi calon jemaah haji khusus yang akan berangkat pada tahun 2027. Persiapan tersebut mencakup empat aspek utama, antara lain fisik, mental atau spiritual, finansial, dan pemantapan ilmu.
“Keempat aspek itu harus dipenuhi secara seimbang agat perjalanan ibadah haji dapat berjalan dengan sempurna,” katanya.
Silvia mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima sejak jauh-jauh hari dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga, seperti berjalan kaki. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit bawaan (semisal asma atau jantung), disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
“Berdasarkan evaluasi jemaah reguler, banyak yang kelelahan karena terlalu sibuk menerima tamu menjelang keberangkatan. Manfaatkan waktu tunggu beberapa bulan ini untuk beristirahat yang cukup agar imunitas lebih kuat saat keberangkatan,” tuturnya.
Menyoroti aspek finansial, Kemenhaj DIY mendorong adanya perubahan pola pikir (mindset) jemaah dan penyelenggara agar tidak hanya mengejar target pendaftaran, tetapi juga memikirkan sistem pelunasan.
Silvia mengungkapkan data dari rapat bersama Komisi VIII DPR RI regional Yogyakarta, di mana sekitar 40% jemaah dilaporkan belum bisa melakukan pelunasan.
Berdasarkan regulasi, jemaah yang gagal melunasi biaya pada tahun berjalan tidak dapat berangkat, dan porsinya akan dialihkan ke nomor urut di bawahnya. Sayangnya, porsi tersebut tidak otomatis ditunda ke tahun berikutnya, sehingga jemaah harus mengulang antrean dari awal.
Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenhaj DIY meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) aktif berkomunikasi lebih awal mengenai rilis kuota keberangkatan (estimasi 2-3 tahun ke depan), karena regulasi haji khusus akan disesuaikan dengan nomor urut porsi.
“Kami berharap BSI menyediakan program pelunasan sistematis sejak awal mendaftar, misalnya lewat tabungan dolar atau skema mitigasi kurs. Dengan mencicil 3 hingga 4 tahun sebelum berangkat, jemaah tidak akan kaget atau kebingungan mencari dana di bulan-bulan terakhir,” tambah Silvia.
Terkait aspek menjaga kesucian niat, Silvia mengingatkan para calon jamaah untuk menjalani ibadah dengan hati yang tulus, ikhlas, dan semata-mata demi menunaikan perintah Allah SWT, serta menghindari perasaan riya (ingin dipuji).
Sementara itu terkait pemantapan ilmu, Silvia mengapresiasi Nur Ramadhan yang menggelar manasik lebih awal dan dijadwalkan sebanyak 10-11 kali hingga pemberangkatan pada 2027. Selain ilmu agama, Silvia juga menyampaikan pesan dari Wakil Gubernur DIY terkait digitalisasi.
“Wagub DIY mengusulkan agar materi manasik mulai memperbanyak simulasi penggunaan aplikasi atau perangkat digital penunjang haji, mengingat tidak semua jemaah langsung familier dengan sistem digital saat di Tanah Suci,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



